I Love Nona Jung

I Love Nona Jung
48 Part II Restless


__ADS_3

" Kalau begitu tunggu sebentar Sanha-ah. " Balas Eunha pergi meninggalkan Jungkook dan Sanha.


" Hyung apa kau yakin tidak ingin pesan apa apa?" Kata Sanha pada Jungkook.


" Ani ( tidak ). " Jawa Jungkook singkat.


" Hyung tadi kita ke sini hyung belum makan bagaimana jika maag hyung kambu. Pasti kakek dan aku akan khawatir. " Balas Sanha memperlihatkan rasa khawatir nya.


" Oh ia aku lupa hyung kan jika marah saja pada seseorang tidak akan mau makan, sampai maag nya kambuh. " Ucap Sanha menyindir.


" Yaak! Apa yang kau katakan Sanha-ah." Ucap Jungkook kesal.


" Apa hyung ingat terakhir maag hyung kambuh, saat di khianati oleh Soojin noona. " Jawab Sanha lantang.


" Jangan sebut namanya. " Balas Jungkook datar.


" Jadi aku tak perlu khawatir jika hyung tak mau makan, karena Jungkook hyung juga tidak sedang marah dengan seorang yeoja ( perempuan )kan. " Ucap Sanha percaya diri.


" Aku anti dengan yeoja, jadi hal seperti itu tidakkan terjadi lagi. " Jawab Jungkook santai.


" Kita lihat saja hyung aku yakin suatu saat, nanti hyung akan melakukan hal itu lagi tidak mau makan sampai maag nya kambuh karena seorang yeoja. " Balas Sanha berani.


" Sanha-ah apa kau bisa diam, jika tidak aku tidak akan mempertemukan mu dengan Eunha lagi. " Ucap Jungkook mengancam.


Terkadang dua saudara ini bertengkar tidak jelasnya. Sanha sangat benci pada Soojin karena dialah penyebab kakak nya ini jadi orang super cuek dan sedikit berandal.


Eunha sudah datang dengan mampan yang ia pegang dengan kedua tangannya, yang isinya adalah hamburger dan minuman pepsi. Ia menaruhnya di atas meja di hadapan Sanha.


" Waah, kelihatannya enak noona. " Kata Sanha tersenyum.


Sanha memakan hamburger itu dengan lahapnya, sepertinya dia sangat suka.


Eunha menatap Sanha kegemasan dengan tingkah Sanha, ia tersenyum karena Sanha begituan lucu baginya.


Drrrrraaatt, drrrrrrrrraaaaaaaatt. Suara dering HP Eunha.


Eunha sedikit menjauh dari Jungkook dan Sanha. Eunha melihat panggilan tersebut berasal dari kakeknya.


Kakek is calling


" Yeoboseyo. " Eunha dalam telepon.


"............."


" Aku juga merindukan kakek, maaf akhir akhir ini aku sibuk. " Jawab Eunha, tanpa sadar ia sedikit menjatuhkan air matanya.


" Kakek bagaimana disitu, kakek sehat kan Eunbi sangat khawatir. " Kata Eunha lagi.


"..........."


" Jika Eunbi ada waktu libur, aku akan pulang. " Ucap Eunha.


"............"


Panggilan berakhir


Setelah selesai menelpon dengan kakeknya, Eunha langsung menghapus sedikit air matanya yang keluar. Ia takut nanti di lihat Jooe pasti Jooe akan khawatir.


Setelah di rasa sudah baik, Eunha kembali menghampiri Jungkook dan Sanha.


" Noona siapa yang telepon. " Tanya Sanha yang sudah selesai makan.


" Ahh itu keluarga ku. " Jawab Eunha.


" Aku berharap Eunha noona belum ada namjachingu ( pacar ). " Batin Sanha.


Author: Sanha bucin amat yah😁

__ADS_1


" Sanha kajja kita pulang, weharaboji pasti akan mencari kita." Ucap Jungkook pada Sanha.


" Tapi hyung, aku masih ingin bersama noona cantik. " Jawab Sanha merajuk.


" Sanhassi ini sudah hampir sore, sebentar lagi aku akan pulang jadi sebaiknya kau juga harus pulang. " Ucap Eunha.


Mendengar itu Sanha langsung mengerti dan mau pulang.


" Baiklah kalau begitu aku akan pulang." Jawab Sanha dengan semangat nya.


" Anak ini sangat aneh, saat aku yang mengajak nya dia tidak mau dan membentak tapi saat Eunha, lihat lah. " Batin Jungkook.


" Emm hati hati Sanha. " Ucap Eunha tersenyum.


Setelah kepergian Sanha dan Jungkook, Eunha kembali bekerja ia juga akan bersiap siap pulang.


 


.......................


 


" TIDAK, aku tidak mau mengeluarkan Eunha dia pelayan terbaik di cafe ini. Semenjak kemasukan nya penghasilan cafe ini meningkat drastis. " Ucap Ravi tidak setuju dengan saran Mijoo.


" Tapi sajangnim.... " Jawab Mijoo terpotong.


" Lee Mijoo, apa kau mengerti apa yang ku maksud. " Balas Ravi.


Setelah cukup berdebat dengan manager nya, Ravi keluar dan hendak pulang. Karena begitu lelah dengan kejadian hari ini. Di tambah dengan permintaan Lee Mijoo, yang ingin memcat Eunha. Ravi begitu tidak rela karena Eunha adalah yeoja yang ia sukai. Saat ia keluar Ravi berpapasan dengan Eunha.


