
" Heii Eunha-ya. " Panggil Lee Mijoo sunrise cafe manager.
" Ada yang bisa saya bantu manager Lee. " Tanya Eunha sopan.
" Huh, kau benar benar sok polos sekali. "
Jawab Mijoo kesal.
" Maksud manager Lee, apa yah. " Tanya Eunha heran dengan sikap manager nya itu.
" Ku beritahukan pada mu, jangan dekat dekat dengan Ravi sajang nim, dan jangan sok minta di puji dengan nya. " Jawab Mijoo mengungkapkan kekesalan nya pada Eunha.
" Saya tidak mengerti maksud anda, tapi saya tidak dekat dengan sajang nim, saya dan dia hanya sebatas bos dan karyawan. " Balas Eunha.
" Jujur saja aku tidak suka dengan mu Eunha ya, jadi sebelum aku memecat mu, sebaiknya kau memundurkan diri saja. " Kata Mijoo memperingati.
" Tapi manager Lee tidak bisa seenaknya memecat saya, karena saya tidak punya kesalahan selama bekerja di sini. " Jawab Eunha mulai menentang.
" Persiapkan dirimu Eunha-ya. " Balas Mijoo senyum miring.
............................
Keesokan harinya di SOPA
" Waeyo ( kenapa ). " Tanya Jooe melihat Eunha seperti memikirkan sesuatu.
" Sepertinya manager Lee, tidak menyukai ku. " Jawab Eunha ngeluh.
" Ahh, dia memang seperti itu, jika merasa terasingi." Balas Jooe.
" Kenapa bisa. " Balas Jooe.
" Dia mengancam akan memecat ku, sepertinya dia menyukai Ravi sajang-nim. " Kata Eunha.
" Mwo." Jawab Jooe terkejut.
" Tapi kenapa dia ingin memcat mu Eunha-ya. " Tanya Jooe.
" Dia mengira aku ada hubungan dengan bos kita. " Jawab Eunha.
" Sudahlah jangan di pikiran kan, toh kita bisa protes jika di memecat mu seenaknya. " Balas Jooe menyemangati.
" Eunha-ya kurasa Ravi sajang-nim menyukai mu. " Kata Jooe.
" Apa maksud mu. " Jawab Eunha terkejut.
" Apa kau tidak menyadari itu, dari tatapan matanya saat melihat mu. " Balas Jooe.
" Tapi semua pria menatap Eunha seperti itu, ya siapa sih yang gak jatuh cinta dengan pesona Eunha. " Batin Jooe.
" Yaak! Jangan berpikiran yang bukan bukan, aku tidak menyukai Ravi sajang nim, dia hanya bos kita saja. " Kata Eunha.
" Huh, terserah mu saja. " Jawab Jooe malas.
..................................
Karena merasa bosan dengan obralan nya dengan Jooe yang membahas tentang bos mereka berdua menyukai Eunha, Eunha mencoba berjalan ke halaman depan di SOPA, yang sangat luas. Yah saat ini Eunha sudah terbiasa tidak memakai masker, berkat dorongan Jooe dan Solar ahjumma.
Sapaan saat Eunha berjalan sendiri selalu saja ada apalagi siswa laki-laki.
" Hai cantik. "
" Annyeong. "
" Eunha-ya cantik. "
Risih masih Eunha rasakan, sampai matanya tertuju di sebuah pohon tak jauh dari halaman sekolah nya. Ia melihat seorang anak kecil yang duduk, seperti menunggu seseorang. Eunha menghampiri anak kecil tersebut.
" Annyeonghaseyo. " Ucap Eunha pada anak kecil laki-laki.
Anak tersebut terdiam melihat kecantikan perempuan yang menyapa nya.
" Wow, noona sangat cantik. " Katanya tanpa mengedipkan matanya.
" Ahh, kau sangat gemas sekali. " Jawab Eunha.
" Annyeong noona cantik. " Ucap anak kecil itu ramah.
" namaku Jeon Sanha. " Kata anak kecil itu bernama Sanha.
__ADS_1
" Wahh, nama yang bagus. " Jawab Eunha.
" Kau sangat kiyowo ( imut ). " Ucap Eunha sembari memegang pipi gembul Sanha.
Seketika itu pipi Sanha merah merona, ia juga sangat mengagumi kecantikan Eunha.
" Aku lihat kau sedang menunggu seseorang. " Kata Eunha.
" Ne noona, aku sedang menunggu hyung ku. " Jawab Sanha.
" Dia juga sama seperti noona, tampan. " Kata Sanha tersenyum.
Mendengar Sanha, Eunha tersenyum melihat tingkah anak kecil ini sangat mengemaskan. Eunha benar benar menyukai anak kecil yang lucu.
" Emm, perkenalan namaku Eunha. " Kata Eunha tersenyum.
" Namanya sangat pas untuk noona yang cantik. " Ucap Sanha.
