
" Tumben sekali Eunha tidak ada. " Batin Sehun, menatap ke arah Jungkook.
" Sekarang ganti baju kalian, karena sebentar lagi pertandingan akan di mulai. Ingat lakukan sebisa yang kalian bisa. " Kata coach.
" Baik coach. " Ucap Sehun dan Jungkook serempak. Sekilas mereka saling menatap.
" Hemm, aku senang mendengarnya. " Ucap Coach senang melihat ke kompakkan Jungkook dan Sehun.
............
Eunchae menarik kerah baju seorang wanita yang berani melawan perintah Somyi karena tidak mau mengalah atas bangku yang ia nilai aesthetic. Untuk memberikan dukungan pada Jungkook.
" Baiklah aku akan pergi, kalian boleh duduk di sini. " Ucapnya takut, kemudian ia pergi dari situ di bandingkan berhadapan dengan Somyi.
" Begitukan mudah. " Gumam Somyi.
Somyi kemudian duduk dengan khas angkuhnya, di ikuti oleh kelima temannya.
" Jueun, keluarkan benda yang ku perintahkan kemarin. " Pinta Somyi.
Jueun kemudian mengeluarkan banner dari tasnya, sebanyak 6 banner di mana semua geng Somyi dapat memegangnya satu satu.
Jueun lalu membagikannya pada temannya yang lain yaitu Yebin, Eunchae, Eunice, dan Huihyeon termasuk Somyi.
Banner tersebut bertuliskan kata kata penyemangat untuk Jungkook.
" *Jungkook yang tampan. "
" Jungkook adalah pemenangnya. "
" Jungkook number one. "
" Tidak ada yang bisa mengalahkan Jungkook. "
" Semuanya biasa saja, tapi Jungkook sangat luar biasa. "
" Aku tahu, Jungkook adalah sang juara*. "
Di atas adalah quotes yang ada pada banner yang di pegang oleh geng Somyi, tak luput mereka berteriak dengan terus meneriakkan nama Jungkook.
..............
" Di mana Eunha? " Tanya Sehun.
Jungkook terdiam sebentar, tanpa menjawab pertanyaan Sehun lalu ia pergi begitu saja.
" Dasar! " Kesal Sehun menatap tajam pada Jungkook.
............
" Apa pertandingannya sudah di mulai? " Tanya Jooe pada Kaho yang baru saja tiba.
" Jooe ssi aku merindukan mu. " Manja Kaho memeluk Jooe.
" Bisakah kalian tidak melakukannya di sini. " Masam Shindong.
" Biarkan saja, kenapa tidak membawa Sunny? " Tanya Kaho.
" Katanya dia sedang sibuk. " Jawab Shindong.
Jungkook baru saja keluar dari loker nya bersama dengan Sehun di belakangnya. Ia juga sempat mengedarkan pandangan nya untuk menangkap seorang wanita yang akhir akhir ini menghantuinya.
" Bukannya itu Jooe. " Gumam Jungkook.
Sehun yang berada di belakang Jungkook, sempat ikut melihat arah pandang Jungkook.
__ADS_1
" Coach akan marah, jika kau terus berdiam. " Ucap Sehun, melewati Jungkook.
" Huuufffft! " Hela Jungkook.
.............
Eunha sudah sampai di depan grand hyatt, saat ini kondisi di hotel mewah ini sedang ramai di datangi wartawan.
" Aku yakin ini pasti karena keberadaan Kak Jiin di Seoul. " Batin Eunha.
Eunha kemudian sedikit memperbaiki topi hoodie nya agar dapat menutupinya lebih sempurna. Berjalan perlahan melewati puluhan wartawan yang terus melakukan wawancara akan berita tentang Jung Jiin kakak kandung Eunha.
Bahkan pintu keluar masuk di hotel mewah itu, di jaga oleh 10 security karena para wartawan yang terus berdesakkan mencoba untuk masuk agar dapat mewawancarai The richest queen in the world.
" Maaf permisi, aku ingin lewat. " Ucap Eunha, pada wartawan yang menghalangi jalannya.
Karena desakkan begitu kuat, alhasil Eunha terjatuh ke lantai akibat dorongan orang orang yang di sana.
" Arkh. "
...........
" Eunbi-ya. "
Di balik itu, Jiin dapat melihat dari atas kamar hotel yang ia sewa bagaimana kondisi di luar.
Jiin yang melihat sang adik yang terjatuh akibat, banyaknya wartawan begitu geram di buatnya. Ia bergegas membuka pintu kamar hotelnya dan mendapatkan 4 orang bodyguard nya yang siap siaga kapan saja Jiin butuhkan.
" Turun ke bawah, aku tidak ingin ada yang menyentuh adikku. " Ucap Jiin dengan nada menakutkan pada bodyguard nya.
" Apalagi sampai terluka! " Tegas Jung Jiin.
