I Love Nona Jung

I Love Nona Jung
45 Robber


__ADS_3

Krrrriiiiing, krrrrrriiiiiiiiing, krrrrrrriiiiiing! Bell pulang.


Semua siswa siswi SOPA berhamburan keluar dari kelas mereka masing masing. Saat Eunha keluar kelasnya, ia sedikit terkejut dengan ke datangan siswa laki-laki yang menghampiri nya secara bersamaan. Mereka berbondong bondong mendekati Eunha.


" Annyeong cantik. "


" Hai Eunha mau pulang bareng. "


" Eunha-ya mau aku antar. "


" Dengan ku aja Eunha-ya. "


" Sama aku aja Eunha-ya, dengan ku lebih baik. "


Jooe merasa kesal dengan kelakuan siswa laki-laki yang di hadapannya sekarang ini. Mereka menggangu Eunha, dan membuat sesak di dada Eunha kembali kambu ia memegang dadanya untuk menahan rasa sakit nya.


" Yaak! Apa kalian bisa pergi dari sini. " Kata Jooe meninggi kan suaranya.


Tapi siswa laki-laki itu tidak menggubris Jooe, dan tetap berisik mengganggu Eunha. Jungkook melihat Eunha seperti kesulitan bernafas merasa iba, ia kemudian berjalan menuju Eunha yang ingin pergi pulang juga.


" Apa kalian bisa lari di sini, kalian tidak lihat murid murid di sini ingin pulang. " Ucap Jingkook datar.


" kami tidak bisa keluar jika kalian memenuhi pintu kelas ini, kalian ingin menggoda nya apa Eunha menyukai kalian, sebaiknya kalian cepat pergi dari sini." Ucap Jungkook marah.


Karena ketakutan semua siswa laki-laki itu pergi dari tempat mereka.


Sesak di dada Eunha mulai hilang, nafas nya kembali normal. Entah kenapa setiap Jungkook menolong nya sesak itu mulai hilang.


" Jangan berfikir aku menolong karena aku menyukai mu, itu karena mereka semua mengganggu jalan keluar kelas ini. " Ucapnya dingin pada Eunha.


Eunha menatap ke Jungkook heran, ingin sekali ia menjambak rambut tebal Jungkook punya.


" Huh, aku sama sekali tidak berfikir seperti itu. " Batin Eunha kesal.


 


..........................


 


Di rumah Eunha.


" Ahjumma, mau pergi kemana?" Tanya Eunha melihat Solar ajumma.


" Ajumma akan pergi ke rumah eonni ku. " Jawab Solar.


" Apa akan lama. " Tanya Eunha.


" Tidak, tidakan lama sore ajumma sudah akan pulang. " Jawab ajumma tersenyum.


" Ajumma. " Panggil Eunha.


" Ada apa Eunha. " Jawab Solar ajumma.


Eunha membuka dompet nya dan mengeluarkan uang dari situ.

__ADS_1


" Ajumma uang ini pembayaran selama aku tinggal di rumah ajumma. " Kata Eunha, menyerah kan uang yang ia pegang.


" Eunha, ajumma sudah pernah bilang aku sangat senang jika Eunha tinggal bersamaku, aku tak butuh uang mu, Eunha tidak perlu bayar apa pun saat tinggal di sini." Jawab Solar menjelaskan.


" Tapi aku tak enak pada ajumma tinggal gratis, ajumma begitu baik pada ku. " Balas Eunha.


" Kau sudah ku anggap seperti anak ku sendiri, apa kau lupa jadi kau tak usah membayar apa pun mengerti. " Kata Solar memperjelas.


" Gomawo ajumma. " Jawab Eunha tersenyum.


" Sudahlah, nanti ajumma akan terlambat jaga dirimu baik baik. " Balas ajumma.


 


......................


 


Eunha juga akan bersiap siap bekerja di Sunrise cafe, sebenarnya ia malas apalagi pasti di sana akan bertemu dengan manager Lee Mijoo. Perempuan yang selalu menilai diri Eunha buruk. Tapi jika ia tak bekerja pasti orang orang akan menanyakan dari mana Eunha mempunyai uang, sedangkan ia tak bekerja.


Eunha berjalan sendiri menuju Sunrise cafe, walaupun banyak orang menatap nya kagum. Tapi Eunha tidak menghiraukan itu dan terus berjalan. Seseorang pria sedang berlari terburu buru di hadapan Eunha sepertinya dia adalah perampok. Tak jauh juga seorang kakek sedang berusaha mengejar perampok itu. Walaupun larinya itu tidak membuahkan hasil karena larinya begitu lambat.


Kakek tersebut menjadi korban rampokkan orang yang sedang berlari di hadapan Eunha. Saat perampok itu semakin dekat dengan Eunha, Eunha menghentikan langkah nya. Eunha sedikit membentang kan kaki kanannya sehingga mengenai kaki perampok tersebut alhasil perampok itu tersungkur jatuh ke bawah, dompet yang ia pegang tadi pun ikut terlempar di dekat Eunha, dan Eunha mengambil dompet itu. Melihat itu perampok tersebut berusaha untuk bangkit dan meminta agar dompet itu di kembalikan padanya.


