
Saat ini keluarga Jung berkumpul di teras rumah mereka, terasa suasana sedih melepaskan kepergian Eunbi yang akan berangkat ke Korea. Eunbi meminta agar keluarga nya tak usah mengatarkannya sampai di bandara karena ia takut nanti media melihat Jung Jiin dan Jung Dae In. Keluarga Jung memang terkenal apalagi Jiin dan Dae In sering di hampiri reporter, mereka menanyakan bagaimana kesuksesan seorang Jung di dunia bisnis yang selalu berhasil.
" Eonni aku pergi, jaga kakek baik baik yah. " Pinta Eunbi, sebenarnya dia sangat sedih harus berpisah untuk pertama kalinya dengan keluarga nya.
" Jangan khawatirkan kakek, cepat lah pulang. " Kata kakek.
" Hati hati disana, jaga dirimu baik baik. " Kata Dae In.
Dalam batin Jiin ia tak rela melepaskan
adiknya apalagi ke Korea negara yang jarang ia kunjungi meskipun sang ayah berasal dari Korea, ini pertama kalinya dia berpisah jauh dengan Eunbi.
" Eonni jangan khawatir aku baik baik saja. " Ucap Eunbi memegang tangan eonninya.
" Yak! Eunbii. " Teriak seorang wanita.
" Kau ingin meninggalkan ku. " Katanya sedih.
" Aku tidak lama di sana. " Jawab Eunbi.
" Shuhua jaga dirimu baik baik, aku titip keluarga ku. " Kata Eunbi lagi.
Shuhua sangat sedih saat Eunbi mengatakan itu, bukan apa ia sedih karena sahabatnya dari kecil akan segera pergi dan entah kapan akan kembali.
" Eunbi kau masih ingat kan peraturan yang eonni buat selama kau sekolah di Korea." Kata Jiin.
" Aku tahu eonni. " Jawab Eunbi.
" Noona keberangkatan anda sebentar lagi, mari kita mulai perjalanan. " Kata supir yang akan mengantar Eunbi ke bandara.
Setelan Eunbi saat ini seperti artis agar tak di kenal fans nya, ia menyembunyikan wajah nya di balik masker dan memakai topi, sehingga matanya hanya terlihat sedikit saja. Ia melakukan ini karena tak mau orang lain mengenalnya atau di ejek sebagai si buruk rupa, pedahal kecantikan nya sudah sangat memukau tapi ia belum menyadari itu.
Taipei - Korean saat ini adalah tujuan Eunbi
Skipp!
Saat ini Eunbi sudah berada dalam pesawat ia memesan pesawat class ekonomi. Ia saat ini mulai sekarang, ia akan berpura pura menjadi orang sederhana dengan menutupi identitas nya.
" Selamat tinggal Taipei." Gumam Eunbi.
" Aku harap semua akan baik baik saja. " Gumam Eunbi menatap langit di dalam jendela pesawat.
__ADS_1
Setelah memakan waktu cukup lama pesawat yang Eunbi tumpangi tiba di bendara Incheon Korea Selatan.
Skipp!
Eunbi benar benar bingung ia harus ke mana, tujuannya adalah mencari rumah yang sederhana tapi nyaman.
Tiba tiba saja taksi berhenti di hadapannya.
" Mau di antar kemana. " Kata supir taksi menawarkan tapi ia tak bisa melihat orang ia tawari di karena kan wajahnya di tutupi masker.
" Saya tidak tahu, saya baru di sini dan saya mau cari rumah tapi saya tidak tahu di mana. " Jawab Eunbi menunduk masih malu berbicara dengan orang orang.
" Masuklah noona, saya akan membantu mencari rumah yang anda inginkan." Balas supir itu ramah.
Mendengar itu Eunbi memasuki mobil tersebut.
" Untunglah ada yang mau membantu ku. " Batin Eunbi.
Note: Karena sekarang Eunbi sudah di Korea aku akan ganti namanya jadi Eunha.
" Rumah yang anda cari seperti apa noona. " Tanya supir taksi.
" Hmm, sederhana tapi nyaman. " Jawab Eunha.
" Noona saya hanya bisa mengantar sampai sini saja. " Kata supir.
Eunha pun turun dari mobil tersebut, sebelum itu ia memberikan ongkos kepada supir itu.
" Terimakasih nona, anda lurus saja dan belok di situ ada rumah yang anda inginkan. " Kata supir itu lagi.
" Terimakasih. " Jawab Eunha.
Setelah itu ia pergi berjalan menyusuri jalan agar sampai ke rumah tersebut. Benar saja di situ terdapat rumah yang berdampingan sederhana namun rapi dan bersih. Eunha memutuskan untuk menemui pemilik rumah tersebut ia sudah berada di depan pintu itu, bersiap untuk mengetok pintu nya.
Took, took, tooook!
Seorang wanita membuka kan pintu rumahnya, tapi wanita itu melihat Eunha sebagai orang asing karena wajah Eunha benar benar tidak bisa di lihat.
" Maaf ada apa yah. " Tanya wanita itu pada Eunha.
" Aku baru saja tiba di Korea, aku ingin mencari rumah. " Jawab Eunha.
__ADS_1
" Tapi rumah sewaan ku sudah terisi semua. " Balas wanita itu.
" Kalau begitu terima kasih. " Ucap Eunha pergi menarik koper bawaannya.
" Tunggu. " Kata wanita itu menghentikan langkah Eunha. Eunha menoleh ke arah wanita tersebut.
" Kalau kau mau kau bisa tinggal bersamaku, aku hanya tinggal sendiri. " Kata wanita itu lagi.
" Aku tidak ingin merepotkan ajumma. " Balas Eunha.
" Tidak kau tidak akan merepotkan ku, aku sangat senang akhirnya aku punya teman tinggal. " Kata wanita itu lagi senang.
" Terima kasih ajumma. " Jawab Eunha
senang.
Sebenarnya ia ingin tinggal sendiri agar orang orang tak tahu identitas nya, tapi karena hari sudah menjelang malam Eunha memutuskan menerima tawaran bibi tersebut.
Kemudian Eunha menarik lagi koper nya menuju rumah sederhana itu, wanita tersebut tadi mengarahkan Eunha ke kamar yang bisa ia tepati
" Ini kamar mu, maaf tidak besar. " Ucap wanita itu. "
" Ini sudah lebih dari kata nyaman. " Jawab Eunha senyum walaupun tidak terlihat tapi wanita tersebut membalas senyuman nya.
" Oh ia kita belum kenalan nama mu siapa. " Tanya wanita itu.
" Aku J, ah aku Eunha. " Jawab Eunha membalas uluaran tangan wanita itu.
" Nama yang bagus, aku Solar. " Balas Solar ajumma tersenyum.
" Bersihkan lah badan mu, aku akan membuat makanan yang lezat untuk mu. " Kata Solar.
Eunha hanya mengangguk dan memasuki kamar nya.
" Aku sangat lelah, ajumma itu sangat baik. " Gumam Eunha.
To Be Continued
*Jangan lupa likes, vote, comment. Maaf jika ada kesalahan kata 🙏 Yuk saling dukung.
__ADS_1
Comment Girls karena comment kalian penyemangat dalam Update novel ini*.