
Pagi ini Eunbi bersiap siap pergi ke sekolah, dan tentu saja ia berharap momen manis nya bersama Lai akan terjadi hari ini lagi.
Ia menyusuri tangga untuk menuju ke meja makan, dan melihat kedua kakak dan kakeknya sudah berada di meja makan tersebut.
" Eonni, apa eonni tidak turun kerja?" Tanya Eunbi pada sang kakak perempuan.
" Emm hari ini oppa yang akan menggantikan eonni. " Jawab Jiin.
Yah tentunya ia senang, karena selama ini Jung Jiin sangat sibuk dengan dunia bisnis nya.
Sekarang ini Eunbi dan Jung Dae In sudah berada dalam mobil yang terlihat mewah pastinya mahal. Hanya menempu 15 menit mobil tersebut tiba di sebuah sekolah primary in school.
" Sekolah yang benar jangan kebanyakan main Eunbi. " Kata Dae In melihat Eunbi sebelum ia turun dari mobil.
Eunbi hanya mengangguk tersenyum kecil, sebelum ia turun ia mencium pipi kakaknya dan mengatakan.
" Jangan khawatir. " Ucap Eunbi meyakinkan sang kakak.
Turun dari mobil ia menuju ke kelas nya, ia melihat bahwa Shuhua yang tengah duduk sambil membaca bukunya.
" Tumben kau cepat sekali datang. " Kata Eunbi.
" Hmm, aku hanya ingin cepat ke sekolah, karena aku sudah merindukan mu. " Jawab Shuhua.
" Kau sangat menggemaskan cantik. " Balas Eunbi tersenyum memuji.
Kriiing, krrriiiiiiing, krrring, bell masuk.
Tak lama bu Fang Yi telah datang ke kelas mereka. Ia langsung memberikan sebuah kertas kepada setiap murid. Tentu saja siswa siswi tersebut merasa heran, tapi ada sebagian yang sudah mengerti.
" Kerjakan soal tersebut, karena hari ini kita ulangan harian. " Kata Fang Yi dengan senyuman semeringai nya.
" Appaaaa. "
" Tidak apa bu Fang Yi sudah gila. "
" Apakah setiap guru cantik harus memberikan ulangan yang mendadak. "
" Ah ini mah gampang. "
__ADS_1
" Emm kamu bantu aku yah. "
" Aku liat hasil pekerjaan mu yah. "
Ini adalah perkataan siswa siswi yang sekelas dengan Eunbi dan Shuhua, karena di berikan ulangan yang sangat mendadak.
Terlihat Shuhua sangat panik, tapi ia melihat Eunbi sangat santai seakan tak terjadi apa apa.
" Yakk! Eunbi aku tahu kau bisa mengerjakan ini semua. " Kata Shuhua ada maunya.
" Aku tahu kau mau apa, tapi bukannya kau tadi seperti orang sedang belajar. " Jawab Eunbi.
" Emm untung lah dia mengerti. " Batin Shuhua.
" Aku tidak belajar, nih lihat aku sedang baca cerita fantasi. " Balas Shuhua yang sedang memperlihatkan buku ceritanya.
" Baiklah murid murid ku, sekarang ayo kerjakanlah semangat yah. " Kata bu Fang Yi menyemangati .
" Aku masih tidak semangat. "
" Dia cantik tapi menyeramkan. "
Setelah setengah jam!
Krrring, krriiing, krrriiing Bell istirahat.
" Ok! waktunya selesai dan langsung di kumpul. " Ucap bu Fang Yi sedikit tegas.
Tentu saja respon murid murid yang belum selesai sangat panik karena mereka sama sekali belum mengisi apa apa di kertas tersebut.
Setelah Eunbi dan Shuhua selesai yah, karena dari tadi Eunbi membantu Shuhua tanpa di ketahui si guru cantik tersebut.
Mereka pergi ke kantin bersama sama.
" Ah leganya terima kasih Eunbi. " Ucap Shuhua pada Eunbi.
Eunbi hanya tersenyum melihat sahabat nya. Tak lama ia melihat Lai menuju mendekatinya.
" Boleh kah aku bergabung?" Tanya Lai pada Eunbi pastinya sambil menatap merayu.
__ADS_1
" Ahh, boleh saja ia kan Shuhua. " Jawab Eunbi mengode ke Shuhua.
Tentunya Shuhua hanya mengangguk malas, ia melihat Eunbi dan Lai yang sedang mengobrol sambil tertawa dengan perkataan manis Lai yang nyatanya hanya modusnya.
Kriing, krrring, krrrrrring! Bell masuk.
" Ah ternyata sudah masuk, pedahal aku ingin berlama lama dengan mu. " Kata Lai menggoda Eunbi.
Langsung aja pipi Eunbi bak kepiting rebus.
" Kalau gitu aku diluan yah. " Ucap Lai lagi berlalu pergi.
Eunbi hanya melihat tersenyum.
" Ayo kita masuk kelas. " Ajak Shuhua yang langsung menarik tangan Eunbi.
Skip!
Di rumah Eunbi.
Eunbi langsung masuk ke kamar nya setelah makan bersama keluarganya.
" Hallo Shuhua kamu ke rumah ku yah, aku mau ngobrol sama kamu. " Ajak Eunbi dalam pembicaraan telepon.
" Aku mau asalkan banyak makanan. " Jawab Shuhua.
" Tenang untuk mu, semua akan ku sediakan. " Balas Eunbi.
" Baiklah aku akan segera kesana. " Ugal Shuhua.
Setelah mematikan sambungan telepon nya, Eunbi melamun dan tersenyum senyum.
" Apa harus aku yang mengatakan yah. " Batin Eunbi.
To Be Continued
Jangan lupa likes, comment, and vote. Yuk saling dukung 🙏 Maaf jika ada kesalahan kata.
Comment Girls karena comment kalian penyemangat dalam Update cerita ini.
__ADS_1