
Bukan hanya di luar kelas saat berada di kelasnya sendiri Eunha begitu disambut antusias oleh teman sekelasnya tidak terkecuali Jeon Jungkook pria yang sangat cuek pada wanita.
" Eunha semoga kau selalu sehat, kami sudah sangat merindukanmu. "
" Gomawo ( terimakasih ). " Eunha tersenyum.
" Eunha terimakasih sudah ke sekolah lagi, aku akhirnya bisa melihat senyum indah di wajah Jooe saat kau telah kembali ke sekolah. " Ucap Chae Kaho.
" Tidak, Jooe bahagia karena berada di dekatmu juga. " Eunha, sementara couple itu jadi memerah sendiri.
Eunha melirik sebentar ke arah Jungkook, mengetahui itu Jungkook balik menatap Eunha tapi hal itu tidak lama karena kedatangan Kim Heechul guru mereka.
" Eoh Eunha ssi kau sudah baikkan. " Kata Pak Kim dan Eunha mengangguk mengatakan iya.
" Aku senang akan hal itu. " Ujar Pak Kim lagi dan setelah itu dia memberikan mata pelajarannya.
.....................
Setelah pulang sekolah seperti biasa Eunha akan kembali kerja dengan Jeon Jungkook, dia Eunha saat ini sudah tiba di rumah Jungkook dan mendapati pria tersebut sedang bersantai di ruang tengah yang terdapat sofa terlihat Jungkook sedang asyik bermain game.
Eunha berdiri di hadapan Jungkook yang tengah asyik bermain game, sebenarnya Jungkook mengetahui keberadaan Eunha toh apa pedulinya dia. Benar benar pria cuek banget ya!
Eunha masih betah dengan posisinya saat ini berdiri di hadapan sang majikan, ia bingung ingin mengatakan apa.
" Apa Jungkook menyadari jika aku ada di sini. " Batin Eunha.
" Baiklah Jung Eunbi sepertinya memang kau yang harus berbicara terlebih dahulu. " Batin Eunha.
" Hari ini kau tidak ada aktivitas di luar? " Eunha. Tapi sayangnya Jungkook hanya cuek tanpa membalas atau menatap Eunha.
" Benar benar pria cuek menyebalkan, jika saja aku tak bekerja dengannya aku juga tidak ingin berbicara dengannya. " Batin Eunha mengumpati.
" Apa mungkin dia marah padaku, karena Jooe memarahinya. " Batin Eunha.
" Apa kaki mu tidak pegal berdiri seperti itu duduklah. " Jungkook tanpa menatap Eunha dia masih fokus dengan handphone nya.
Eunha memang sudah merasakan pegal di kakinya, karena sudah mendapatkan izin dari sang majikan Eunha pun duduk di sofa yang berhadapan dengan Jungkook.
" Apa kau marah padaku. " Tanya Eunha, seketika Jungkook menghentikan aktivitas main game nya lalu berahlih menatap Eunha tajam.
" Apa aku salah bicara lagi, ani ( tidak ) aku hanya menanya si Jeon ini memang memiliki ekspresi menakutkan. " Batin Eunha sedikit takut.
" Mianhe ( maaf ). " Ucap Eunha. Jungkook masih menatap Eunha tajam.
__ADS_1
" A-aku minta maaf karena Jooe satu hari yang lalu memarah marahi mu maaf. " Kata Eunha lagi.
" Aku tidak peduli itu karena aku tidak salah, teman mu saja yang marah marah tanpa tahu jelas persoalannya bahkan aku pun tak mengetahuinya. " Ucap Jungkook kembali main game.
" Dasarr sangat cuekk sekali. " Batin Eunha.
Karena bosan akan sikap Jungkook, Eunha memilih pergi ke dapur, sementara Jungkook menatap kepergian Eunha yang menjauh darinya. Di sana ia melihat bibi Song pembantu rumah tangga Jungkook.
" Ahjumma ( bibi ) sedang masak apa? " Tanya Eunha penasaran.
" Aku sedang masak makan siang untuk tuan Jungkook. " Jawab bibi Song tersenyum, dalam diam ia masih saja mengaggumi kecantikan Eunha.
" Perlu bantuan bi? " Tawar Eunha.
" Tidak perlu nona, ini juga sudah akan masak. " Kata bibi Song.
Beberapa menit kemudian!
" Siap! " Bibi Song dengan semangatnya.
" Wahh masakan bibi sangat harum. " Seruput Eunha. Sementara bibi Song hanya tersenyum, baginya Eunha itu sangat menggemaskan.