Eunha hanya tersenyum mendengar kan perkataan Sanha, entah kenapa ia langsung akrab dengan Sanha. Seperti orang yang sudah kenal lama, Sanha juga begitu menyukai Eunha noona.
" Sepertinya hyung mu belum ada sambil menunggu hyung mu tiba, bagaimana jika kita makan ice cream. " Ajak Eunha pada Sanha.
" Aku mau noona. " Jawab Sanha bersemangat.
Sanha dan Eunha berjalan bersama menuju sebuah cafe kecil yang tak jauh dari sekolahan nya. Di sana banyak menjual berbagai minuman termasuk ice cream yang sangat lezat.
Setelah sampai keduanya duduk di sebuah meja di pojok jendela, Eunha benar benar menyukai tempat duduk di bagian situ. Baginya kita bisa melihat pemandangan dari luar cafe ini. Mereka duduk berhadapan hanya di batasi meja di depan mereka berdua.
" Sanha-ya kau ingin ice cream rasa apa? " Tanya Eunha.
" Rasa coklat, aku sangat menyukai yang manis seperti noona. " Jawab Sanha tersenyum.
" Baiklah. " Balas Eunha membalas senyuman Sanha, baginya Sanha sangat lucu dan mengemaskan.
Tak berselang lama pesanan ice cream Sanha telah tiba, ia memakannya begitu lahap. Eunha hanya menatap melihat kegemasan Jeon Sanha.
Seorang pria sedang buru buru keluar sekolah nya, setelah sampai ke tempat tujuan ia melihat tidak ada adiknya di situ. Pedahal tadi kata seseorang bahwa Sanha ada di sini. Dan sedang menunggu nya, Ia kemudian tertuju pada sebuah cafe ice cream.
" Sanha sangat menyukai ice cream, mungkin saja dia ada di sana. " Ucapnya lalu pergi ke cafe tersebut.
Setelah sampai di cafe tersebut ia langsung masuk ke dalamnya dan melihat sekitar, dengan mata yang sedang mencari seseorang. Sampai matanya berhenti ke seorang wanita yang seusia dengan nya sedang bersama adiknya Jeon Sanha.
" Noona, suka makanan apa. " Tanya Sanha.
" Hmm, aku menyukai hamburger. " Jawab Eunha.
" Sanha-ya. " Panggil seorang pria dengan nada keras, sehingga Sanha dan Eunha menoleh ke arah sana.
" Hyung. " Ucap Sanha melihat hyung nya menghampiri dia.
" Ju-jungkook. " Kata Eunha pelan, yah dia adalah Jungkook dia sedang mencari adiknya yang kata nya menyusul ke sekolah Jungkook.
" Kau sedang apa di sini? " Tanya Jungkook datar.
" Aku hanya ingin makan ice cream, bersama Eunha noona yang cantik. " Jawab Sanha tersenyum pada Eunha.
" Tadi aku menunggu hyung sangat lama jadi, aku pergi saja ke sini bersama Eunha noona. " Ucap Sanha.
" Ehh, hyung kenalkan ini Eunha noona, dia sangat cantik hyung. " Kata Sanha lagi.
" Jadi hyung nya sanha, adalah Jungkook. " Batin Eunha sedikit terkejut.
" Aku sudah mengenalnya. " Jawab Jungkook datar.
" Itu bagus, Eunha noona bagaimana pendapat mu tentang hyung ku. " Tanya Sanha pada Eunha.
" Yaak! Kau bicara apa. " Ucap Jungkook terlihat gugup dengan pertanyaan yang Sanha lontarkan pada Eunha.
" Hmm, Sanha karena hyung mu sudah ada, aku akan pergi. " Kata Eunha.
" Noona mau kemana? " Tanya Sanha.
" Aku ingin bertemu teman ku. " Jawab Eunha.
" Hanya teman kan noona. " Balas Sanha.
" Ne, kau segera lah pulang, tidak baik jika anak kecil yang mengemaskan ini masih berkeliaran. " Kata Eunha tersenyum pada Sanha.
" Aku baru lihat senyumanya itu. " Batin Jungkook menatap senyum Eunha.
" Ne noona. " Jawab Sanha tersenyum lucu.
Eunha sekilas melihat ke Jungkook yang juga menatap nya, lalu ia pergi kembali berjalan menuju kelas 12 B. Dalam perjalanan nya.
" Ahh, aku belum siap bertemu Jungkook lagi saat kejadian kemarin. " Batin Eunha, kejadian kemarin kalah main basket dengan Jungkook.
Walaupun sering bertemu di dalam kelas, tapi Eunha benar benar malu sekali. Untung saja Jungkook tidak pernah membahas tentang ke kalahannya.
__ADS_1
Buugh!
Bahu kanan Eunha bertabrakan dengan bahu Vernon.
" Hai cantik kita bertemu lagi. " Sapa Vernon tersenyum ramah.
