
Eunbi mendekati kakek nya. Ia juga mulai melihat kakeknya mulai membaik, itu mungkin karena masuknya makanan ke tubuh kakek, eonni Jiin memang tidak salah memberi makanan sehat untuk kakek.
" Eonni biar aku saja yang memberi makan kakek, eonni pergi lah makan. " Ucap Eunbi
Karena dari tadi eonni Jiin sibuk mengurus kakek bahkan dia belum makan sama sekali sejak tiba di rumah.
" Ia Jiin pergi lah makan, kakek sudah merasa baik dan kakek tidak ingin melihat kau sakit kau mengerti." Ucap kakek.
Mendengar perkataan dari adiknya dan kakeknya, Jiin pun mengiakan karena sejak tadi dia sudah menahan rasa laparnya.
" Baiklah, Jiin akan pergi makan." Ucap Jiin
Jiin pun memberikan mangkok makanan kakek kepada Eunbi agar ia melanjutkan kegiatan yang ia lakukan tadi. Jiin langsung pergi ke luar kamar dan menuju meja makan.
Di kamar!
" Kakek sekarang biarkan Eunbi yang menyuapi kakek. " Ucap Eunbi senang.
Kakek hanya tersenyum melihat Eunbi yang begitu perhatian pada kakek nya.
" Sekarang umur mu sudah 7 tahun belajar lah yang benar nantinya kau lah yang menerus perusahaan Jung." Ucap kakek.
Mendengar ucapan kakek Eunbi merasa sedikit tidak suka, karena ia sama sekali tidak tertarik dengan dunia bisnis. Tapi ia menyembunyikan nya agar kakek nya terlihat senang.
Malam pun tiba, saat ini Eunbi sedang berada dalam kamar nya, ia memperhatikan foto kakek dan kedua kakanya beserta dia. Sesekali dia tersenyum melihat kebahagiaan yang saat ini ia rasakan.
Di kamar kakek!
__ADS_1
Setelah Jiin memberikan makanan kepada kakek ia menyuruh kakek untuk segera istirahat. Agar kakek merasa fit di pagi harinya.
"Tidurlah kek. " Ucap Jiin senyum
" Ia, kau juga harus istirahat jangan terlalu capek Jiin. " Jawab kakek
Jiin hanya tersenyum melihat kakeknya yang mulai menutup matanya. Tiba tiba Handphone yang berada di tangan Jiin bergetar dan di situ terlihat nama oppa Dae In. Ia pun keluar kamar agar kakeknya bisa beristirahat dengan tenang Jiin pergi menuju ruang tamu.
"Oppa ya. " Ucap Jiin
Pembicaraan dalam telepon
"Hello oppa." Ucap Jiin lagi
"Besok oppa akan pulang, bagaimana keadaan rumah." Tanya Daein
" Apa! kenapa kakek bisa sakit. " Tanya Daein terkejut
" Ini karena oppa selalu membiarkan kakek memakan makanan yang tidak sehat. " Jawab Jiin sedikit ngegas.
" Oppa hanya ingin melihat kakek senang." Ucap Daein pelan
" Itu bukan yang terbaik." Jawab Jiin sedikit kesal.
" Jadi sekarang bagaimana keadaan kakek." Tanya Daein.
" Kakek sudah mulai membaik." Jawab Jiin yang mulai santai.
__ADS_1
"Hah bagus lah, pasti Eunbi sangat sedih. " Ucap Daein mulai lega.
"Ia dari tadi dia tidak berhenti nangis, untung saja dokter Ji memberi penjelasan kepada Eunbi tetang keadaan kakek, jadi dia tidak sedih lagi. " Jawab Jiin panjang lebar.
"Dimana Eunbi?" Tanya Daein
"Dia sedang di kamar nya, aku belum mengecek nya apa dia sudah tidur atau belum. " Jawab Jiin
"Oppa tadi bilang mau pulang, apa pekerjaan oppa sudah selesai." Tanya Jiin
" Ia sudah, aku baru selesai meeting dengan client dari paris. " Jawab Daein.
" Aku ingin langsung pulang, menemui kalian, aku sudah rindu dan ini surprise jangan beritahu kan ini pada Eunbi. " Ucap Daein.
"Cepat lah pulang, Eunbi sudah sangat merindukan mu." Balas Jiin.
" Apa kau sendiri tidak merindukan oppa ganteng mu ini. " Tanya Daein membanggakan diri.
" Yak! oppa aku sudah sangat merindukan mu, dan cepat lah pulang. " Balas Jiin tertawa
" Tunggu aku adik ku sayang. " Ucap Daein.
Telepon pun berakhir Jiin lega oppa nya akan segera pulang, dan jika Eunbi tahu pasti dia akan senang. Ia pun bergegas menuju kamar Eunbi melihat adiknya apa sudah tidur atau belum. Setelah sampai di depan pintu kamar Eunbi ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan melihat adiknya.
To Be Continued
Jangan lupa di likes, vote, and comment. Maaf jika ada salah kata 🙏
__ADS_1
Yuk! saling dukung