
" Apa kau menyukainya? " Tanya Jungkook.
" Bukannya keindahan alam itu menakjubkan. " Jawab Eunha.
Keduanya duduk di hamparan pasir putih tersebut.
Eunha fokus ke depan tersenyum dengan pemandangan air laut yang terus berusaha untuk naik ke permukaan. Sementara Jungkook sesekali mencuri pandang Eunha.
" Aku jadi merindukan kakakku. " Gumam Eunha.
" Kau mempunyai kakak? " Tanya Jungkook.
" Ne ( ya ). " Jawab Eunha.
Keduanya saling menatap dan terus bercerita.
" Ku pikir kau anak tunggal. " Kata Jungkook.
" Selama aku mengenalmu aku tidak pernah tahu margamu apa? " Jungkook penasaran.
" A.aa...aahh.... marga ku.........." Eunha terbatah batah.
" Jang. " Ucap Eunha.
" Namaku Jang Eunha. " Eunha membenarkan walaupun ia sedang berbohong.
" Apa kau tidak suka margamu? " Tanya Jungkook.
" A-aku menyukainya. " Jawab Eunha.
" Eunha-ya. "
" Tipe idealmu seperti apa? " Tanya Jungkook dengan ekspresi datar sekaligus malu.
" Nde! "
..........
" Eunha dan Jungkook di mana ya? " Gumam Jooe melihat di sekeliling pantai tersebut yang cukup ramai.
" Aku tidak dapat menemukannya. " Kesah Jooe.
" Untuk apa kita bergabung dengan mereka, lebih baik kita berkencan di pantai ini. " Goda Kaho.
" Aiisshh, aku ingin bertemu dengan Eunha, kita tidak tahu bagaimana nanti Jungkook memperlakukan Eunha dengan buruk, bukannya dia tadi marah dengan Eunha hari ini. " Titah Jooe.
" Jungkook tidak mungkin melakukannya, karena dia menyukai Eunha. " Balas Kaho asal.
" Apa! "
" Chae Kaho. "
" Jooe. "
Shindong baru saja tiba di pantai tersebut dengan membawa sang gebetan atau mungkin sudah menjadi kekasihnya?
" Annyeonghaseyo ( hai ). " Sapa Sunny pada sepasang kekasih tersebut.
" Yak! Shindong ssi ternyata kau pria yang hebat juga. " Rayu Kaho.
" A...aahhh kau bisa saja. " Malu Shindong.
" Bagaimana jika kita mengambil foto bersama. " Ajak Sunny.
" Ide yang bagus. " Balas Shindong.
" Kita harus menunggu Eunha dan Jungkook. " Ucap Jooe yang masih betah mencari Eunha.
" Jooe-ah mungkin mereka sedang berkencan. " Kata Shindong.
...............
" Aku tidak mempunyai tipe ideal. " Jawab Eunha jadi datar dan dingin.
" Kenapa? " Jungkook penasaran.
Eunha menatap Jungkook intens dengan tatapan datar dingin bak ingin menyerang Jungkook.
Deg!
" Apakah tatapan asli Eunha seperti ini. " Batin Jungkook jadi takut.
" Kenapa kau bertanya hal itu. " Tanya Eunha jadi dingin.
__ADS_1
" Eunha-ya.........."
" A-aku a-aku........ "
" Tipe ideal ku selalu berakhir tidak tepat. " Ucap Eunha sembari melamun mengingat masa cinta pertamanya yang menyakitkan.
" Setiap kali aku menginginkan pria yang cocok dengan ku..................pria tersebut malah menyakiti ku. " Ucap Eunha.
" Dia hanya memanfaatkan ku. " Kata Eunha sendu.
" Kau baik baik saja. " Ucap Jungkook melihat Eunha khawatir.
" Ne ( ya ). " Jawab Eunha.
" Apa mungkin belum saatnya. " Batin Jungkook.
" Eunha-ya. " Panggil Jooe.
Jooe berlari kecil menuju Eunha yang tengah duduk santai bersama Jungkook.
" Yak! Aku mencari cari mu. " Ucap Jooe sedikit kesal.
" Kenapa mereka bisa ada di sini. " Kata Jungkook, yang melihat keberadaan dua sahabatnya bersama satu perempuan yang asing bagi Jungkook.
" Memangnya kenapa. " Balas Kaho.
" Kalian mengganggu. " Ketus Jungkook.
" Aniyo ( tidak ) aku yang menyuruh mereka datang ke sini. " Tutur Eunha.
" Sepertinya Jungkook mengkode kita. " Bisik Shindong pada Kaho.
" Eunha-ya bisa temani aku? " Ucap Jooe.
" Ke mana? " Eunha.
" Toilet! " Ucap Jooe lalu menarik Eunha.
Mereka hanya menatap Jooe dan Eunha yang mulai menjauh untuk mencari toilet terdekat.
" Jungkook-ah kenalkan dia Sunny. " Ucap Shindong.
" Sunny! " Ucap gebetan Shindong mengulurkan tangannya pada Jungkook.
" Jungkook. " Balas Jungkook, datar.
Sunny sedikit canggung dengan sikap teman Shindong karena berbeda dengan kedua sahabatnya ini.
