
" Cari perhatian! " Jawab Somyi santai.
" Aku belum memanfaatkan cedera ini, tapi sudah sembuh. " Lanjut Somyi.
" Dan besok aku akan mulai memanfaatkannya. " Somyi senyum evil.
" Somyi aku yakin Jungkook akan kasihan melihat kondisimu. " Kata Jueun.
" Aku tahu itu, dan aku akan terus menyalahkan Eunha dengan ini. " Balas Somyi tertawa senang.
" Hahahahahah. "
.............
" Jungkook ssi aku tidak suka dengan kau mengabaikan jam makan mu. " Ceramah Eunha.
" Bagaimana jika kondisimu drop dan masuk rumah sakit. "
" Apa yang akan aku katakan pada kakek mu nanti? " Eunha dengan nada marah marah + khawatir.
" Terimakasih. " Ucap Jungkook sembari tersenyum kecil.
" Terimakasih untuk apa? " Eunha bingung.
" Ani ( tidak ) untuk apa apa. " Jungkook.
Jungkook kemudian kembali makan dengan lahapnya, Eunha tersenyum melihat itu.
.............
" Kapan kau akan berangkat? " Tanya Daein.
" Sebentar lagi. " Jawab Jiin.
" Sementara Kak Daein ada di sini, jadi kakek tidak sendiri. " Kata Jiin.
" Kakek yakin tidak ingin ikut Jiin? " Tanya Daein mungkin pertanyaan ini sudah ke 5 kalinya.
" Bawa saja Eunha kemari. " Jawab sang kakek.
Dua saudara kandung itu saling menatap setelah mendapatkan jawaban dari kakek mereka.
" Kakek tenang saja, aku akan membawa Eunha kembali. " Balas Jiin.
" Aku sudah merindukan adik kecil kalian walaupun dia sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik dan mandiri tapi tetap saja! " Lirih sang kakek.
" Aku khawatir kehidupannya selama di Korea masih sama tertekannya di sini. " Lanjut sang kakek.
" Bukannya selama ini Eunha tak pernah mengeluh saat berada di Korea. " Ucap Daein.
" Aku yakin dia sedang menyembunyikan sesuatu. " Balas kakek.
" Permisi. "
" Selamat pagi nona. "
" Pesawat yang anda akan tumpangi, akan segera berangkat. "
" Kakek jaga diri kakek baik baik. " Pesan Jiin.
" Kakak aku menitip kakek. "
" Cepatlah kembali. " Kata kakek.
" Aku mengerti. " Jawab Jiin.
..............
Eunha dan Jungkook sudah kembali ke rumah Jeon.
" Jungkook-ah aku harus pulang. " Ucap Eunha.
" Aku tahu. " Balas Jungkook.
" Aku akan mengantarkanmu. " Kata Jungkook.
" Tidak! Tidak perlu. " Tolak Eunha.
" Kau harus istirahat, apalagi besok adalah kompetisi mu. " Kata Eunha.
" Aku ingin kau hanya fokus ke kompetisi mu, aku tahu kau pasti mengharapkan hasil yang bagus. " Lanjut Eunha.
" Aku akan pulang. " Lalu Eunha berbalik badan menuju keluar.
" Eunha-ya. " Panggil Jungkook.
Eunha kembali menghadapkan badannya pada Jungkook.
" Ne ( ya ). "
" Beritahukan Eunha saja, apa kau ingin terlambat. " Ucapan Kaho yang selalu menghantui Jungkook saat berada dengan Eunha.
" Tidak apa! Hati hati. " Kata Jungkook gugup.
Jungkook menaikan tangan kanannya untuk memberikan lambai perpisahan pada perempuan di hadapannya. Eunha yang melihat itu tersenyum bingung dengan sikap Jungkook saat ini.
.............
Suasana malam!
__ADS_1
" Aku kan sudah pernah bilang, Jungkook itu meyukaimu. " Kata Jooe.
" Tidak Jooe. " Bantah Eunha.
" Memangnya kau tidak punya perasaan dengan Jungkook? " Tanya Jooe.
" Bagaimana kondisi jantungmu saat berada di samping Jungkook? "
" Biasa saja. " Jawab Eunha santai.
" Akhir-akhir ini memang sikapnya sangat berubah, aku sangat bingung padanya. " Titah Eunha.
" Eunha-ya. "
" Dulu Jungkook memang menyebalkan bukan! " Kata Jooe.
" Tapi karena dia mulai menyukaimu jadi ia merubah sikapnya agar kau merasa nyaman di dekatnya. " Titah Jooe.
" Bukannya seorang pria akan melakukan hal itu jika sedang jatuh cinta. " Tutur Jooe.
" Tidak usah dipikirkan, kurasa itu bukan hal cinta. " Eunha berfikir positif.
" Mungkin itu adalah sifat aslinya, seharusnya aku bersyukur itu berarti aku berhasil merubah Jungkook. " Kata Eunha.
" Terserahmu saja. " Jooe kesal dengan Eunha.
.............
Keesokan harinya!
Jungkook sedang mempersiapkan dirinya untuk kompetisi renang hari ini, sedikit rasa gugup melandanya tapi saat mengingat Eunha memberinya dukungan tingkat kepercayaannya semakin tinggi.
" Sudah hampir 2 jam kau pemanasan. " Tutur Kaho.
" Kau akan terlambat ayo kita pergi sekarang! " Kata Kaho.
" Aku akan pergi bersama Eunha. " Ucap Jungkook, yang terus melakukan pemanasan kecil kecilan.
" Aku tahu. " Balas Kaho.