" Oh Eunhassi. " Ucap Ravi.


Eunha hanya menunduk di hadapan bos nya itu.


" Sepertinya ini sudah jam pulang mu, sebaiknya kau pulang dan beristirahat lah. " Kata Ravi yang melihat jam tangannya.


" Ne sajangnim ( baik tuan ). " Jawab Eunha sopan.


" Heii Eunha. " Panggil Mijoo.


" Ada yang saya bisa ku bantu. " Jawab Eunha menundukan kepalanya.


" Aku ingin kau segera keluar dari cafe ini. " Balas Mijoo geram melihat Eunha.


Mendengar itu Eunha melihat ke manager nya itu.


" Manager tenang saja, saya akan keluar tapi saya butuh waktu. " Ucap Eunha.


" Huh, itu bagus. "Mijoo senyum bahagia mendengar Eunha akan keluar.


 


......................


 


Di kamar Eunha


Eunha sedang duduk di meja belajar nya, pastinya keadaan nya sangat pusing hari ini. Di karenakan ia masih memikirkan kejadian di Sunrise cafe. Matanya sedikit tertuju dengan kartu nama seroang kakek yang di berikannya pada Eunha. Eunha mengambil kartu nama tersebut dan membaca sedikit tentang sang pemilik.


Eunha melihat ada lambang perusahaan Jeon lebih tepatnya Jeon Corp namanya di balik kartu nama tersebut dan sang pemilik adalah seorang kakek yang berumur 58 tahun, walaupun sudah lansia ia masih sangat kuat dalam bekerja.


" JEON CORP." Batin Eunha membaca.


" CEO JEON JOO HYUN." Batin Eunha.


Disitu juga tertulis alamat perusahaan Jeon Corp beserta tempat tinggal sang pemilik.

__ADS_1


" Jadi kakek ini adalah CEO, dia sangat kuat dalam bekerja. " Batin Eunha lagi.


" Mungkin ini saatnya aku berhenti kerja di sunrise cafe. " Ucap Eunha.


3 Hari kemudian


 


.........................


 


Di SOPA


" Tolong lepaskan aku, aku minta maaf tuan ampun kan aku. " Ucap seorang laki-laki.


" Hahahahahahha, enak saja orang miskin pantasnya di bully, kau tahu itu jika ada orang biasa seperti mu masuk ke SOPA dia akan menjadi korban ku. " Kata Vernon berkuasa.


" Dan kau adalah orang miskin selanjutnya yang akan jadi korban kami. " Ucap Vernon senyum berkuasa.


" Tolong ampun kan aku tuan, ku mohon. " Kata korban bully.


Vernon sedang membully seorang laki-laki yang baru saja masuk dua hari. Bukan hanya Somyi yang akan membully tapi Vernon juga sering jadi pelaku bullying. Eunha yang tadinya berjalan sendiri di belakang sekolah melihat kejadian itu, pria tersebut terbaring di tanah sambil menutup wajahnya dengan tangannya sedangkan rekan Vernon terus menendang dan memukulnya sampai di wajah laki laki itu memar akibat pukulan dari Vernon dan teman temannya.


" HAHAHAHAHAHAHA. " Vernon dan teman temannya tertawa dengan kerasnya bersamaan.


Eunha yang melihat terang terangan yang dilakukan Vernon langsung menuju kesana, walaupun ia masih takut dengan kejadian saat di depan sekolah. Ia juga berfikir bagaimana jika itu Jooe, maka itu Eunha bertekad ingin menolong pria tersebut sebisa Eunha.


" Heii kalian, apa yang kalian perbuat dengan nya, apa kalian tidak punya hati. " Ucap Eunha sedikit emosi.


Vernon dan teman temannya beralih menatap Eunha, yang datang secara tiba tiba.


" Annyeong Eunha-ya, semakin hari kau semakin cantik saja." Ucap Vernon merayu.


Sedangkan teman Vernon terkesima dengan pesona Eunha, mereka menganga di buatnya.


" Dia benar benar cantik. "


" Bos gebetan mu kali ini bak seorang dewi. "


" Bos jika kau tidak suka, kasih dengan ku saja. "


" Apa kau ingin merasa tendangan ku. " Jawab Vernon kesal.


" Mian, bos. " Balasnya takut.


" Kalian diam saja. " Ucap Vernon tegas.


" Eunha-ya gimana jika kita kekantin? " Ajak Vernon


Eunha tidak menggubris Vernon, Eunha malah berjalan menuju laki laki yang menjadi korban bully Vernon. Eunha membantunya berdiri, Vernon yang melihat itu kesal di buatnya.


" Yaak Eunha-ya apa yang kau lakukan. " Tanya Vernon.


" Jika dia kau bully karena miskin, kenapa kau tak membully ku. " Jawab Eunha.


" Eunhassi aku tidak ingin membully mu tapi aku ingin kau menjadi pacar ku. " Balas Vernon tersenyum.


Seorang siswa pria baru saja tiba dan menghampiri Vernon.


" Vernon-ah kau di panggil kepala sekolah di ruangan nya. " Ucap pria tadi langsung pergi.


" Kau selamat pria cupu, Eunhassi aku pergi dulu yah. " Kata Vernon.


" Kajja ( ayo ) kita pergi. " Ajak Vernon pada temannya.


To Be Continued

__ADS_1


*Jangan lupa likes, vote and comment. Maaf jika ada kesalahan kata 🙏Yuk saling dukung.


Comment girls karena comment kalian penyemangat dalam Update novel ini*.


__ADS_2