
Di kediaman Jungkook
Setelah pulang sekolah Jungkook berniat ingin minta maaf pada adiknya dan akan mengabulkan permintaan Sanha.
Sanha kini sedang berada di kamar nya sembari memainkan sebuah game.
Ceklekk! Suara pintu terbuka.
Jungkook melihat Sanha yang sedang fokus dengan ponselnya. Sedangkan Sanha ia tahu bahwa itu adalah kakaknya, tapi ia tak menoleh sama sekali pada Jungkook. Jungkook berjalan menghampiri Sanha.
" Apa kau masih marah padaku? " Tanya Jungkook menatap Sanha, tapi Sanha masih fokus pada gamenya.
" Hyung minta maaf, tadi kau bilang ingin bertemu Eunha, apa kau ingin bertemu sekarang. " Ucap Jungkook lagi.
Mendengar itu Sanha langsung melihat kakaknya itu dengan semangat nya.
" Apa hyung tidak berbohong. " Tanya Sanha.
" Sejak kapan aku berbohong padamu. " Jawab Jungkook meyakinkan.
" Kalau begitu ayo kita temui noona cantik. " Balas Sanha semangat nya.
Jungkook melihat tingkah Sanha merasa heran, tadi seperti orang tak ada semangat hidup. Sekarang saat Jungkook mengajaknya akan menemui Eunha, lihat lah sekarang.
" Tadi ia sangat kelihatan tak bersemangat tapi saat aku mengajak bertemu Eunha seperti akan mendapatkan kado istimewa saja. " Batin Jingkook melihat Sanha.
" Kajja hyung, kenapa hyung jadi diam begini. " Kata Sanha kesal.
" Hyung akan ganti baju dulu, tunggu hyung sebentar. " Jawab Jungkook.
" Jangan lama lama hyung atau...." Balas Sanha terpotong.
Saat Jungkook akan pergi ia memberhentikan langkah nya karena omongan Sanha.
" Atau apa? " Tanya Jungkook membalikkan badannya mengarah ke Sanha.
" Atau aku akan marah pada hyung lagi. " Jawab Sanha teriak.
Setelah mendengar kan jawaban adiknya Jungkook segera mengganti kan pakaiannya. Hanya butuh 5 menit Jungkook menyelesaikan nya. Setelah itu ia pergi dengan Sanha menuju tempat kerja Eunha.
Sunrise cafe
Eunha sedang mengantarkan pesanan makanan kepada pelanggan pria, pastinya pelanggan tersebut ke sana hanya ingin memandangi kecantikan dari Eunha. Di sana Sunrise cafe bukan hanya pria tersebut yang ada, banyak laki laki yang memanggil Eunha agar segera melayani mereka.
" Hei cantik kemari sini, aku sudah lapar. "
" Gadis cantik aku ingin minum, tolong ambilkan. "
" Hei cantik layani aku, aku ingin kau yang melayani ku.
" Hei cantik di sini dulu. "
Berisik yang Eunha rasakan, ia benar benar bingung dengan ia lakukan sekarang ini.
" Maaf tuan, bukan hanya saya pelayan cafe di sini jadi mohon bersabar pesanan kalian akan di antar oleh rekan ku. " Kata Eunha dengan nada keras agar di dengar semua pelanggan cafe itu.
" Tidak, kami tidak ingin yang lain, kami ingin kau yang mengantarkan makanan pada kami. " Ucap salah satu pelanggan tersebut dan di setujui pelanggan lain.
" Aku tidak bisa melakukan itu semua. " Kata Eunha.
" Heii gadis cantik kalau begitu kau jadi pacar ku saja. "
" Hei bukan jadi pacar mu, tapi pacar ku. "
" Diam kau, jadi pacar ku saja. "
__ADS_1
Melihat ada keributan manager Lee dan Ravi segera menghampiri Eunha. Jooe juga ikut menghampiri Eunha.
" Eunha gwanchana. " Kata Jooe khawatir melihat Eunha.
" Nan gwanchana. " Jawab Eunha.
" Maaf jika kalian semua merasa tidak nyama, kami masih banyak pelayan yang lebih cantik dari pada pelayan ini. " Ucap Mijoo, Eunha merasa sedikit meningat kejadian masa lalunya.
" Cantik, buruk rupa. " Batin Eunha.
" Tidak, dialah pelayan paling cantik di sini. "
" Iya betul itu, dan aku mau dia jadi pacar ku. "
" Enak saja emang nya cuma kau yang mau. "
Terjadi keributan lagi membuat sang pemilik cafe merasa pusing.
" Tuan tolong berhentilah bertengkar, cafe ku ini hanya melayani jika anda lapar, bukan berebut pelayan kami. Kami minta maaf jika anda tidak merasa nyaman, jadi tolong jagalah sikap kalian. " Ucap Ravi panjang lebar.
Tak berselang lama sebuah mobil sedang memarkirkan kendaraan nya. Setelah itu ia turun bersama adiknya, sedikit heran karena terjadi keributan di cafe tersebut.
" Hyung, mereka kenapa. " Tanya Sanha pada kakaknya.
