I Love Nona Jung

I Love Nona Jung
24 Dream


__ADS_3

" Lain kali kalau mau jalan kasih tau eonni. " Kata Jiin pada Eunbi dengan nada sedikit tinggi.


" Maaf eonni, aku hanya bosan saja menunggu eonni mengobrol dengan ibunya Shuhua. " Jawab Eunbi pelan.


" Aku hanya pergi ke tempat permainan saja, bukan kemana mana eonni. " Jawab Eunbi lagi.


Sepertinya obrolan kedua perempuan itu terdengar oleh sang kakek, ia menghampiri kedua cucu nya.


" Ada apa ini? Kenapa kalian seperti orang yang berdebat." Tanya kakek keheranan.


" Tidak apa apa, kurasa ini tidak usah di perpanjangkan lagi. " Jawab Jiin mulai santai.


" Masuklah ke kamar mu. " Ucap Jiin pada Eunbi.


Eunbi pun berjalan menuju kamarnya, sesuai perintah eonni nya.


" Berbicaralah baik baik dengan adik mu. " Ucap kakek pada Jiin.


" Emm." Jawab Jiin mengangguk kan kepalanya.


" Selamat malam tuan. " Kata sang pelayan pada Jung Dae In yang memasuki rumah tersebut.


" Oppa dari mana." Tanya Jiin.


" Ke perusahaan ku, dan perusahaan mu. " Jawab Dae In yang mulai duduk di pinggir Jiin.


" Dimana Eunbi. " Tanya Dae In.


" Dia ada di kamar nya. " Jawab kakek.


" Oh ia kek, Jiin aku besok ada penerbangan ke Hongkong." Kata Dae In pada adiknya dan kakek.


Jiin dan kakek sudah mengerti walaupun kedatangan Dae In di Taiwan baru beberapa hari yang lalu, karena itu memang ke sibukannya mondar mandir untuk mengurus bisnis dan perusahaan nya.


" Eunbi pasti akan sedih. " Kata Jiin seperti ikut sedih.


" Berapa hari kau di sana? " Tanya kakek.


" Aku tidak tahu, tapi aku akan segera mengabarkannya jika sudah tahu. " Jawab Dae In.


Di kamar Eunbi.


" Pokoknya aku harus cepat cepat mengatakan perasaan ku pada Lai, aku gak mau ke duluan yang lain. " Kata Eunbi dengan penuh keyakinan nya.


Drrraaattt, drrraaaatttt! Suara handphone Eunbi.


" Eunbi yak. " Kata Shuhua di dalam telepon.

__ADS_1


" Emm, ada apa? " Tanya Eunbi.


" Aku minta maaf pasti kau di marahi eonni mu kan. " Jawab Shuhua.


" Sedikit. " Balas Eunbi singkat.


" Besok aku akan mempersiapkan sesuatu. " Kata Eunbi.


" Kau yakin. " Tanya Shuhua lagi.


" Aku sudah yakin 100% ." Jawab Eunbi.


" Aku tidak bisa menghalangi mu, sejujur nya saja aku tidak setuju dengan tindakan mu seperti itu, tapi itu keinginan mu. " Balas Shuhua seperti mencurahkan kata hatinya untuk Eunbi.


" Terimakasih Shuhua. " Ucap Eunbi.


Tok, tokk, tookk! suara pintu kamar Eunbi.


" Shuhua sudah dulu yah. " Kata Eunbi mengakhiri sambungan telepon nya dengan Shuhua.


Pembicaraan di telepon selesai!


" Eoh oppa. " Kata Eunbi melihat oppanya.


" Kau sedang menelepon siapa. " Tanya Dae In.


" Tidurlah ini sudah malam. " Balas Dae In.


" Baik oppa. " Kata Eunbi yang memulai membaringkan tubunya.


Dae In mulai menyelimuti adiknya dan mencium kening Eunbi. Eunbi pun tersenyum pada kakaknya.


" Tidur yang nyenyak. " Kata Dae In di balas senyuman oleh Eunbi.


Dae In masih duduk di tepi ranjang Eunbi, ia sudah mulai melihat Eunbi memejamkan matanya dan tertidur. Setelah itu ia keluar untuk mulai beristirahat karena besok ia akan pergi ke Hongkong.


" Lai aku mencintai mu. " Kata Eunbi pada Lai berharap Lai juga membalas cintanya.


" Eunbi sebenarnya aku juga mencintai mu. " Jawab Lai tersenyum bahagia.


" Jadi kita... " Balas Eunbi terpotong.


" Pacaran! " Kata Lai yang langsung mengatakan kata tersebut.


Eunbi tersenyum bahagia, karena cintanya terbalaskan.


" Apa ini benar benar nyata." Batin Eunbi yang melihat Lai di depannya juga menatap nya tersenyum bahagia.

__ADS_1


Perlahan lahan ia melihat Lai mendekati nya, beberapa langkah lagi dan saat ini Lai sudah benar benar berada di dekat Eunbi. Lai mulai ingin memeluk Eunbi tapi!


Krring kerrrriiiing, krrrrrrriiiiiiiing! Suara alarm di dekat meja ranjang Eunbi.


Perlahan Eunbi bangun dan membuka matanya.


" Ahh dia benar benar mengganggu sekali. " Kata Eunbi yang mengambil alarm dan mematikan nya.


Perlahan ia sedikit sadar, dan melihat alarm itu dengan terkejut nya.


" Mwoo aku terlambat. " Kata Eunbi panik melihat alarm ia langsung bergegas menuju kamar mandi.


" Selamat pagi Eonni, oppa, kakek. " Ucap Eunbi pada keluarga nya dengan tersenyum.


" Tumben sekali kau bangun terlambat. " Kata eonni Jiin.


" Ahh, sekali tidak apa kan. " Jawab Eunbi yang mulai duduk di meja makan.


Saat ini keluarga Jung sedang sarapan pagi dengan roti panggang yang menggiurkan perut lapar.


" Oppa, oppa begitu rapi. " Kata Eunbi pada Dae In.


" Oppa mu akan berangkat ke Hongkong. " Jawab kakek.


" Apppa, kenapa cepat sekali. " Balas Eunbi seperti tidak terima.


" Oppa juga tidak lama di sana, jadi Eunbi harus jaga eonni dan kakek yah. " Kata Dae In memberitahukan Eunbi.


" Ia oppa. " Kata Eunbi yang sudah mulai tenang.


" Sudah lah ayo kita sarapan, nanti kita akan terlambat. " Ucap Jiin.


" Berarti tadi itu hanya mimpi, jadi aku belum jadian dong sama Lai. " Batin Eunbi.


" Tapi tidak apa, mungkin itu pertanda Lai akan menerima ku juga. " Batin Eunbi lagi.


Yah ternya Eunbi hanya bermimpi ia sudah jadian dengan Lai.


" Eunbi apa kau ingin terlambat, cepat makan sarapan mu. " Kata Jiin yang membuyarkan pikiran Eunbi.


Eunbi langsung memakan sarapannya karena tidak mau mendapatkan omelan dari sang Eonni.


To Be Continued


*Jangan lupa likes, vote, comment. Maaf jija ada kesalahan kata 🙏 Yuk saling dukung.


Comment Girls karena comment kalian penyemangat dalam Update novel ini*.

__ADS_1


__ADS_2