" Jangan pikirkan, Jungkook memang seperti itu. " Kata Shindong.
" Ne ( ya ). "
.............
" Ah leganya. " Seru Jooe setelah membuang air kecil.
" Sebaiknya kita kembali menyusul. " Kata Eunha.
" Kajja ( ayo )! " Ucap Eunha, lalu pergi tapi hanya tiga langkah karena ia melihat Jooe yang diam di tempat dan sedang berwajah sendu.
" Kau baik baik saja? " Tanya Eunha.
" A-aku aku ha.....nya.........." Jooe terbata bata.
" Apa kau sakit. " Kata Eunha khawatir sembari meletakkan tangannya di jidat Jooe.
" Aniyo ( tidak ). " Jawab Jooe.
" Aku hanya merasa beruntung. " Tutur Jooe.
" Aku beruntung bisa mempunyai sahabat sepertimu bahkan ini seperti hal yang mustahil. " Ungkap Jooe.
" Apa maksudmu Jooe? " Eunha tak paham.
" Eunha-ya, sekarang aku tahu status aslimu siapa, aku hanya merasa beruntung bisa berteman dengan anak orang yang paling kaya di dunia bahkan saat ini kau masih di rahasiakan. " Perjelas Jooe.
" Dan aku, hanyalah orang miskin yang sudah mengetahui rahasia itu, bukannya itu adalah hal yang beruntung. " Lanjut Jooe.
" Sudahlah jangan bicara seperti itu, kau tahu kau adalah salah satu orang yang ku sayang di Seoul. " Ungkap Eunha.
" Gomawo Eunha ssi ( terimakasih ). " Balas Jooe, lalu memeluk Eunha.
" Ne ( ya ). " Senyum Eunha.
__ADS_1
" Tunggu! Kau bilang salah satunya apa Jungkook juga termasuk. " Tanya Jooe serius.
" Apa maksudmu? " Eunha bingung.
...............
Shindong dan Sunny tengah sibuk dengan dunianya, sementara Kaho dan Jungkook masih setia mengobrol.
" Setelah kau berbaikan dengan Eunha, langsung katakan saja perasaan mu. " Santai Kaho.
" Apa yang kau katakan. " Ketus Jungkook.
" Aku tahu. " Rayu Kaho.
" Tahu apa? " Jungkook mengelah.
" Jika kau terlambat kau akan menyesal, Jooe selalu bercerita padaku bahwa setiap hari ada banyak pria yang menyatakan cinta pada Eunha. " Provokasi Kaho.
" Kau tahu kan, Yoon Seobin. " Kata Kaho.
" Emm. "
" Jooe bilang bahwa Eunha menyukai Yoon Seobin. " Ucap Kaho.
" APA! "
" Ne ( ya ) bukannya Yoon Seobin sangat beruntung. " Chae Kaho, memanas manasi.
Jungkook kembali insecure ia mengingat bagaimana Eunha mengatakan pada Somyi bahwa ia tak menyukai Jungkook.
Lama Jungkook memikir, dan selanjutnya ia melihat kedatangan Jooe dan Eunha.
" Kau lama sekali sayang. " Kesah Kaho.
" Mianhe ( maaf ). " Balas Jooe.
" Bagaimana jika kita mencari tempat yang lebih romantis. " Ujar Kaho, mengkode Jooe agar meninggalkan Eunha dan Jungkook berdua.
" A.. aahhhh baiklah. " Larat Jooe.
" Eunha-ya sampai jumpa lagi. " Pamit Jooe.
" Ne ( ya ). "
" Manfaatkan waktunya. " Bisik Kaho pada Jungkook.
Lalu sepasang kekasih tersebut pergi meninggalkan Eunha dan Jungkook berdua. Keheningan sempat menyelimuti keduanya.
" Apa yang kau pikirkan? " Tanya Eunha pada Jungkook.
" Tidak ada. " Datar Jungkook. Eunha hanya mengangguk sebagai balasannya.
" Oh ia, lusa adalah kompetisi renang mu. " Eunha mencari topik agar tak terlihat hening.
" Emm. "
" Semangat untuk itu. " Ucap Eunha.
" Emm. " Sangar Jungkook.
...............
" Ibu gagal! " Kesal Somyi.
" Aku juga tidak yakin, kenapa nona Jung seperti membela anak miskin itu. " Balas Ibu Somyi tak kalah kesal.
" Sial! Jika begini Eunha pasti akan selalu bisa mendekati Jungkook. " Batin Somyi.
" Ibu, aku yang akan bicara langsung saja pada kepala sekolah Sung. " Ujar Somyi.
" Percuma saja, kepala Sung di bawah kendali nona Jung. " Balas ibu Somyi.
" Kau tahu bagaimana kekuasaan nona Jung atas SOPA bahkan keluarga kita ini tidak ada apa apanya. " Ungkap ibu Somyi.
Somyi mengepalkan tangannya kuat, ia sangat marah dan emosi pada Eunha.
................
" Eunha-ya. "
" Menurutmu aku bagaimana? " Tanya Jungkook serius.
To Be Continued
__ADS_1