
Di rumah Jung Eunbi!
" Noona, saya membawa makan siang anda. " Kata pelayan dengan nada keras agar terdengar oleh Eunbi.
" Aku tidak lapar. " Jawab Eunbi.
" Tapi noona, anda belum makan dari pagi." Balas pelayan nampak khawatir.
" Aku baik baik saja, tolong pergilah. " Ucap Eunbi menyuruh pelayan itu untuk pergi.
" Apa Eunbi tidak mau makan. " Tanya kakek yang menghampiri pelayan tersebut.
Pelayan itu membungkuk kan badannya menghormati tuan yang mempunyai rumah ini.
" Ia tuan besar. " Jawab pelayan sopan.
" Eunbi ini kakek, buka pintu kamar mu kau harus makan, nanti Eunbi bisa sakit apa kau ingin melihat kakek juga tidak makan karena kau. " Kata kakek dengan nada sedikit keras agar di dengar Eunbi.
Mendengar perkataan dari sang kakek tercinta, ia nampak khawatir.
" Aku tidak lapar kek, aku baik baik saja jangan pedulikan aku dan kakek juga harus makan. " Jawab Eunbi dari seberang yang hanya di batasi pintu.
" Apa yang terjadi padamu, apa kau ingin membuat eonni, oppa dan kakek mu khawatir. " Balas kakek lagi.
" Aku menyayangi kalian. " Kata Eunbi di iringi suara tangisan tapi tidak terdengar oleh kakek.
" Hikks, hiiks, hiikss harusnya aku tidak mengatakan itu. " Batin Eunbi mengingat kejadian kemarin.
....................
Di kantor Jung Corp!
" Oh jadi seperti itu. " Kata Jiin sedikit marah.
" Ia eonni, tapi eonni jangan bilang aku yang memberitahukan eonni yah, dan eonni berpura pura tidak tahu saja apa yang terjadi dengan Eunbi." Jawab Shuhua memohon.
__ADS_1
" Ahh sebenarnya aku ingin mendatangi laki-laki itu, berani sekali dia mempermalukan adik ku seperti itu. " Gumam Jiin.
" Terima kasih Shuhua sudah memberitahukan aku, kapan kapan kau harus menjenguk Eunbi agar dia mau keluar kamar nya. " Ucap Jiin.
" Aku tidak yakin eonni." Jawab Shuhua merasa sedih.
" Eonni tahu, kalau begitu sampai kan salam pada ibumu. " Balas Jiin.
" Emm. " Kata Shuhua mengiakan.
Sambungan telepon terputus.
" Eomma turut prihatin dengan Eunbi. " Ucap ibunya Shuhua merasa kasihan.
" Emm, aku sudah memberitahukan nya tapi dia tidak mendengar kan ku. " Jawab Shuhua.
" Kau sudah melakukan yang terbaik sayang. " Balas ibunya Shuhua memeluk nya.
14:25
" Terimakasih atas pertemuan ini, saya harap kita bisa menjalin kerjasama ini dengan baik dan menguntungkan. " Ucap Jung Jiin di depan clients nya.
Sudah hampir 2 jam lebih Jung Jiin meeting bersama clients nya. Dan waktunya ia pulang ke rumahnya. Ia nampak antusias karena ingin melihat keadaan adiknya.
" Selamat sore noona. " Ucap pelayan sopan menyambut kedatangan Jung Jiin.
" Apa Eunbi sudah makan. " Tanya Jiin pada pelayan tersebut.
" Belum nona, nona Eunbi belum mau keluar kamarnya. " Jawab pelayan dengan sopannya sembari menundukkan kepala nya.
" Siapkan makanan untuk nya, aku sendiri yang akan memberikan nya. " Balas Jiin.
" Baik nona. " Kata pelayan.
Jung Jiin pun pergi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.
" Kakek, kakek masih di depan pintu kamar Eunbi. " Tanya Jiin yang nampak kaget.
" Aku masih menunggu nya." Jawab kakek yang nampak sedih lesu.
__ADS_1
" Kakek harus istirahat biar aku yang mengurus Eunbi. " Balas Jiin khawatir.
" Baiklah, jika dia sudah mau ke luar beritahu kakek. " Kata kakek berharap.
Jiin hanya mengangguk meng iakan. Eunbi masih bisa mendengar kan percakapan eonni nya dan kakek.
" Maaf kan Eunbi kek. " Batin Eunbi sedih.
" Permisi nona, ini makanan yang anda perintahkan. " Kata pelayan sopan.
Jung Jiin mengambil makanan tersebut.
" Siapkan makanan untuk kakek ku juga. " Jawab Jiin.
" Baik nona. " Balas pelayan.
Setelah tinggal Jiin di depan pintu kamar Eunbi, ia berharap Eunbi mau membukakan pintu kamar nya.
" Eunbi ini eonni, buka pintu kamar mu kau harus makan. " Kata Jiin dari seberang pintu.
" Aku tidak lapar. " Jawab Eunbi.
" Mari kita bicara, mungkin eonni bisa membantu mu. " Balas Jiin berharap.
" Apa eonni tahu. " Batin Eunbi.
" Aku baik baik saja eonni. " Kata Eunbi.
" Eonni belum merasa kau baik baik saja, sebelum makan. " Jawab Jiin.
Krrrrrrrrrttttt! Anggap aja suara perut Eunbi menahan lapar.
" Bagaimana ini, sebenarnya aku lapar tapi. " Kata Eunbi.
To Be Continued
*Jangan lupa likes, vote, comment. Maaf jika ada kesalahan kat 🙏 Yuk saling dukung.
Comment Girls karena comment kalian penyemangat dalam Update novel ini*.
__ADS_1