
" Jungkook bagaimana dengan mudah Eunha luluh denganmu? " Shindong.
" Bukannya semua perempuan seperti itu padaku. " Jawab Jungkook angkuh.
" Ckkk. " Kaho.
" Aku dengar kau akan ikut perlombaan? " Kaho.
" Ne ( ya ). " Jawab Jungkook.
" Lalu bagaimana dengan latihan basketmu? " Kaho.
" Aku akan berhenti dulu, sampai pertandingannya selesai. " Jawab Jungkook.
" Kau selalu mempunyai banyak musuh, di setiap hobimu. " Kata Shindong.
" Emm. "
..............
" EUNHA-YA! " Teriak Somyi dalam kelas Eunha.
Eunha pun terkejut dengan keberadaan Somyi, ia kaget karena suara Somyi begitu memantul di penjuru kelasnya. Dapat Eunha lihat Somyi berjalan menujunya dengan langkah angkuh dan geramnya.
Eunha hanya diam menatap Somyi, yang kini telah di hadapannya. Bahkan Eunha terlihat tidak peduli dengan keberadaan Somyi dan teman temannya yang menatap dirinya penuh amarah.
" Apa ini jelek sekali. " Ucap Somyi sedikit memainkan rambut Eunha, tapi Eunha sendiri tidak peduli dan berusaha tetap diam dan tak melawan.
" Yak! Eunha ssi apa kau mendengarkan ku. " Somyi pelan tapi kasar.
" Heh! Ternyata perempuan sok cantik ini sudah tuli. " Kata Somyi tertawa dan di ikuti oleh ketiga sahabat Somyi, berbeda dengan dua sahabatnya yang takut pada Eunha dan memilih diam dan menonton saja.
" Oppa ( kakak laki laki ), eonni ( kakak perempuan ), dan weharaboji ( kakek laki laki ). " Baca Somyi pada kertas di meja Eunha, dapat ia lihat kertas tersebut berisi gambaran diri keluarga Eunha.
" Heh! Ini jelek sekali. " Kata Somyi mengambil gambar tersebut.
Srek!
" Uppps mianhe ( maaf ). " Ucap Somyi meledek lalu tertawa di ikuti ketiga sahabatnya.
" HAHAHAHAHAHA! "
Eunha sudah tidak bisa menahan amarahnya, terhadap apa yang di lakukan Somyi padanya. Di mana ia selalu tersenyum jika merindukan keluarganya lewat gambar tersebut namun sudah tidak terbentuk lagi karena ulah Somyi.
" Gantungan kelinci. " Somyi.
Gantungan kelinci tersebut milik Eunha, ia dapatkan dari Shuhua katanya kelinci ini mirip dengan Eunha.
" Hei chingu ( teman ) bukannya kelinci itu jelek dan gantungan kelincinya sangat jelek. " Umpat Somyi.
" Kau benar Somyi. "
" Kenapa ada kelinci sejelek ini. "
" Kelinci memang jelek, giginya saja jelek. "
" HAHAHAHAHA! "
Eunha sudah mengepalkan kedua tangannya, ingin rasanya meninju muka Somyi dan ketiga temannya.
Tak, tak!
Somyi membuang gantungan kelinci tersebut ke lantai lalu menginjaknya dengan rasa senang. Alhasil gantungan tersebut rusak dan kotor.
" Hentikan! " Suara Eunha.
__ADS_1
Somyi mulai suka dengan respon Eunha, sementara ketiga temannya menjadi takut mereka meneguk saliva dengan kasarnya.
Eunha mulai berdiri dari kursinya, dan berhadapan dengan Somyi dan dengan raut wajah penuh amarah.
" Apa kita harus melaporkan ini pada guru Lee. " Ucap Yebin, salah satu teman Somyi yang hanya menonton dan tidak ikut campur.
" Kita memang harus melaporkannya, aku yakin Somyi tidak akan menang melawan Eunha. " Eunice ia jadi takut melihat raut wajah Eunha.
Eunice dan Yebin lalu pergi ke ruangan guru Lee.
" Kenapa kau tidak suka! " Somyi tersenyum menyeringai.
Praak!
Ketiga sahabat Somyi tadi menutup mulut mereka, karena terkejut atas apa yang Eunha lakukan pada Somyi. Sementara yang di tampar memegang pipinya sakit, ia menatap tajam ke arah Eunha dan Eunha pun begitu.
" Beraninya kau! " Geram Somyi.
Syut!
Saat Somyi akan membalas, lagi ia kalah talak. Eunha saat ini sudah memegang tangan Somyi yang tadinya akan menampar dirinya.
Somyi mencoba melepaskan tangannya dari Eunha, tapi itu hanya sia sia saja.
