I Love Nona Jung

I Love Nona Jung
63 Rigid


__ADS_3

" Aku bukan mau keluar jalan bi. " Ucap Jungkook.


" Aku tidak ingin orang asing masuk ke kamar ku. " Tegas Jungkook.


Jungkook memang tidak membiarkan siapa pun masuk ke kamarnya, kecuali orang orang yang sudah lama mengenal Jungkook.


" Baiklah, ayo bibi bantu. " Bibi Song.


" Tak perlu bi aku bisa. " Jungkook.


Akhirnya Jungkook jalan tanpa bantuan bibi Song, dia terus menahan rasa nyeri di perutnya.


Ceklek!


Dari suara pintu itu, Eunha bisa melihat bibi Song dan Jungkook di mana sang bibi membawa semampan yang berisi mangkuk makanan.


Eunha juga bisa melihat Jungkook seperti orang yang sedang menahan rasa nyeri di perutnya. Jungkook merebahkan tubuhnya di sofa.


" Bi! " Panggil Eunha.


" Bibi sedang memberikan makanan pada tuan muda, karena kau sudah datang sekarang kau yang melanjutinya. " Titah bibi Song.


" Dia kenapa bisa seperti itu, apa dia benar kelaparan? " Eunha bingung dengan keadaan Jungkook.


" Tuan muda memiliki penyakit maag jika kambu maka seperti itu tapi itu tidak terlalu parah. " Tutur bibi Song.


" Maksud bibi, apa pernah lebih separah itu? " Eunha.


" Emm, sudahlah nona bicaranya nanti saja, sekarang kau harus menyuapi makanan ke tuan muda. " Pinta bibi Song.


" A-aku? " Eunha.


" Emm lakukanlah. " Kata bibi Song menyerahkan semangkuk bubur pada Eunha.


Setelah di tinggalkan bibi Song, Eunha mendekat ke arah Jungkook yang nampak memejamkan matanya terlihat juga ia seperti menahan rasa sakit. Eunha masih berdiri memperhatikan Jungkook.


" Apa dia mau di suapi oleh ku. " Batin Eunha.


" Kenapa kau hanya diam aku lapar. " Ucap Jungkook dengan mata terpejam.


" Ba-baik. " Eunha, langsung duduk di pinggir Jungkook.


Jungkook mulai membuka matanya dan menoleh ke arah Eunha yang berada di pinggirnya.


Dengan teletan Eunha mulai menyuapi sesendok demi sendok ke mulut Jungkook.


" Apa kau sangat lapar? " Eunha.


" Aku menahannya dari sekolah. " Jungkook.


" Apa! " Eunha membesarkan sarang matanya.


" Apa dia menahannya karena kejadian di sekolah tadi. " Batin Eunha.


" Itu karena kau! Makanya kau harus tanggung jawab. " Datar Jungkook.


" Kau memang asisten yang tidak bertanggung jawab. " Jungkook.


" Lagi lagi kau menyalahkan ku, aku sudah bilang saat di sekolah aku tidak akan mengawasi mu. " Eunha, memberhentikkan sendok makan yang akan menyapa mulut Jungkook.


" Ah sudahlah ternyata kau sangat cerewet dan berisik. " Jungkook.


Eunha juga heran kenapa ia sangat berisik jika bersama Jungkook, apa mungkin karena sifat Jungkook yang menyebalkan.


" Aku lapar! " Jungkook membuka mulutnya.


Dan Eunha kembali melanjutkan acara suapannya pada Jungkook.


" Jika aku pergi ke kantin, aku pasti akan bertemu Somyi dan aku benci itu dia hanya menganggu ku saja. " Tutur Jungkook.

__ADS_1


" Bukannya kau juga menyukai Somyi. " Eunha.


" Tahu dari mana? "


" Dia yang bilang. " Eunha.


" Kau mudah sekali tertipu dengan ucapan. " Jungkook.


Lagi Eunha memberhentikkan aktivitas menyuapi Jungkook, setelah Jungkook melontarkan kalimat tersebut.


" Apa aku sebodoh itu, sampai sampai aku terbuai oleh rayuan Lai. " Batin Eunha.


" Perkataan perempuan mungkin aku akan percaya tapi tidak untuk laki-laki lagi. " Batin Eunha melamun.


" Hei! Kau kenapa. " Jungkook.


" Eunha. "


" Yak! Eunha ssi. " Panggil Jungkook.


" Mian ( maaf ). " Eunha sadar, lalu melanjutkan aktivitasnya.


...................


Dari tempat pembuatan makanan dan minuman Jooe dapat melihat Chae Kaho yang sedang menunggu Jooe di meja pelanggan kafe sunrise tersebut. Tidak sendiri tentunya di temani oleh Shindong.


