I Love Nona Jung

I Love Nona Jung
77 Worry


__ADS_3

" Sebaiknya kau tidak usah marah terus terusan pada Eunha. " Bisik Chae Kaho.


..............


Eunha mendekat ke arah Jungkook, lalu ia menatap Jungkook serius. Jungkook pun membalas tatapan Eunha dengan datarnya.


" Maafkan aku, aku memang salah tidak seharusnya aku pergi terlebih dahulu tanpa majikan ku. " Ucap Eunha.


" Sehun yang mengajakmu. " Tanya Jungkook dingin.


" Ne ( ya). " Jawab Eunha.


" Sudah berapa kali aku katakan padamu, jangan pernah dekat dan percaya semua perkataan Sehun. " Titah Jungkook dingin.


" Aku tidak tahu bagaimana kau menilainya jujur saja Sehun adalah orang kedua yang mampu menormalkan sesak napasku setelah dirimu. " Ungkap Eunha.


" Jadi kau berfikir dia orang baik? " Jungkook.


" N-ne ( y-ya ). " Jawab Eunha.


" Apa yang terjadi sayang? " Tanya Jooe pada Kaho.


" Tonton saja. " Seru Kaho.


" Kau ini, membuat ku kesal saja. " Jooe marah.


" Eunha-ya kepala sekolah memanggilmu. " Kata seorang siswi perempuan.


" Untuk apa? " Tanya Jooe.


" Pergi saja dan kau akan tahu. " Balasnya.


" Yak! Kenapa semua orang terlihat mengeselakan. " Ucap Jooe.


" Aku akan pergi. " Jawab Eunha.


" Eunha-ya aku akan menemani mu. " Kata Jooe.


" Tidak perlu aku bisa pergi sendiri. " Halang Eunha.


" Jungkook ssi mari lupakan masalah ini, aku janji tidak akan mengulanginya lagi. " Ucap Eunha.


Sejujurnya Jungkook penasaran kenapa Eunha harus menghadap kepala sekolah.


...............


Ceklek!


" Selamat pagi kepala sekolah Sung. " Sapa Eunha.


" Silakan duduk. " Balas kepala sekolah Sung.


" Terimakasih. "


Eunha penasaran kenapa ia di panggil oleh kepala sekolah sebab ia merasa tak melakukan kesalahan Eunha sendiri merasa risih karena ada seorang wanita umur 40 an yang menatapnya seperti benci.


" Jadi kau yang namanya Eunha. " Ucap wanita itu angkuh.


" Iya nyonya. " Jawab Eunha sopan.


" Kau memang cantik tapi sikapmu seperti Preman saja. " Sindir wanita tersebut.


" Maaf nyonya Ahn bisakah anda bicara yang sopan tidak baik memperpanjang masalah. " Kata kepala sekolah Sung.


" Kau membelanya kepala sekolah Sung! Aku membayar semua pendidikan Somyi di sini dengan menggunakan uang dan dia wanita keras ini hanya mengandalkan beasiswa. " Sombong ibu Somyi.


" Jadi wanita ini ibu Somyi. " Batin Eunha.


" Sebaiknya kau sadar diri wanita preman, apa kau dulu sekolah bersama preman sehingga kau bisa mencelakai anakku. " Ucap ibu Somyi marah.


" Nyonya. " Ucap Eunha.


" Kau tidak tahu tentang diriku, jangan menyimpulkan bahwa anda adalah teman masa kecil ku. " Dingin Eunha.


" Hah! Anda lihat kepala sekolah Sung benar benar seperti preman. " Kata ibu Somyi.


" Dengar anak miskin, kau akan keluar dari SOPA karena sudah berani mematahkan tangan Somyi. " Lanjut ibu Somyi marah.


.............


Kantin SOPA


" Jungkook kenapa kau tidak makan? " Tanya Kaho.


" Sepertinya temanmu sedang memikirkan sesuatu. " Ucap Jooe.

__ADS_1


" Kurasa kau benar sayang. " Balas Kaho.


" Eoh Jooe menurutmu kenapa Eunha harus menghadap kepala sekolah, bukannya dia sudah tidak punya masalah dengan Somyi atau ada masalah lain? " Kaho berfikir.


Jungkook jadi terfokus dengan arah bicara Kaho. Di mana ia mengingat saat akan masuk ke SOPA ia juga melihat kedatangan ibu Somyi yang berjalan menuju ruangan kepala sekolah.


" Apa mungkin! " Gumam Jungkook.


" Apa yang kau pikirkan? " Tanya Jooe.


Dengan cepat Jungkook beranjak dari tempat duduknya dan entah ingin kemana.


" Yak! Jungkook ssi. " Panggil Kaho.


" Yak! Kau mau kemana? " Teriak Kaho.


" Kaho -ah bagaimana hubungan Shindong dengan wanita yang ia sukai. " Tanya Jooe.


" Ku dengar hampir berhasil. " Jawab Kaho.


..............


" Bukankah begitu kepala Sung! " Ucap ibu Somyi serius.


" A...a... aaahh. "


" Maaf nyonya Ahn aku tidak bisa mengeluarkan Eunha dari SOPA. " Balas kepala sekolah Sung.


" Apa! Yak kepala Sung aku juga mempunyai saham di sekolah ini, jadi aku mempunyai hak untuk mengeluarkan seseorang apalagi ia telah mencelakai anankku. " Ujar ibu Somyi marah.


" Aku perlu persetujuan nyonya Jung. " Balas kepala sekolah Sung.


" Untuk apa! Selama ini anda tak pernah memberitahukan pada nyonya Jung siswa yang akan di keluarkan. " Kata ibu Somyi.


" Perlu anda tahu nyonya Ahn, sekarang sistemnya sudah berubah. " Jawab kepala Sung.


