
" Datanglah bersama Eunha. " Seobin.
" Yang sabar ya Chae Kaho. " Sindir Shindong, ia bisa melihat tatapan Kaho yang menatap tajam ke arah Seobin karena berani dekat dengan Jooe.
" Aku tahu itu memang sakit. " Shindong mengejek halus.
" Diam kau kue mochi. " Tegas Kaho.
" Kau tidak tahu saja, kue mochi mana yang tidak di sukai anak perempuan. " Balas Shindong percaya diri.
" Sudahlah kenapa kalian jadi berkelahi seperti ini. " Jungkook, lalu ia pergi meninggalkan kedua sahabat nya ini.
" Aku ingin sekali tapi, aku harus bekerja di Sunrise Cafe. " Ujar Jooe sedikit tak enak.
" Aku beru ingat juga, aku juga masih bekerja hari ini. " Eunha.
" Bekerja? " Yoon Seobin.
" Dia bekerja menjadi asisten Jeon Jungkook. " Ucap Jooe.
" HAH! "
" Kau terkejut aku juga awalnya seperti itu. " Jooe.
" Eunha-ya aku tidak bisa memaksa mu mau datang atau tidak aku hanya ingin membalas ucapan terimakasih ku........" Yoon Seobin.
" Bukannya kau sudah mengatakan tadi. " Eunha sedikit bingung.
" Aku takut nanti Jeon Jungkook memarahi ku, karena kau bolos kerja karena permintaan ku. " Yoon Seobin.
" Tenang saja, Jungkook tak akan memarahi mu bagaimana jika besok saja, besok adalah hari libur ku. " Ucap Eunha.
" Heum baiklah. " Seobin jadi semangat lagi.
............
" Jeon Jungkook-ah. " Panggil Somyi ia datang menghampiri Jungkook bersama kedua sahabatnya di meja kantin.
" Kenapa wanita ini selalu mengikuti ku. " Batin Jungkook.
" Bolehkah aku duduk di sini? " Somyi, tapi tidak ada yang membalas pertanyaannya.
" Baiklah jika tidak ada yang membalas aku anggap kalian mempersilakan ku. " Tutur Somyi lalu duduk tepat di pinggir Jeon Jungkook.
Setelah berhasil duduk di pinggir Jungkook, Somyi menoleh kebelakang di mana darinya tak jauh ada meja yang di isi oleh sahabat sahabatnya. Somyi tersenyum ke arahnya dengan memberi kodek bahwa ia berhasil merayu Jungkook.
" Buakannya dia tadi yang asal duduk. "
" Syuut kau bisa di marahi Somyi, kita lihat saja. "
" Jungkook-ah hari ini kau mau makan apa? " Somyi sembari tersenyum manis pada Jungkook.
Lagi Jungkook tidak mengubrisi pertanyaan Somyi.
" Somyi-ya lebih baik kau menanyakan hal itu pada ku saja. " Shindong.
" Aku tidak kepo dengan diri mu gendut. " Olok Somyi.
" Berusaha saja merayu Jungkook, dia tak akan mau dengan mu. " Shindong kesal.
" Jangan sok jadi peramal. " Kesal Somyi.
" Jungkook-ah hari ini kau sangat tampan sekali. " Somyi memandang indah wajah Jungkook.
" Maksud mu? " Dingin Jungkook.
" Ah tidak, setiap hari kau sangat tampan dan hari ini jauh lebih tampan. " Balas Somyi senang, karena Jungkook berbicara padanya.
" Hari ini kau mau makan apa biar aku yang ambilkan. " Somyi.
" Tidak sekalian untuk ku dan Shindong juga. " Chae Kaho.
" Kalian berdua diam saja, aku sedang berbicara dengan pangeran tampan SOPA. " Ketus Somyi.
" Kurasa Somyi berhasil. "
" Mari lihat kelanjutannya. "
__ADS_1
" Kau benar mau mengambilkan aku makanan? " Jungkook.
" Tentu saja! " Senang Somyi.
" Kau hanya melakukannya untuk ku itu tidak seru, lakukan lah pada siswa siswi yang ada di sini semua. " Jungkook.
" Ti-tidak mungkin, aku hanya ingin melakukannya untuk mu seorang. " Somyi.
" Semua perkataan wanita itu bullshit. " Batin Jungkook.
" Bisakah kau pergi, aku ingin makan tenang tanpa dirimu di sini. " Dingin Jungkook.
" Ani ( tidak ) aku ingin makan siang bersama mu. " Somyi.
Jungkook lebih baik memilih pergi dari kantin ketimbang harus mekan siang bersama Somyi, saat ia akan beranjak dari tempat duduknya ia hampir saja menabrak seorang wanita untung saja tidak tapi jarak mereka sangat dekat.
Eunha memundurkan langkahnya kebelakang, karena ia tahu pasti ini akan menimbulkan gosip.
" Lagi kau ingin menabrak ku, dan kali ini kau harus lihat lihat. " Eunha dingin.
" Heh! " Desis Jungkook.
Eunha tak mau memperpanjang urusannya dengan Jungkook, lalu ia pergi dari hadapan tuannya ini tapi.