Eunha hanya menatap Vernon sebentar lalu kembali melangkah pergi, tapi belum sempat melanjutkan langkah nya Vernon menghalangi nya.
" Eiitss tunggu dulu cantik. " Kata Vernon menghalangi Eunha.
" Apa mau mu. " Tanya Eunha kesal dengan Vernon lakukan.
" Hmmm, kemarin kenapa kau lari, aku belum sempat mengobrol banyak dengan mu. " Jawab Vernon.
" Itu bukan urusan mu, tolong biarkan aku pergi. " Balas Eunha merasa risih.
" Hyung bukan kah itu Eunha noona. " Kata Sanha menunjuk ke arah Eunha dan Vernon.
" Noona dengan siapa hyung, apa itu pacarnya. " Ucap Sanha seperti tidak suka.
Jungkook menatap adiknya, yang mengatakan bahwa Vernon adalah pacar Eunha.
" Aku tidak tahu, bukannya tadi dia mengatakan ingin bertemu dengan temannya. " Jawab Jungkook santai.
" Aku berharap yang hyung katakan itu benar. " Balas Sanha.
Sepertinya Sanha bucin ke Eunha, pedahal umur Sanha baru 7 tahun.
Vernon memegang pundak Eunha secara paksa, dan menarik tangan Eunha dengan paksanya. Yang membuat Eunha ketakutan dan parah nya lagi sesak di dada nya kembali kambu, itu karena semua mata tertuju pada Eunha atas kelakuan Vernon yang memaksa Eunha.
" Tolong lepaskan aku. " Kata Eunha menarik tangannya dari pegangan Vernon.
" Ayolah sebentar saja, kita ke kantin aku akan mentraktir mu. " Jawab Vernon pemaksaan.
Ia ingin pamer kedekatannya dengan Eunha, perempuan yang menjadi primadona di SOPA. bagi sisiwa siswi SOPA, tapi menurut Eunha ia hanya siswi biasa saja.
" Tolong jangan paksa aku, aku tidak mau. " Balas Eunha berusaha melepaskan diri dari Vernon.
Dari kejauhan Jungkook dan Sanha melihat tindakan Vernon seperti memaksakan Eunha.
" Hyung Eunha noona itu di apakan. " Kata Sanha khawatir.
" Hyung kita harus selamatkan Eunha noona. " Kata Sanha lagi, Jungkook masih diam di tempat nya. Memperhatikan Eunha dan Vernon.
" Hyung ayo kita toloong. " Kata Sanha, yang membuat Jungkook menatap ke arahnya.
" Kajja. " Sanha menarik tangan Jungkook menuju Eunha.
Sesak di dada Eunha mulai ia rasa semakin sakit, sampai ia terlihat kesulitan bernafas. Ia memegang dadanya terlihat keringat bercucuran di keningnya.
" Apa yang di lakukan Vernon. "
" Eunha kenapa, dia seperti kesusahan bernafas. "
" Vernon benar benar keterlaluan. "
Mereka hanya bisa menyaksikan tidak bisa menolong, karena mereka takut terhadap Vernon yang di kenal berandal.
" Lepaskan dia. " Kata Jungkook melepaskan tangan Vernon dari Eunha.
Posisi Jungkook saat ini di depan Eunha, ia membelakangi Eunha. Sehingga tubuh mungil Eunha tertutup oleh tubuh Jungkook yang kekar itu.
" Noona gwanchana. " Tanya Sanha pada Eunha yang menundukkan kepalanya.
" Nan gwanchana. " Jawab Eunha, entah kenapa nafas nya kembali teratur setelah Jungkook datang.
" Kau lagi, kau lagi, kenapa kau selalu ikut campur dengan urusan ku." Ucap Vernon emosi pada Jungkook.
" Tidak seharusnya kau melakukan itu padanya. " Jawab Jungkook.
" Aku tidak ada urusan denganmu, atau jangan jangan kau menyukai Eunha juga. " Balas Vernon emosi.
Ia sangat emosian saat bertemu Jungkook. Jungkook hanya menatap datar saat Vernon mengatakan itu. Sedangkan Eunha hanya biasa saja.
" Aku hanya kasihan melihat nya, dan kau apa kau seorang pria. Berani sekali kau memaksakan wanita apa sekarang kejantanan mu hilang. " Kata Jungkook santai.
" Diam kau! Aku tahu siapa kau Jeon Jungkook dan aku tak akan membiarkan wanita yang aku suka kau ambil lagi. " Jawab Vernon marah, setelah itu ia berlalu pergi. Jungkook hanya menatap datar kepergian Vernon.
" Gwanchana. " Kata Jungkook pada Eunha.
" Gomawo. " Ucap Eunha.
Note: Part terpanjang Girls, vote, vote, vote and likes
To Be Continued
*Jangan lupa likes, vote, comment. Maaf jika ada kesalahan kata 🙏 Yuk saling dukung.
__ADS_1
Comment girls karena comment kalian penyemangat dalam Update novel ini*.