Deg!


Ibu Somyi dilanda rasa gugup, haruskah ia siap berhadapan dengan orang yang berpengaruh di dunia atau dunia bisnis. Karena ini baru pertama kali baginya. Apalagi Jung Jiin adalah orang yang memiliki saham terbesar di sekolah ini.


............


" Pak Kim. " Panggil Jungkook.


" Eoh! Jungkook apa yang kau lakukan di sini. " Tanya Kim Heechul.


" Hanya lewat saja. " buai Jungkook.


" Baiklah. " Balas Kim heechul melanjutkan acara buka pintu, tapi ia merasa heran kenapa Jungkook ikut mengekorinya.


" Katamu hanya lewat saja. " Kata Kim Heechul.


" Sebenarnya......... "


" Kau ingin masuk juga. " Tebak pak Kim.


" Ne ( ya ). "


" Apa kau punya urusan dengan kepala Sung, biar aku sampaikan. " Kata pak Kim.


" Terimakasih tapi aku bisa menyampaikannya sendiri. " Balas Jungkook.


" Kau tidak bisa menghadap kepala Sung sekarang. " Kata pak Kim.


" Memangnya kenapa? " Jungkook pura pura tidak tahu.


" Kurasa kau sedang berbohong. " Tebak pak Kim.


" Sepertinya pak Kim berjodoh dengan dr. Lee. " Kesal Jungkook.


" Yak! Kau bicara apa aku sudah mempunyai istri dan begitupun dokter Lee telah mempunyai kekasih. " Kata pak Kim tak kalah kesal.


" Mianhe ( maaf). " Ucap Jungkook.


" Tumben sekali kau mau minta maaf. " Ujar pak Kim menyindir.


" Sebaiknya kau masuk kembali ke kelas, karena sebentar lagi akan bel masuk. " Lanjut pak Kim.


" Tapi pak............. "


" Lakukan sekarang Jungkook. " Tegas pak Kim.


..............


Ceklek!

__ADS_1


Setelah debat panjangnya dengan Jungkook, Kim Heechul memasuki ruangan kepala Sung. Sejujurnya ia juga khawatir dengan Eunha apalagi ia adalah salah satu murid pintar dan berprestasi.


Heechul membungkukkan badannya untuk menghormati seniornya itu.


" Eunha kau baik baik saja. " Tanya pak Kim.


" Ne ( ya ). " Jawab Eunha, yang hanya terdiam sembari terus fokus pada kemarahan ibu Somyi.


" Kepala sekolah Sung, bagaimana jika Eunha kembali ke kelas saja. " Saran pak Kim.


" Nyonya Ahn kita bisa membicarakannya baik baik. " Kata Kim Heechul sopan.


" Hal ini tidak bisa di bicarakan baik baik, karena ini menyangkut fisik Somyi. " Tegas nyonya Ahn.


Kim Heechul tertegun dengan jawaban ibu Somyi, niatnya baik tapi ternyata ibu Somyi jauh dari perkiraannya.


.............


Krrriiing, krrrriiiing, krrrrriiiing!


Jungkook memasuki kelasnya dengan muka lesu.


" Yak! Dari mana saja kau. " Ucap Kaho.


Tapi Jungkook hanya mengabaikannya, dan duduk begitu saja di kursinya.


" Apa kau juga sedang marah denganku? " Tanya Kaho karena sikap Jungkook seperti ia memperlakukan Eunha.


" Yak! Jungkook ssi apa kau mendengarkan ku? " Ucap Kaho kesal.


Lagi Jungkook masih mengabaikan Kaho.


" Selamat siang semuanya. " Sapa Seolhyun selaku guru seni.


" Siang bu. "


" Minggu depan kita akan menguji kemampuan kalian bermain piano kembali. " Jelas Seolhyun.


" Mengerti! " Kata Seolhyun.


" Mengerti. "


" Yeorum. " Panggil Seolhyun.


" Be ( ya ) bu. " Jawab Yeorum.


" Bisakah kau menulis beberapa materi ini di depan. " Pinta Seolhyun.


" Baik bu. " Balas Yeorum.


Lalu mengambil buku, dan mencatatnya di papan tulis.


Semua siswa kelas 12B, mulai menulis sesuai yang di tulis Yeorum kecuali Jungkook yang hanya diam melamun. Melihat itu guru cantik tersebut menegur Jungkook.


" Jeon Jungkook. " Panggil Seolhyun.


Tapi nihil Jungkook masih betah dengan khayalannya.


" Sit, sit! Jungkook-ah bu Seolhyun memanggilmu. " Bisik Kaho.


Brugh!


...............


" Nyonya Ahn jika anda ingin mengeluarkan Eunha anda bisa langsung berbicara pada nyonya Jung berikan alasannya karena anda tahu nyonya Jung memiliki reputasi besar di SOPA. "


Deg!


" Aku akan berbicara dengan orang yang sangat berpengaruh. " Batin ibu Somyi gugup.


Eunha menatap datar reaksi ibu Somyi.


" Nyonya Ahn, jika kau gugup tidak usah melakukannya. " Ucap Eunha.


Sementara ibu Somyi menatap Eunha balik dengan kebencian.


" Jangan terus memohon untuk mengeluarkan ku atau kau akan menyesal. " Eunha sedikit memperingati.


" Hahahahah! Memangnya kau siapa, anak dari kalangan tidak mampu mengancam ku. " Balas ibu Somyi angkuh.


" Sebaiknya kau mengaca sebelum berbicara hal itu padaku, apa harus aku jelaskan garis keturunan keluarga ku yang terlahir dari sendok perak. " Tutur ibu Somyi sombong amat.


Eunha hanya membalasnya dengan senyumannya.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2