Jooe berjalan menuju sang kekasih dengan dua gelas jus orange yang di pesan oleh keduanya.


" Minumlah! " Seru Jooe.


" Terimakasih pacar. " Manis Kaho.


" Terimakasih Jooe. " Shindong.


" Seharusnya kau tidak usah mengajakku. " Shindong.


" Iya karena aku sering jadi obat nyamuk saat Kaho bertemu dengan mu Jooe. " Jelas Shindong sembari meminum jus orange miliknya.


" Shitt diamlah jika tidak ada kau, itu tidak seru. " Kaho.


" Ternyata kau dengan Jungkook sama saja. " Shindong.


...............


" Kau tidak istirahat di kamar mu saja? " Eunha.


" Di sini saja. " Jungkook.


" Lagipula aku akan pergi latihan basket. " Jungkook.


" Dengan kondisi mu seperti ini! " Eunha.


" Aku baik baik saja. " Jungkook.


" Ternyata kau memang keras kepala! " Eunha.


" Yang seharusnya kau katakan keras kepala itu dirimu. " Tegas Jungkook.


" Pokoknya kau tidak boleh latihan apapun hari ini dulu. " Eunha.


" Memangnya kau siapa. " Jungkook.


" Jungkook ssi ini adalah salah satu tugas ku, jadi tidak perlu selalu aku ulang lagi. " Eunha.


" Dia mengerikan juga. " Batin Jungkook memandang raut wajah Eunha.


" Tidak ada yang bisa melarangku! " Jungkook tak kalah tegas.


" Baiklah kalau begitu aku akan memberitahukan kakek mu. " Ucap Eunha lalu mengambil ponselnya setelah beberapa detik mencari nomor kakek Jeon, Eunha baru sadar jika ia tak mempunyai nomor kakek Jungkook.

__ADS_1


" Kenapa tidak punya nomor kakek. " Jungkook tersenyum mengolok.


" Jika tidak punya berarti tidak ada yang bisa melaporkan. " Jungkook.


" Untung saja aku belum memberikannya dia ponsel baru, jadi ia tak bisa menghubungi kakek. " Batin Jungkook.


" Aku akan meminta tolong pada bibi Song. " Kata Eunha, beranjak menuju dapur.


Srek!


Jungkook menarik tangan kanan Eunha, alhasil Eunha refleks membalikkan tubuhnya ke arah Jungkook dengan jarak yang cukup dekat. Dan entah kenapa Eunha jadi kaku.


" Jangan menghalalkan segara cara, jika kau menghubungi kakek ku liat saja apa yang akan aku lakukan padamu. " Ancam Jungkook.


Tak!


Eunha mendorong tubuh Jungkook agar menjauh darinya, sungguh Eunha sangat tidak suka hal seperti itu.


................


Beberapa jam kemudian!


Jungkook sudah kembali sehat, buktinya ia selalu wara wiri di hadapan Eunha. Karena merasa bingung dengan keadaan Eunha yang menjadi diam tak bergeming.


" Kau kenapa? " Jungkook.


" Yak! Eunha ssi. " Jungkook dengan suara tinggi.


Eunha mulai sadar dan menatap orang yang meneriaki namanya itu.


" Ini benar benar aneh kenapa bisa sesak nafas ku tak kambuh bahkan dengan jarak yang sangat dekat. " Batin Eunha menatap Jungkook heran.


Sementara yang di tatap menatap dirinya balik.


" Apa ada yang salah dengan ku. " Gumam Jungkook melihat dirinya balik.


" Aniyo ( tidak ). " Eunha.


" Jungkook dan Sehun. " Batin Eunha memikirkan dua orang pria tersebut.


" Ini hampir sore sebaiknya kau pulang. " Seru Jungkook.


Eunha baru sadar ternyata jam kerjanya sudah habis.


" Aku akan pulang. " Eunha beranjak dari tempat duduknya.


" Tunggu dulu. " Eunha menoleh ke arah Jungkook.


" Wae ( kenapa? ). " Jungkook datar.


" Kau tak akan pergi latihan basket kan saat ku tidak ada. " Eunha.


" Sepertinya tidak. " Jungkook.


" Hmm syukurlah. " Eunha.


" Lebih baik besok saja, karena akan lebih bebas saat tidak ada dirimu. " Jungkook.


Eunha sudah tidak ingin mendengarkan perkataan Jungkook, lebih baik ia segera pulang dan dapat beristirahat dengan tenang.


" Dasar wanita aneh. " Jungkook menatap kepergian Eunha.


" Tapi kalau di lihat lihat ia menggemaskan juga kalau terlihat kaku. " Batin Jungkook.


" Tidak apa yang kau pikirkan, semua perempuan sama saja. " Batin Jungkook jadi dingin.


To Be Continued


Like-nya Guys:)

__ADS_1


__ADS_2