" Nona bisakah aku minta tolong, agar nona mau memanggil tuan Jungkook untuk makan. " Pinta bibi Song.
" Ne ( iya ) tapi sebaiknya aku membawa salah satu masakan bibi agar bibi nanti tidak terlalu lama menyiapkannya. " Eunha dan bibi Song setuju.
" Dia perempuan yang baik dan berhati lembut. " Batin bibi Song, melihat Eunha yang berjalan menuju meja makan lalu pergi memanggil Jungkook.
" Jungkook ssi. " Panggil Eunha.
" JEON JUNGKOOK! " Eunha dengan kerasnya, sehingga membuat Jungkook menatap tajam ke Eunha.
" Kau berisik sekali, apa kau ingin ku pecat. " Jungkook tajam.
" Aku ingin sekali itu, tapi belum waktunya. " Batin Eunha, dia sebenarnya takut dengan raut wajah Jungkook saat ini.
" A-aku hanya memanggil mu untuk makan. " Eunha sedikit takut.
Tanpa membalas perkataan Eunha, Jungkook langsung melewati Eunha begitu saja. Menuju meja makan. Sementara Eunha masih diam di tempat merenungi sikap tuannya ini.
" Dia sangat sensitif sekali. " Batin Eunha.
Setelah itu Eunha berjalan menyusul Jungkook di meja makan, dapat ia lihat sang empu yang hanya duduk memperhatikan masakan yang begitu lezat.
Di lain sisi juga bibi Song mengode ke arah Eunha, agar sang asisten menyiapkan makanan di piring majikannya ini.
" Apa hal ini perlu dilakukan juga. " Batin Eunha, dengan malasnya Eunha mulai mengambilkan Jungkook nasi dan beberpa lauk pauknya.
__ADS_1
" Aku bukan kambing nona. " Ucap Jungkook datar, melihat Eunha mengambil begitu banyak sayur di piring tersebut.
" Ta-tapi sayur ini sangat banyak manfaat nya. " Eunha setengah takut. Si Jungkook pun melihat tajam ke Eunha.
" Ani ( tidak ) kau ingin apa tuan. " Eunha senyum menutupi ketakutannya.
...................
Malam hari di rumah Solar
" Kau tahu melihat tatapannya, bagaikan kau sedang di neraka saja. " Ucap Eunha pada teman curhatnya.
" Cari pekerjaan lain saja. " Jooe.
" Aku sempat berfikiran seperti itu, tapi kontrak menjadi asisten tuan Jeon itu sampai setahun. " Kata Eunha dengan raut wajah lesu.
" Kau sudah gila Eunha, apa kau tidak membaca surat kontraknya. " Joee kaget.
" Tidak tahu. " Jawab Eunha singkat, bagaikan dia sudah menerima takdir hidupnya saat ini.
.....................
Skip!
Setelah pulang sekolah, Eunha harus kembali bekerja. Semangat atau tidak semangat Eunha harus jalankan saat ini, dia yakin di kemudian hari Jeon Jungkook bisa berubah menjadi pria baik nantinya.
" Aku ingin kau bisa merubah sikap Jungkook, menjadi lebih baik, dan tidak begitu cuek pada lingkungan sekitar dia adalah anak yang berandal dalam pergaulan, aku yakin kau pasti bisa merubah nya Eunha. " Kakek Jungkook.
Eunha melamun memikirkan perkataan kakek Jeon, itulah permintaanya selama Eunha menjadi asisten Jungkook. Apalagi saat ini sang kakek tidak berada di Korean membuat Eunha harus sabar akan sikap terang terangan Jungkook padanya.
Lamunan Eunha buyar setelah melihat Jungkook, yang terlihat akan pergi keluar.
" Kau mau kemana? " Eunha.
" Aku akan latihan renang, jangan ikut. " Tegas Jungkook.
" Jungkook ssi. " Panggil Eunha.
" Kenapa kau melarangku untuk ikut, aku hanya melakukan pekerjaan ku sesuai perintah kakek mu. " Eunha.
" Kau tahu sebenarnya aku tak membutuhkan asisten, aku sangat tidak suka itu tapi karena aku menghormati kakek ku jadi aku membiarkannya. " Jungkook.
" Tapi tidak untuk selamanya. " Jungkook dingin.
Setelah itu dia pergi meninggalkan Eunha yang masih diam di tempat, perasaan Eunha saat ini sangat sakit. Akan sikap jujur Jungkook.
" Kau tenang saja, aku akan segera keluar dari pekerjaan ini. " Batin Eunha menatap kepergian Jungkook.
__ADS_1
To Be Continued