Sret!
" Yak! Apa yang kau lakukan. " Eunha marah.
" Lepaskan tangan ku! " Berontak Eunha.
" Kau harus ikut dengan ku. " Jungkook, lalu pergi dengan menyeret tangan Eunha.
" Eunha-ya. " Teriak Jooe.
" Jooe-ah, Eunha akan baik baik saja. " Chae Kaho.
" Kita makan siang bersama ayo! " Ajak Kaho.
" Tapi Eunha. " Khawatir Jooe.
" APA! Asisten Jungkook. " Somyi terkejut.
" Memangnya kenapa kalau Eunha asistennya. " Shindong.
" Tidak boleh, Jungkook hanya milik ku. " Tegas Somyi.
" Chii hahahahahahaha! " Ketawa Shindong.
" Aku sudah mengatakan Jungkook mana mau dengan mu. " Shindong.
Karena tidak tahan di olok oleh Shindong, Somyi pergi dengan marahnya.
" Uuuh sana pergi. " Usir Shindong.
" Somyi mau kemana? "
" Ayo kita ikut. "
" Kurasa dia marah karena kejadian tadi. "
............
" Lepaskan tangan ku! " Eunha berhasil melepaskan tangannya dari Jungkook.
" Kau sudah gila. " Eunha marah.
" Berani sekali kau bilang aku gila. " Jungkook dingin.
" Apa yang ingin kau lakukan dengan ku? " Eunha mulai mengontrol emosinya.
" Aku lapar. " Jungkook datar.
" Ya sudah sana makan, kenapa harus menarik narik tangan ku. " Kesal Eunha.
" Kau asisten ku, seharusnya kau yang mengambilkan ku makanan. " Jungkook dingin.
" Aku, kau sudah lupa ini masih di sekolah. " Tutur Eunha.
__ADS_1
" Memangnya kenapa kalau di sekolah, aku lapar ambilkan cepat. " Tegas Jungkook.
" Tidak mau tuan Jeon! " Eunha.
" Kau membangkang sekali. " Jungkook dingin.
" Aku sudah pernah bilang bukan, jika masih di lingkungan sekolah kau bukan tanggung jawab ku. " Tegas Eunha.
Oh tidak Jungkook melupakan syarat yang Eunha inginkan saat ia bekerja menjadi asistennya.
" Kenapa aku bisa melupakannya. " Batin Jungkook malu.
" Lagipula bukannya kau dari kantin tadi. " Ucap Eunha, lalu ia pergi meninggalkan majikannya.
............
Krriing, krrriing, krrriiing!
" Eunha kau baik baik sajakan, Jeon Jungkook tidak melukai mu kan. " Periksa Jooe sembari berjalan menuju halte bus.
" Tidak, aku baik baik saja. " Jawab Eunha.
...........
" Selamat siang tuan muda. " Sapa bibi Song.
" Tuan anda baik baik saja? " Cemas bibi Song, melihat Jungkook yang terus memegang perutnya.
" Bi aku lapar. " Jungkook, ia terlihat pucat.
" Tuan istirahat saja di kamar, nanti bibi akan membawa makanan untuk anda. " Balas bibi Song bergegas.
Setelah selesai menyiapkan makanan untuk Jungkook, bibi Song dengan gesitnya berjalan ke kamar Jungkook.
Ceklek!
" Tuan harus segera makan, kenapa bisa anda tidak makan. " Ucap bibi Song.
Bibi Song mulai menyuapkan makanan tersebut ke mulut Jungkook, bibi Song memang sudah lama dekat dengan Jungkook. Jadi ia tahu seluk beluk keluarga Jeon.
" Bagaimana nanti jika maag mu kambu tuan. " Cemas bibi Song sembari menyuapkan makanan.
" Kau sangat cerewet sekali bi, aku tak apa. " Jungkook ia sudah menganggap pembantu rumah tangganya ini sebagai ibunya.
..........
Eunha yang baru saja sampai di rumah Jungkook, sedikit merasa heran karena tumben sekali ia tak melihat bibi Song terlebih dahulu.
" Apa mungkin bibi Song pergi belanja ke pasar. " Gumam Eunha.
" Tapi kelihatannya keperluan dapur masih banyak. " Monolog Eunha.
" Bibi Song, bibi Song. " Panggil Eunha.
.....
" Sepertinya itu suara Eunha tuan. "
" Sekarang Eunha sudah datang, biar nona Eunha yang melanjutkannya. " Ucap bibi Song.
" Aku tidak mau dengannya bi. " Jungkook.
" Kenapa? "
" Tuan Jeon, nona Eunha adalah asisten mu jadi ini adalah tugas nya. " Bibi Song.
" Lagipula bibi masih banyak pekerjaan di dapur. " Bibi Song.
" Jadi biar Eunha yang melakukannya. " Tutur bibi Song.
Setelah berucap akhirnya bibi Song pergi keluar dari kamar Jungkook tapi?
" Anda harus istirahat tuan tidak boleh keluar dulu. " Cegah bibi Song.
To Be Continued
Kasih like-nya aja udah itu aja!
__ADS_1