
"Bagaimana hari mu di sekolah? " Tanya Jiin.
"Hari ini?!" Eunbi hanya tersenyum senyum melamun membayangkan, kejadian di perpustakaan bertatapan langsung dengan pria pujaannya.
"Hey Eunbi kamu kenapa, apa yg membuat mu tersenyum seperti ini, apa ada hal yg menyenangkan di sekolah tadi. " Tanya Jiin.
"Eh eonni, ia." sambil tersenyum senyum.
"Hal apa itu?. " Tanya Jiin.
"Ada deh ini rahasia ku eonni. " agak terlihat kesal Eunbi.
"Baiklah." Jiin.
"Oh ia eonni, oppa Dae In kapan pulang, aku sudah merindukan nya." tanya Eunbi.
"Oppa belum bisa pulang, masih banyak kerjaan di luar negeri setelah dari London dia akan otw ke Paris. " jelas Jiin.
"Whattt, eonni kenapa lama sekali aku sudah merindukan oppa, pokoknya aku mau oppa harus ada besok. " kesal Eunbi.
yah karena Eunbi sangat menyayangi oppa Daein nya, karena oppa nya lebih mengerti apa yg ia mau di banding kan eonni Jiin, yang suka mengatur jalan hidup Eunbi sama dengan kakek nya. Tapi walaupun seperti itu Jiin sangat menyayangi Eunbi sebalik nya Eunbi pun begitu.
"Sudahlah jangan marah, kita masih bisa menelpon atau video call dengan oppa ok! " ucap jiin menenangkan Eunbi.
"ahh eonni tidak bisa mengerti apa yg ku inginkan." batin Eunbi.
Setelah tiba di rumah yang sangat megah bak istana.
Ia seperti ini, karena keluarga Jung sangat terkaya banget girls gak tahu deh kayanya kaya mana yang penting kaya se World.
Setelah memarkirkan mobil Jung Eunbi and Jung Jiin masuk kedalam rumah mewah tersebut. Mereka di sambut oleh para pelayan dengan seyuman dan sapaan.
"Selamat siang, noona muda." ucap pelayan bersamaan.
Eunbi dan Jiin hanya tersenyum kepada pelayanan tersebut, tak jauh di ruang tamu.
"kakkkkeeeekk. " teriak Eunbi berlari menuju kakek nya langsung memeluk, ia sangat menyayangi kakek nya tersebut.
"Kamu sudah pulang sayang. "Tanya kakek.
__ADS_1
"Ia kek." balas Eunbi.
"Eunbi ganti baju mu setelah itu kita makan siang." ucap jiin.
"Ia eonni, kek Eunbi ke kamar dulu yah. " ucap Eunbi.
"Ia sayang. " mencium kening Eunbi.
"Bagaimana pekerjaan mu tadi di kantor. " Tanya kakek.
"Baik baik saja kek, saham perusahaan makin meningkat, banyak banget perusahaan yang ingin bekerja sama dengan kita. " Ucap jiin senang.
"Bagus! kakek percaya dengan mu dan Daein. " senyum kakek.
Jiin pun sangat bahagia karena dapat kepercayaan dari sang kakek.
"Ia kek, kakek gak usah capek capek kakek dirumah aja istirahat biar aku dan oppa yang mejalankan perusahaan kakek." ucap Jiin.
Setelah itu Eunbi pun tiba dan para pelayan telah menyiapkan makanan yang begitu banyak.
mereka pun langsung pergi ke meja makan untuk makan bersama.
"Eunbi mau yang ini. " ucap Eunbi menunjuk makanan tersebut.
Eunbi pun kesal karena eonni nya melarang memakan makanan kesukaan nya, ia pun hanya mengangguk.
"Ia Eonni." ucap eunbi kesal.
"Jika saja ada oppa Daein aku pasti bisa memakan makanan itu, pasti oppa membela ku. " batin Eunbi.
"Eunbi kau harus dengar kata Eonni mu. " Kakek.
"Ia kek." Eunbi senyum.
Setelah selesai makan Eunbi langsung pergi ke kamar nya, sementara Jiin pergi keruangan kerja yang ada di rumah tersebut dan kakek pergi beristirahat di kamar.
Di kamar!? Jung Eunbi.
"Ah, aku sangat merindukan oppa." ucap Eunbi.
tapi ia malah ke pikiran dengan ke jadian di sekolah tadi, dan membuatnya senyum senyum sendiri sambil menutup mukanya dengan bantal.
__ADS_1
Suara ketukan pintu membubar kan pikiran Eunbi tetang pria yang dia sukai.
Tok Tookkk tokkk!
"Ahhh siapa sih, ganggu aja. " ucap Eunbi kesal.
Ia pun pergi membuka pintu. Dan ternyata.
"Oh kamu sudah datang." Eunbi.
"Ia tadi aku masuk kata pelayan mu kamu di kamar, jadi aku nerobos masuk aja pasti kamu lagi mikirin laki-laki itu kan." ucap Shuhua curiga.
"Emangnya kenapa, gk ngerugiin kamu kan. " ucap Eunbi santai.
"Ngerugi lah, aku dari tadi ketok pintu gak kamu buka buka tangan ku sampai merah nih." Shuhua sambil ngasih liat tangannya.
"Udah udah sekarang yuk kita ngerjaiin PR." ajak shuhua.
"Terserah mu. " Eunbi.
Setelah setengah jam mengerjakan PR.
"Akhirnya selesai juga." ucap shuhua.
"Makasih yah Eunbi udah bantu aku. " Shuhua.
"Hmmm, ia." Eunbi.
"Shuhua aku punya permintaan aku butuh bantuan kamu aku harap kamu membantu ku, karena aku udah membantu kamu ngerjain PR. " ucap Eunbi agar mau membantu nya.
"Pasti dia mau minta bantu tentang laki - laki itu." batin Shuhua curiga.
"Minta bantu apa?." tanya Shuhua agak malas.
"Aku ingin dekat dengan laki-laki itu." ucap Eunbi.
"Sudah ku duga." batin Shuhua.
"Eunbi kamu jangan mau sama dia, karena ke tempanan nya aku dengar dari murid yang sekelas dengan nya bahwa dia fake boy. Tadi aja yang aku jalan menuju rumah mu. Aku melihat dia dengan perampuan lain." Jelas Shuhua.
To Be Continued
__ADS_1
Jangan lupa di like yh girls
maaf jika ada kesalahan kata .🙏