I Love Nona Jung

I Love Nona Jung
28 Square


__ADS_3

Warning: Typo berserakan🙏


" Eunbi, eonni selalu melihat mu seperti adik kesayangan ku yang berwajah cantik dan ceria. " Ucap Jiin masih di depan pintu Eunbi yang belum di bukanya.


" Eonni bohong. " Jawab Eunbi di sertai tangisan kecilnya.


" Apa kau percaya pada orang lain. " Balas Jiin.


Mendengar itu Eunbi mulai menuju pintu kamar nya, sebenarnya ia juga sangat merindukan wajah keluarganya. Apalagi saat ini Jung Dae In tidak ada di Taipei.


" Bukalah Eunbi, eonni bisa memahami mu kami sangat khawatir dengan mu. " Kata Jiin memohon.


Perlahan pintu kamar Eunbi mulai terbuka, mirisnya Jiin melihat Eunbi sedang memakai kardus segiempat yang ia taruh di kepala nya, sehingga wajahnya tak nampak. Jiin mulai masuk ke kamar adiknya dan Eunbi menutup kembali pintu kamarnya.


Jiin langsung memeluk Eunbi, yah dari tadi cairan putih telah keluar dari mata Jung Jiin. Ia merasa iba melihat keadaan adiknya dan sifat nya yang berubah.


Eunbi membalas pelukan eonni nya yang begitu hangat.


" Jangan dengar kan omongan orang. " Kata Jiin sedih.


" Siapa yang memberitahukan eonni, pasti eonni malu mempunyai adik seperti aku. " Jawab Eunbi sedih.


" Eonni adalah orang yang beruntung memiliki adik yang sangat pemberani seperti Eunbi. " Balas Jiin.


" Sekarang makan ini, kakek nampak khawatir melihat mu, ia juga tak makan siang ini karena menunggu kau membuka pintu kamar mu. " Ucap Jiin lagi.


" Benarkah, maaf kan aku kek. " Gumam Eunbi merasa bersalah.


" Eunbi lepas lah kotak itu, bukannya kita sering bertemu. " Kata Jiin.

__ADS_1


Mendengar itu Eunbi enggan melepaskan kotak yang ia pakai sekarang untuk menutupi wajahnya.


" Tidak eonni aku tidak mau. " Jawab Eunbi membantah.


" Apa yang kau malukan saat bertemu eonni mu. " Balas Jiin.


" Aku tak secantik eonni aku jelek, aku adalah si buruk rupa hikks hiiks hikks. " Kata Eunbi sedih.


" Eonni sudah bilang padamu, jangan dengar kan omongan orang, kau tahu mungkin saja orang itu mengatakan seperti itu karena ia memang tak menyukai seseorang itu, makanya ia berkata seperti itu, coba kamu bayangkan bagaimana jika seseorang mengatakan cinta pada mu tapi kau tidak menyukai nya, apa kau akan menerima nya. " Tanya Jiin panjang lebar.


Eunbi menggelengkan kepalanya pertanda menolak.


" Mungkin caranya menolak berbeda dari sikap yang akan kau lakukan. " Kata Jiin lagi.


Mendengarkan itu Eunbi sedikit tenang. Perlahan ia melepaskan kotak segiempat yang ia pakai tadi.


" Adik ku memang pemberani." Kata Jiin senyum memeluk Eunbi.


" Apa kau tidak ingin bertemu Shuhua. " Tanya Jiin.


" Aku masih malu padanya, tunggu apa Shuhua yang memberitahukan eonni. " Jawab sekali menanya.


" Tidak, eonni yang menanya. " Jawab Jiin senyum.


" Itu sama saja. " Balas Eunbi nampak kesal.


" Dia sangat khawatir padamu. " Ucap Jiin.


Cekklekk! Suara pintu terbuka

__ADS_1


Seorang laki-laki tua memasuki pintu kamar Eunbi yang nampak terkejut dan senang.


" Eunbi. " Teriak kakek Eunbi senang.


Ia langsung memeluk Eunbi dengan bahagia nya, mendapat perlakuan dari kakek nya Eunbi terlihat sedih, tak seharus nya ia seperti tadi pada keluarga nya.


" Maafkan Eunbi kek. " Kata Eunbi meneteskan air matanya.


" Tidak, tidak kau tak salah. " Jawab kakek.


Sekarang kau harus makan yang banyak, kakek tak ingin kau sakit, Jiin tersenyum bahagia melihat interaksi Eunbi dan kakeknya.


" Eunbi jika kau ada masalah, ceritalah pada kakek. " Kata kakek.


Eunbi mengangguk mengiakan.


Eunbi kini telah selesai makan. kakek dan Jiin masih setia menunggu Eunbi.


" Sekarang tidurlah besok kau akan sekolah. " Ucap Jiin pada Eunbi.


" Tidak, aku tak mau sekolah. " Jawab Eunbi membantah.


" Kenapa apa sekolah nya tidak menyenangkan. " Tanya kakek heran.


Note: Dapat angin apa langsung 2 eps🥴


To Be Continued


*Jangan lupa likes vote comment. Maaf jika ada kesalahan kata 🙏 Yuk saling dukung.

__ADS_1


Comment Girls karena comment kalian penyemangat dalam Update novel ini*.


__ADS_2