
" Yak, tunggu aku Shuhua. " Teriak Eunbi mengejar Shuhua.
Di kelas Eunbi!
Terlihat seorang guru cantik yang sedang menyebutkan nama murid murid nya, untuk mengambil hasil ulangan harian yang telah mereka kerjakan. Tepat pada nama Eunbi dan Shuhua yang di sebutkan.
" Eunbi. "
" Shuhua. "
" Wah Eunbi lihat nilai ku bagus sekali." Kata Shuhua senang melihat nilainya.
" Emm, sekarang aja kamu manggil namaku nanti pasti kamu pasti bakal marah lagi. " Ucap Eunbi.
" Yak, bukan seperti itu kemarin di rumah mu kamu benar benar menyebalkan. " Jawab Shuhua.
15 menit kemudian.
Krrriiing, krrrriiiing, krrriiiing! Bell istirahat.
Eunbi dan Shuhua sudah berada di perpustakaan tapi Shuhua terlihat masih agak sedikit marah dengan Eunbi.
" Yakk! kau tidak ingin mendengar kan ku dulu. " Tanya Eunbi.
" Tidakk. " Jawab Shuhua singkat tepat dan akurat.
" Kemarin kau membohongi ku, kau mengajak ku, lalu aku kira kita akan bersenang senang saat kau mengajak jalan keluar tapi kau malah bertemu dengan Lai. " Ucap Shuhua dengan nada sedikit tinggi.
" Shuuutt, ini perpustakaan Shuhua kecilkan volume suara mu. " Jawab Eunbi
__ADS_1
Sebelum pulang sekolah kemarin Lai sempat mengajak Eunbi untuk pergi ke taman, yang membuat Shuhua kesal ia malah di cuekin Eunbi saat ia bertemu Lai bahkan ia tak mengatakan bahwa ternyata Eunbi ingin bertemu Lai.
" Aku minta maaf, jika ku memberitahukan kamu bahwa aku ingin bertemu dengan Lai, pasti kamu gak bakal izinin aku. " Ucap Eunbi.
" Terus kenapa kau mengajak aku. " Tanya Shuhua yang mulai santai.
" Kalau aku tidak mengajak mu, kedua kakak ku pasti melarang aku untuk keluar, selama ini kamu tahu kan aku keluar rumah pasti selalu bersama eonni atau oppa ku. " Jawab Eunbi memperjelas.
" Hmmm, kakak mu itu terlalu posesif. " Balas Shuhua.
" Aku tahu, tapi aku menyayanginya." Ucap Eunbi.
" He kalian berdua bisa kah kalian diam, kalian tidak tahu kalian sedang berada di mana. " Ucap siswi yang berada di dekat mereka karena merasa terganggu.
Shuhua dan Eunbi hampir lupa karena mereka saat ini berada di perpustakaan.
" Kita pergi aja Eunbi. " Ajak Shuhua.
" Jadi bagaimana kau memaafkan ku kan. " Tanya Eunbi.
" Emm, aku tidak bisa marah pada mu kau sudah ku anggap seperti saudara kandung ku sendiri." Jawab Shuhua tersenyum pada Eunbi.
Kedua sahabat tersebut saling berpelukan.
" Terima kasih Shuhua, sudah mengerti." Kata Eunbi dalam pelukan Shuhua.
Di parkiran di sekolah.
" Eunbi. " Panggil Lai.
__ADS_1
" Ehh, Lai ada apa. " Tanya Eunbi.
" Tidak hanya merindukan mu saja. " Jawab Lai merayu.
" Dasarr laki-laki modus. " Batin Shuhua yang males melihat sikap Lai pada Eunbi.
" Ahh Eunbi mobil ku sudah tiba, aku diluan yah. " Kata Lai berlalu pergi.
Eunbi hanya melihat kepergian Lai sambil tersenyum senyum memerah.
" Akhirnya dia pergi juga. " Batin Shuhua lagi.
Shuhua melihat Eunbi yang terlihat senyum senyum seperti melihat burger favorit nya.
" Apa yang kau pikirkan. " Tanya Shuhua.
" Bagaimana kalau aku mengatakan perasaan ku pada Lai. " Kata Eunbi masih dalam senyuman nya.
" Appaaa! kau masih sadar kan a-atau kau sudah gila. " Tanya Shuhua lagi.
Mendengar respon dari Shuhua yang tak mendukung nya Eunbi balik menatap Shuhua.
" Yakk! Apa yang kau katakan aku masih dalam kesadaran ku dan aku masih waras Shuhua. " Jawab Eunbi sedikit tinggi.
" Kamu itu perempuan, masa ia perempuan yang harus mengejar laki-laki. " Kata Shuhua menceramai Eunbi.
To Be Continued
*Jangan lupa likes, vote, comment. Maaf jika ada kesalahan kata 🙏 Yuk saling dukung.
__ADS_1
Comment Girls karena comment kalian penyemangat dalam Update novel ini*.