Jungkook hanya diam tidak menggubris perkataan Sanha.
" Hyung itu kan noona cantik, kajja kita kesana. " Kata Sanha menarik tangan Jungkook.
" Noona cantik. " Panggil Sanha pada Eunha.
" Sanha-ya, kau sudah datang. " Jawab Eunha.
Tiba tiba.
Jooe yang melihat itu merasa khawatir dengan Eunha, begitupun dengan Ravi ia memohon agar pelanggan tersebut melepaskan Eunha.
" Tuan saya mohon lepaskan dia. " Pinta Ravi memohon.
Buugh!
Buuuugh!
Bugh!
Tinjuan itu berhasil mengenai wajah pelanggan itu, ia memegang wajahnya di bagian bibir yang terlihat perlahan lahan mengeluarkan darah. Semua orang yang ada di situ membulatkan matanya. Mereka menatap Jungkook si pelaku yang menghajar pelanggan tadi. Eunha sudah terlepas dari genggaman pria tadi.
" Hyung kau hebat. " Ucap Sanha pada Jungkook.
" Noona gwanchana? " Kata Sanha khawatir
Eunha masih terdiam atas kejadian yang baru ia lihat, saat ini sunrise cafe benar benar rusuh.
" Jangan paksa seseorang jika dia tidak mau. " Ucap Jungkook dingin pada pria yang ia pukul.
" Sial. " Ucap pria tadi marah.
" Maaf tuan anda sudah benar benar mengganggu ketenangan cafe ku, jadi tolong pergilah dari sini. " Kata Ravi tegas.
...........................
Eunha sekarang sudah duduk di meja pembeli, bersama dengan Jungkook dan Sanha, sedangkan Jooe harus kembali bekerja, di sana juga Ravi masih setia menatap Eunha. Tentu itu menimbulkan kemarahan Mijoo pada Eunha.
__ADS_1
" Eunha-ya gwanchana, apa ada yang terluka. " Kata Ravi khawatir.
" Gwancana sajangnim, terima kasih. " Jawa Eunha.
" Aku benar benar khawatir dengan mu, tapi syukurlah kau baik baik saja, maafkan aku tidak bisa membuat kau nyaman bekerja disini. " Balas Ravi.
Jungkook memandang dingin Ravi.
" Sepertinya dia menyukai Eunha. " Batin Jungkook.
" Aku sudah sangat berterimakasih karena sajangnim telah mempekerjakan aku di sini, mungkin ini hanya kecelakaan saja, aku yang harus minta maaf karena membuat cafe sajangnim jadi kacau. " Kata Eunha merasa bersalah.
Mijoo datang menghampiri bos nya itu.
" Sajangnim ada yang harus saya katakan pada sajangnim ini penting. " Kata Mijoo.
" Baiklah tunggu saja di ruangan ku. " Jawab Ravi.
" Eunha-ya aku pergi dulu. " Kata Ravi.
Eunha hanya mengangguk melihat kepergian bos nya itu.
" Noona siapa dia, aku tidak suka jika noona dekat dengannya. " Ucap Sanha kesal.
" Dia hanya bos ku. " Jawab Eunha tersenyum melihat kegemasan Sanha saat merajuk.
" Gomawo jungkooksssii." Kata Eunha pada Jungkook.
" Aku hanya menolong mu karena desakan dari Sanha, jadi jangan berfikir yang tidak tidak. " Jawab Jungkook datar.
" Dia terlalu kepedean. " Batin Eunha.
" Noona cantik jangan dengarkan kata hyung, dia memang seperti itu takut dengan yeoja cantik. " Ucap Sanha menjelek kan Jungkook.
" Yaak! kita tidak akan jadi partner game lagi. " Ucap Jungkook kesal.
" Mianhe hyung ( maafkan aku kakak ). " Jawab Sanha meminta maaf.
Eunha hanya tertawa kecil melihat saudara kandung tersebut.
" Noona cantik sangat lucu jika tertawa. " Ucap Sanha.
" Kau juga sangat lucu. " Jawab Eunha tersenyum.
" Noona cantik sebaiknya kau keluar saja dari cafe ini, disini sangat berbahaya untuk noona, aku takut kejadian seperti tadi terulang lagi. " Balas Sanha.
Eunha memikirkan perkataan Sanha, sebenarnya ia juga ingin keluar tapi mungkin belum saatnya.
" Aku akan pikirkan itu. " Ucap Eunha pada Sanha.
" Oh ia kalian ingin pesan apa? " Tanya Eunha pada dua namja yang berbeda usia.
" Aku ingin makan hamburger noona. " Jawab Sanha.
" Aku tidak. " Kata Jungkook.
" Kalau begitu tunggu sebentar yah Sanha. " Balas Eunha pergi meninggalkan Jungkook dan Sanha.
Note: Karena ini udah seribu kata lebih jadi aku buat part selanjutnya di next episode.
To Be Continued
*Jangan lupa likes, vote, comment. Maaf jika ada kesalahan kata 🙏Yuk saling dukung.
Comment girls karena comment kalian penyemangat dalam Update cerita ini*.
__ADS_1