" Tapi Jungkook-ah....... "
Draaatt, drrraaatt!
" Aku tidak bisa ikut bersamamu, pergilah aku akan menyusul nanti. "
Jungkook mendapatkan pesan dari Eunha, yang mengatakan sebagai di atas.
Dengan cepat Jungkook, menelepon Eunha balik.
" Halo. "
" Kau akan pergi ke mana? " Tanya Jungkook cepat.
" A, aahhhhh! " Eunha gugup.
" Jooe menyuruhku untuk menemaninya sebentar. " Jawab Eunha bohong.
" Maaf. " Batin Eunha.
" Aku akan menyusul......... "
" Aku akan menunggumu. " Jungkook cepat.
" Ani ( tidak )! Perlu kau akan terlambat. " Balas Eunha.
Jungkook sangat kecewa dengan jawaban Eunha.
" Jangan khawatir, aku yakin kau pasti bisa memenangkan kompetisi nya. " Eunha memberikan semangat.
Bip!
" Tidak biasanya Eunha terlambat. " Kaho yang terus mengoceh.
" Ayo kita pergi! " Kata Jungkook, bergegas.
Chae Kaho sendiri merasa heran dengan perubahan wajah Jungkook.
.............
" Huuffffttt! " Hela Eunha.
*Flashback on!
Eunha saat ini sedang bersiap akan pergi ke rumah Jungkook, dengan menemani nya dalam melewati kompetensi nya*.
Eunha Pov
" Aku terus berjalan dengan perasaan santai, tapi langkah ku terhenti *karena suara ponselku yang berbunyi. "
" Dapat aku lihat, nama kakek Jiin sedang tertulis di layar ponselku. "
" Aku mendapatkan itu sangat bahagia, sungguh aku merindukan kedua kakakku dan kakakku*. "
Eunha pos end
" *Halo Kak. " Jawab Eunha.
" Eunha-ya, apa yang sedang kau lakukan? "
__ADS_1
" Apa kau sedang sibuk. " Tanya Jiin dari sambungan ponsel nya.
" Aaahhh. "
" Tidak. " Jawab Eunha.
" Sekarang aku sedang berada di Seoul. " Kata Jiin sembari tersenyum di balik ponselnya.
" Apa! "
" Ku pikir kau akan bahagia? "
" Aah tentu, aku sangat bahagia. " Ucap Eunha gugup.
Jiin kembali tersenyum di balik ponselnya.
" Kemarilah, sekarang aku sedang di hotel grand hyatt. " Kata Jiin.
" Apa perlu, kakak menyuruh bodyguard kakak yang ada di Seoul untuk menjemput mu. " Kata Jiin.
" Tidak perlu! " Tolak Eunha.
" Aku bisa sendiri, aku hanya tidak ingin orang melihatnya. " Jelas Eunha.
" Baiklah, kakak mengerti. " Tutur Jiin.
" Aku akan segera ke sana Kak. " Balas Eunha.
" Kakak sangat merindukan mu. " Ucap Jiin.
" Aku juga. " Balas Eunha tersenyum.
Bip*!
Flashback off!
Setelah memberikan pesan pada Jungkook tadi, Eunha kembali masuk ke rumah untuk mengambil sweater, topi, dan masker. Agar nanti orang orang tak mengenalnya.
.............
Ceklek!
Eunha masuk ke dalam taksi, dengan perasaan bahagia sekaligus tidak enak pada Jungkook karena telah berbohong.
" Akan saya antar ke mana nona? " Tanya sang supir, sebenarnya ia heran dengan pelanggannya ini. Karena berbeda dengan style penumpang yang lain.
" Nona. " Panggilnya lagi.
" Gra......."
" Jika aku mengatakan hotel mewah itu, pasti dia berfikir yang aneh aneh. " Batin Eunha.
" Di dekat hotel grand hyatt. " Jawab Eunha.
" Baik nona. "
" Ku pikir dia orang kaya, tapi mungkin ingin ke tempat yang lain di sekitar hotel gran hyatt. " Batin sang supir taksi.
...........
" Jungkook kenapa? " Tanya Shindong pada Kaho.
" Tidak tahu. " Jawab Kaho.
Somyi dengan kelima temannya datang menghampiri Jungkook, bak Somyi adalah ayam betina yang mempunyai anak yang terus mengekorinya dari belakang.
" Jungkook-ah. "
" Hari ini kau tampak keren sekali. " Ujar Somyi sembari tersenyum kikuk.
" Kau tenang saja, aku akan memberikanmu semangat. " Kata Somyi penuh energi.
Setelah mengatakan hal itu, Jungkook pergi begitu saja tanpa mempedulikan Somyi.
" Tenang Somyi ssi, kau sudah berhasil. " Ucap Jueun.
" Dia pikir, Jungkook membutuhkan semangat nya. "
" Dasar perempuan pansos. "
" Aku rasa Jungkook tidak menyukai nya. "
Semua perkataan itu Somyi dengar secara langsung, dari penggemar Jungkook. Yang juga ada menonton sang idola.
" Yak! " Teriak Somyi pada penggemar Jungkook.
Mereka pun sedikit takut, dengan raut wajah Somyi yang tengah marah.
" Hah! "
Lalu Somyi dengan temannya mencari tempat duduk, yang bisa melihat dan mendukung Jungkook sepenuhnya.
" Ayo kita ke sana. " Ajak Somyi.
" Hai! Kau orang biasa lari dari sini, Somyi akan menduduki tempat ini. " Kata Eunchae.
" Tidak bisa, kami terlebih dahulu yang duduk di sini. " Katanya melawan.
To Be Continued
__ADS_1