" Heii gadis cantik, berikan dompet itu pada ku. " Pintanya dengan tegas.


" Ini bukan milik mu. " Jawab Eunha santai.


" Sekarang dompet tersebut jadi milik ku, kemarikkan. " Balasnya memaksa.


Saat perampok itu mengambil dompet tersebut dari Eunha, dengan cepat Eunha memutar tangan perampok itu. Sehingga ia merasakan kesakitan akibat putaran dari Eunha.


Eunha membuang kasar tangan tersebut, sehingga perampokan itu memegang tangannya karena merasa kesakitan alhasil tangan nya keseleo. Karena merasakan Eunha bukan gadis biasa perampok tersebut lari tanpa aba aba. Seroang kakek masih berlari menghampiri Eunha.


Dengan napas yang tersengal sengal, ia mencoba mengaturnya.


Melihat kakek tersebut ia teringat dengan kakek nya, dia sangat merindukan kakek yang ia sayangi.


" Kakek tidak apa apa." Kata Eunha melihat kakek tersebut.


" Apa ini milik kakek. " Ucap Eunha lagi memberikan dompet tersebut.


" Ia ini milikku, terima kasih sudah menolong ku. " Jawab kakek.


" Di dompet ini sangat banyak kartu kartu perusahaan ku, sekali lagi terima kasih untuk mu. " Ucap kakek.


" Sama sama. " Jawab Eunha.


Setelah itu Eunha kembali melanjutkan perjalanannya menuju Sunrise cafe.


" Tunggu. " Ucap kakek menghentikan langkah Eunha.


Eunha menoleh ke sumber suara tersebut. Dan kakek tersebut mendekat ke arah Eunha.


" Siapa namamu. " Tanya kakek.

__ADS_1


" Namaku Ju.... Eunha. " Jawab Eunha, sedikit typo.


" Hmmm, bagaimana jika kita makan siang, kakek akan mentraktir mu anggap saja sebagai ucapan terima kasih ku. " Ajak kakek.


Karena tidak tega menolak, Eunha mengangguk mengiakan. Karena ia juga malas buru buru bertemu dengan manager Lee.


Di restoran!


" Kamsahamnida. " Ucap Eunha dengan seorang pelayan yang mengantarkan pesanan minuman nya dengan kakek.


Eunha dan kakek yang ia tolongi tadi sedang duduk berhadapan hanya di batasi meja di depan mereka.


" Tadi kau sangat hebat dalam bela diri. " Ucap kakek, memberikan pujian.


" Sejak kapan kau tau bela diri. " Jaya kakek lagi.


" Ani ( tidak ), itu hanya biasa saja kek. " Jawab Eunha.


" Aku pernah belajar waktu kecil, eonni ku memberikan saran agar aku tahu sedikit bela diri. " Jawab Eunha.


" Gadis ini sangat cantik, sepertinya dia seumur dengan Jungkook. " Batin kakek tersenyum memandang Eunha.


" Sepertinya dia orang yang ku cari cari selama ini. " Batin kakek lagi.


" Apa kau sudah memiliki pekerjaan?" Tanya kakek.


" Aku bekerja di sebuah cafe, yah walaupun ada sedikit masalah di sana. " Jawab Eunha.


" Selama ini kakek mencari seseorang yang bisa sedikit bela diri dan memiliki sikap optimis. Dan sepertinya kakek sudah menemukan nya. " Balas kakek menatap Eunha.


" Maksud kakek? " Eunha bingung.


" Apa kau mau bekerja, dengan kakek. " Kata kakek.


" Bekerja? " Jawab Eunha.


" Ia menjadi seorang asisten cucuku, dia sangat nakal, pendiam dan sangat cuek. Aku ingin kau bisa mengubah sikapnya. " Balas kakek.


Eunha sedikit mencerna perkataan kakek yang ada di hadapannya ini.


" Aku tidak bisa mengubah sifat seseorang kek. " Kata Eunha.


" Tapi aku yakin kau pasti bisa, kau gadis yang baik." Jawab kakek.


" Begini saja, ini kartu nama kakek jika kau setuju bekerja dengan ku datang lah ke rumah kakek. " Kata kakek menyerah kan kartu namanya.


" Kakek pasti akan menunggu kedatangan mu. " Ucap kakek lagi.


" Kalau begitu kakek pergi duluan, karena kakek masih banyak urusan. " Kata kakek berlalu pergi.


Eunha menatap kepergian kakek tersebut yang mulai menjauh, kemudian ia tertuju dengan kartu nama yang di berikan kakek tersebut pada Eunha.


Note: Typo bertebaran


To Be Continued

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, comment. Maaf jika ada kesalahan kata 🙏 Yuk saling dukung.


Comment Girl Karena comment kalian penyemangat dalam Up date novel ini.


__ADS_2