" Baik nona! " Balas kedua bodyguard serempak, lalu mereka bergegas turun ke lantai utamanya. Sedangkan sisanya tetap menjaga pintu kamar hotel Jiin.
..........
" Ayo kita minta mereka, agar nona Jung dapat keluar. " Kata wartawan.
Concierge yang melihat keributan bertambah parah langsung menelepon polisi, jika hanya mengandalkan security maka ketenangan akan lambat di raih.
" Manajer bagaimana ini? " Tanya resepsionis panik dengan kondisi yang sedang rusuh.
Manajer hotel tersebut menggaruk kepalanya frustrasi melihat kerusuhan di pintu utama.
" Huuft. "
" Aku adalah manajer hotel ini, jadi aku harus bisa menanganinya. " Batinnya menyemangati, lalu ia berjalan menuju pintu keluar di mana kerusuhan tersebut terjadi.
Staf hotel di sana pun, merasa panik dengan kejadian hari ini. Memang sudah biasa karena artis berkelas dan pengusaha berkelas banyak yang menginap di hotel mewah ini. Jadi hal ini sudah biasa dengan kerusuhan wartawan maupun fans fanatik, walaupun begitu mereka selalu merasa was was dengan setiap kejadian ini.
Kedua bodyguard tadi menghampiri Eunha yang terjatuh, percuma saja berdiri dan menerobos karena tidak ada cela sedikit pun untuk Eunha masuk ke dalam lobby hotel.
" Nona J......... "
" Syuut! Jangan sebut nama margaku. " Bisik Eunha dingin + menakutkan.
" Kenapa bodyguard nona Jung menghampiri gadis misterius itu. " Ucap wartawan pria, karena style Eunha yang terlihat misterius.
" Apa dia ada hubungannya dengan....... " Ratapnya mencurigai.
Belum sempat ia menyelesaikan pembicaraannya, para wartawan mendengar suara mobil polisi yang datang ke hotel grand hyatt.
" Tolong pergi, aku bisa sendiri. " Ucap Eunha pelan.
" Tapi nona...... "
__ADS_1
Eunha menatap dingin pada bodyguard kakaknya ini, jika seperti ini bisa bisa orang tahu siapa dia sebenarnya.
" Baik nona. " Balasnya, lalu kedua bodyguard itu meninggalkan Eunha yang kini mulai bangkit.
Para polisi itu mulai mengalihkan wartawan yang ada di grand hyatt ada banyak polisi yang menangkap wartawan yang menantang.
" Kalian semua akan saya bawa ke kantor polisi. " Kata polisi tersebut tegas.
" Dengan kesalahan telah mengganggu ketenangan penghuni hotel grand hyatt. " Tutur polisi.
Mereka semua mulai takut, dengan perkataan polisi dengan pasrah mereka mengikuti semua ucapan polisi tersebut. Termasuk di bawa ke kantor polisi.
Eunha kini sudah sampai di meja kasir, dengan perasaan sedikit waswas karena banyak nya orang yang ia temui di hotel berkelas tersebut.
Untung saja polisi datang dengan cepat, jadi kerusahan sekarang sudah mulai tenang.
" Permisi. " Ucap salah satu staf perempuan yang menjaga menjaga kasir tersebut.
" Ada yang bisa saya bantu nona. " Tanyanya sopan.
" A-aku...... " Gagap Eunha.
" Aku ingin bertemu dengan nona Jung Jiin. " Jawab Eunha.
" Maaf nona, kami tidak bisa kecuali anda mempunyai janji pada nona Jung. " Balas resepsionis karena tidak mungkin seorang gadis yang terlihat biasa bertemu dengan the richest queen in the world.
" Aku mempunyai janji dengan K..... Nona Jung. " Eunha typo.
" Maaf sekali lagi non......... "
...............
Byur!
Semua perenang melompat ke dalam air arena pertandingan, dengan kedua tangan di julurkan ke depan. Selanjutnya mengayuh dengan kedua tangan kanan dan kiri bergantian mereka lakukan dengan secepat mungkin.
Hampir semua pemain memiliki batas kecepatan yang sama, dan semua penonton di sana merasa tegang akan siapa yang menjadi pemenangnya.
Teaser Eps 83!
" Di mana Eunha? " Tanya Jungkook pada Jooe.
" Eunha? " Jooe merasa bingung sendiri.
..........
" Ani ( tidak ) aku tidak tahu, bukannya dia sudah berada di sini denganmu. " Kata Jooe.
" Tapi kenapa aku tidak melihatnya sedari tadi. " Pikir Jooe.
" Apa dia berbohong padaku. " Batin Jungkook kesal, dan mengingat perkataan Eunha padanya.
............
" Itu sangat sulit. "
" Mianhe ( maafkan aku ). "
............
" Eunbi-ya selama kau di Seoul, jangan pikir eonni tidak dapat mengetahui apa saja yang kau lakukan. " Jiin memperingati seakan tahu.
" Mwo! "
To Be Continued
__ADS_1