
Sepulang sekolah seperti biasanya Eunha kembali bekerja menjadi seorang asisten.
Tak!
Jungkook meletakkan kardus ponsel di atas meja di hadapannya yang juga ada Eunha berdiri.
" Ambil ini untukmu. " Ucap Jungkook datar.
Eunha pun membuka kardus tersebut dan mendapatkan ponsel yang lumayan mahal.
" Ini untuku? " Eunha memperhatikan ponsel tersebut.
" Bukannya tadi sudah ku katakan. " Jungkook datar.
" Maksudku ini tidak perlu, lagipula aku mempunyai ponsel sendiri. " Kata Eunha.
" Kalau begitu serahkan nomor kontakmu. " Jungkook datar.
" Aniyo ( tidak ) aku tidak bisa memberikannya. " Tolak Eunha.
" Jika kau tidak ingin memberikannya, maka kau harus menggunakan ponsel tersebut. " Jungkook tegas.
" Tapi......"
" Kau hanya menggunakannya saat menjadi asistenku. " Jungkook.
Sebenarnya Eunha suka, dengan ini ia bisa menghubungi Jungkook jika suatu saat nanti Jungkook kabur darinya.
" Itu perintah kakekku. " Lanjut Jungkook.
" Nomorku dan nomor kakek, Sanha juga sudah ada di ponsel itu. " Jelas Jungkook.
Tak lama ponsel Jungkook berdering!
Eunha kelinci betina aneh is calling!
Jungkook sudah memandang datar pada Eunha.
" Aku hanya mencobanya. " Eunha.
Lalu Eunha mematikan tombol end-nya.
" Dasar wanita aneh. " Batin Jungkook.
" Jungkook-ah aku bisakan memasukan nomor bibiku dan Jooe? " Eunha.
" Boleh. " Jawab Jungkook datar.
" Gomawo ( terimakasih ). "
" Kalau nomor Seobin juga bis......"
" Tidak boleh! " Tegas Jungkook.
" Kenapa tidak boleh, Seobin adalah temanku. " Kesal Eunha.
" Ponsel itu adalah milikku, kau hanya menggunakannya saat menjadi asistenku dan aku tidak suka kau memasukkan nomor orang lain tanpa seizin ku. " Tegas Jungkook.
" Ne ( ya ) baiklah. " Pasrah Eunha.
" Aku akan memasukkan nomor Shindong dan Kaho juga. " Kata Jungkook.
............
" Jooe. " Panggil Ravi.
" Ne sajangnim ( iya tuan ). " Jawab Jooe sopan.
" Aku ingin menanyakan Eunha padamu. " Ucap Ravi.
" Bagaimana kabarnya? " Ravi.
" Eunha baik baik saja tuan. " Jawab Jooe.
" Kurasa bos Ravi merindukan Eunha. " Batin Jooe ia bisa melihat dari raut wajah bosnya ini.
__ADS_1
" Sekarang dia bekerja di mana? " Ravi.
" Dia menjadi seorang asisten sekarang. " Jawab Jooe.
Sementara di lain sisi Mijoo menatap geram akan hal itu.
" Ada lagi yang ingin kau tanya tuan? " Jooe sopan.
" Bisakah aku meminta nomor kontak Eunha. " Kata Ravi.
" Aku tidak mempunyai nomor Eunha. " Jawab Jooe.
" Kaukan sahabatnya kenapa kau tidak punya. " Ravi heran.
" Aku juga tidak tahu. " Kata Jooe.
..............
Kakek Jeon is calling
" Wah kakek Jungkook menelepon. " Gumam Eunha.
Eunha menjauhkan diri dari Jungkook agar nanti Jungkook tidak mendengarkan pembicaraanya dengan kakeknya, karena mereka akan menggosipi pangeran es Jeon. Tapi sepertinya Jungkook mengetahui bahwa kakeknya sedang menghubungi Eunha.
" Jangan bicara yang tidak benar pada kakek. " Ucap Jungkook dingin.
Eunha yang merasa peka dan hanya tersenyum masam pada Jungkook, lalu ia melanjutkan jalannya menuju teras rumah.
" Yeoboseyo ( halo ). " Jawab Eunha.
" Eunha ini kakek. " Ucap kakek Jeon dari sambungan teleponnya.
" Iya kek aku tahu. " Balas Eunha.
" Kakek sengaja memberikanmu ponsel agar nanti kau bisa melaporkan aktivitas Jungkook di setiap harinya. " Tutur kakek Jeon.
" Aku mengerti. " Eunha.
..............
" Ne ( ya ) manager ada yang bisa saya bantu? " Sopan Jooe.
" Kau tahu kesalahanmu? " Mijoo judes.
" Kesalahan? Sepertinya aku tidak malakukan kesalahan. " Elak Jooe.
" Apa kau ingin bernasib sama dengan temanmu yang sok cantik itu. " Kesal Mijoo.
" Jangan pernah membawa namanya lagi di hadapan Ravi sajangnim. " Mijoo mempertegas.