" Bukannya sudah ku peringati agar kau memikirkan dua kali atau seribu kali jika berhadapan denganku. " Ucap Eunha dingin.
" Aku akan memikirkannya bahkan dua ribu kali jika kau tidak dekat dekat dengan Jungkook. " Kata Somyi tegas.
" Aku tidak peduli itu, aku tidak suka kau merobek gambar ku bersama dengan keluargaku lalu kau menginjak gantungan kunci pemberian Shuhua. " Kata Eunha dingin.
" Aku juga tidak peduli, aku puas melakukannya. " Somyi tertawa puas.
Traak!
" Aaaaaaa....aaaaaahh yak! Tanganku sakit. " Decak Somyi, karena Eunha memutar tangannya.
Ketiga sahabat Somyi mulai menyerang Eunha.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Belum mengenai Eunha, ketiga sahabat Somyi sudah mendapatkan tendangan dari Eunha. Dan alhasil mereka bertiga jatuh ke lantai.
Belum menyerah sahabat Somyi bernama Eunchae mencoba bangkit dan memukul Eunha, hal itu Eunha tahu. Dengan cepat Eunha membuat Somyi menjadi tamengnya.
Bugh!
" Aaarggh. " Decak Somyi.
Bukan Eunha yang kena tapi malah Somyi.
" Somyi-ah maafkan aku. " Ucap Eunchae ketakutan.
" Kau sungguh bodoh. " Kata Somyi marah.
" Maafkan aku, aku tidak sengaja. " Eunchae.
" CUKUP! " Suara guru Lee.
Lee Heechul selaku wali kelas 12 B sangat terkejut atas laporan dari kedua sahabat Somyi. Dengan cepat ia mendatangi kelas ajarannya dan benar saja saat ini Eunha dan Somyi sedang memanas di mana posisi Somyi yang mengkhawatirkan.
Eunha melepaskan Somyi dari bekukannya.
__ADS_1
" Apa yang telah terjadi? " Guru Lee dengan nada marah.
" Pak Lee tanganku sakit, dan perutku juga. " Keluh Somyi.
Brugh!
Semua orang di sana terkejut karena Somyi tiba tiba saja pingsan setelah mengatakan keluhannya.
" Somyi gwanchanayo ( kau baik baik saja ). "
" Somyi-ah bangun. "
" Pak bagaimana ini, Somyi pingsan. "
" Bawa dia ke UKS. " Perintah Lee Heechul.
" Baik pak. "
Kelima sahabat Somyi bersatu untuk membopong badan Somyi menuju UKS. Eunha hanya diam memandang datar pada kejadian di depannya, ia lalu terfokus pada sobekkan kertas dan gantungan kunci miliknya.
Eunha memungut kepunyaanya itu, ia menatap sendu pada gambar yang sudah tidak utuh dan boneka kelinci kecil yang kini sudah lusuh dan rusak.
" Ini untuk mu, karena kau sangat mirip dengan kelinci jadi aku membelikannya khusus untuk mu nona kelinci. " Shuhua sembari tertawa kecil.
" Terimakasih. "
" Jaga baik baik, jika kau merindukanku lihat saja kelinci ini karena yang memberikannya adalah orang yang paling cantik. " Shuhua.
" Emm terimakasih. "
Eunha mengingat bagaimana Shuhua memberikan gantungan kelinci itu padanya, sebagai kenang kenangan.
" Eunha! Ikut denganku. " Ucap Lee Heechul tegas.
Eunha sudah tahu hal ini pasti akan terjadi, tanpa basa basi Eunha mengikuti perintah gurunya dengan wajah datar.
................
" Benarkah? " Jooe terkejut.
" Jadi Eunha sekarang di mana? " Jooe ia sedang di ceritakan oleh Yebin salah satu sahabat Somyi yang memiliki sifat baik.
" Sepertinya dia menghadapi ruang BK. " Jawab Eunice.
Dengan gesit Jooe berlalari menuju ruang BK tersebut ia sangat khawatir terhadap Eunha.
" Kaho itukan Jooe kenapa dia berlari dengan raut wajah panik. " Ucap Shindong.
" Entahlah! " Kaho.
" Jooe-ah. " Panggil Chae Kaho.
Jooe saat ini memberhentikan langkahnya, karena ia harus melewati geng Jungkook dan kekasihnya.
" Kau baik baik saja? " Tanya Kaho.
" Aku baik baik saja, tapi Eunha. " Jooe.
" Eunha. "
" Eunha kenapa? " Jungkook.
" Eunha masuk ruang BK. " Jawab Jooe, mengatur nafasnya.
" Ruang BK! Kenapa bisa. " Shindong terkejut.
__ADS_1
To Be Continued