" Aku tidak membahasnya, Ravi sajangnim saja yang ingin tahu jadi aku jawab. " Jooe membela dirinya.
" Berani kau menjawab kau akan ku pecat. " Mijoo kesal.
" Kau tidak bisa memecat tanpa seizin ku. " Ravi yang menghampiri Jooe dan Mijoo.
" Sa-sajangnim ( tu-tuan ). " Mijoo yang kaget dengan kedatangan bos nya ini.
" Jika kau berani memecat Jooe kau harus angkat kaki juga dari sini. " Ravi.
" Maafkan aku. " Mijoo merasa malu.
" Terimakasih sajangnim ( tuan ). " Jooe.
..............
Saat Eunha sudah selesai berbicara lewat sambungan telepon ia masuk kembali ke dalam rumah Jeon. Tapi ia tidak menemui Jungkook di sopa.
" Bukannya dia tadi ada di sini, kemana dia! " Eunha mencari majikannya.
" Apa mungkin dia ada di kamarnya. " Pikir Eunha.
Tak lama Eunha mendengar suara orang yang sedang berenang di kolam rumah Jungkook.
" Apa dia sedang berenang. " Gumam Eunha, kemudian ia berjalan menuju kolam renang di rumah Jungkook.
__ADS_1
Benar saja, Eunha menemui tuannya ini sedang berenang mungkin dia sedang latihan untuk persiapan lombanya.
Jungkook berenang ke tepi dan ingin naik kembali ke atas, saat itu juga ia melihat Eunha sedang memperhatikannya.
" Apa yang kau lihat, kau menyukainya. " Ucap Jungkook, karena saat ini dia memang bertelanjang dadah.
" Mwo ( apa ). " Kata Eunha tidak mengerti.
" Aku tahu kau adalah kelinci betina yang mesum. " Ucap Jungkook santai.
Eunha mulai peka dengan perkataan Jungkook.
" Jangan berspakulasi aku sedang memikirkan bagian tubuhmu. " Eunha kesal.
Jungkook saat ini sudah berada di atas.
" Jangan diam saja, aku haus. " Jungkook.
Eunha langsung masuk kembali lagi untuk mengambilkan Jungkook minuman.
..................
" Manager Lee tidak ada pria yang tampan yang menyukai wanita dengan perilaku tidak baik. " Ujar Jooe.
" Jadi kusarankan kau harus mengubah sikap baikmu itu. " Sindir Jooe secara halus, lalu ia pergi kembali bekerja.
" Awas kau Jooe. " Mijoo memandang geram Jooe.
..............
" Jungkook-ah. " Panggil Eunha.
Saat ini Eunha sudah membawa mampan dengan segelas jus orange untuk Jungkook, tapi Eunha tidak menemui Jungkook sedang duduk, lalu Eunha berjalan menuju meja yang ada di tepi kolam renang tersebut untuk menaruh minuman Jungkook.
Eunha juga merasa saat ini Jungkook sedang tidak di kolam, buktinya air kolam tersebut nampak tenang.
" Kemana dia. " Gumam Eunha.
Saat Eunha menoleh ke arah kolam tersebut, dapat ia lihat Jungkook sedang berada di dalam air nampak seperti orang tenggelam alhasil Eunha panik. Ia takut jika Jungkook sudah tidak bernyawa di dalam air apalagi hampir 35 menit Jungkook betah dan tak bergeming di dalam air.
Dengan panik, Eunha cebur ke dalam kolam tersebut untuk menyelamati Jungkook.
" Jungkook-ah. " Panggil Eunha, berusaha membawa badan Jungkook naik ke atas air.
Jungkook yang sedang konsentrasi tadi mendapatkan gangguan dari Eunha, alhasil ia langsung kembali ke atas.
Puuaahh!
" Yak! Eunha ssi apa yang kau lakukan. " Kesal Jungkook.
" Kau baik baik sajakan. " Eunha khawatir.
" Apa yang kau katakan. " Dingin Jungkook.
" A-aku kira kau.....kau sudah......ma....." Eunha.
" Kau mengangguku aku sedang latihan pernapasan. " Kata Jungkook dingin.
" Latihan pernapasan! " Eunha tercengang.
" Maafkan aku, kalau begitu kau lanjuti saja. " Ucap Eunha, segera berenang naik.
Tapi Eunha merasa gerakannya masih di tempat, dapat Eunha rasakan Jungkook sedang memegang kerah bajunya di bagian leher belakang.
" Lepaskan aku Jungkook-ah. " Kata Eunha.
" Enak saja kau langsung pergi begitu saja, setelah kau menganggu konsentrasi ku. " Tutur Jungkook datar.
" Apa yang kau inginkan. " Eunha, ia terus memberontak karena Jungkook belum melepaskan tarikannya di baju leher Eunha.
" Aku ingin memberimu sedikit pelajaran. " Jawab Jungkook sembari senyum smirk.
To Be continued
__ADS_1
Sumpah aku ambyar banget liat photoshoot MyRoom and MyGirls, bengek liat Eunha. oh tidak ayo cepatlah 9nov. Curhatan hati seorang buddy🤣