
" Jadi kau mau sekolah di sini." Tanya Solar pada Eunha.
Eunha hanya mengangguk mengiakan.
" Jadi bagaimana apa kau sudah menemukan sekolah yang tepat untuk mu. " Tanya Solar lagi.
Lagi lagi Eunha hanya mengangguk. Makanan yang di buat Solar telah selesai, harumnya masakan Solar membuat perut Eunha berbunyi.
" Ayo makan. " Ajak Solar tapi ia masih heran kenapa Eunha belum melepaskan maskernya.
" Hahah, bagaimana kau bisa makan kalau kau tidak melepaskan masker mu itu. " Ucap Solar yang melihat Eunbi mengemaskan.
" Ayo lepas lah masker masker mu. " Kata Solar lagi.
" Aku tidak bisa. " Jawab Eunbi menundukkan kepala nya.
" Kenapa. " Tanya Solar penasaran.
" Aku malu ajumma. " Jawab Eunha.
" Malu, kenapa malu." Tanya nya lagi.
" Aku jelek, sedangkan ajumma sangat cantik aku iri pada ajumma. " Jawab Eunbi.
" Semua wanita itu cantik, tidak ada yang jelek percaya diri dengan kepunyaan mu. " Balas Solar memegang tangan Eunha dan menatap nya.
Eunha membalas tatapan Solar ia jadi punya keberanian untuk melepaskan masker nya pada Solar ajumma. Dan benar saja Eunha melepaskan masker nya, bagaimana terkejut nya Solar melihat wajah perempuan yang dari tadi bersamanya.
" Wahh, kau sangat cantik sekali. " Ucap Solar menatap Eunha kagum.
Mendengar itu pasti beranggapan Solar ajumma sedang berbohong.
" Aku lebih suka orang berkata jujur. " Jawab Eunha.
Mendengar respon Eunha, Solar di buat bingung oleh sikap Eunha.
" Ahh, sudah lah ayo kita makan. " Kata Solar.
Mereka berdua pun makan, sesekali Solar mencuri pandang melihat Eunha, yah solar sangat mengagumi kecantikan Eunha.
" Bagaimana bisa orang secantik ini di bilang berbohong. " Batin Solar.
Setelah selesai makan Eunha kembali beristirahat ke kamarnya.
" Ini baru permulaan tidak tahu besok, aku harap akan baik baik saja. " Batin Eunha merenung di kamar nya.
Paginya!
Eunha sudah siap siap untuk berangkat ke sekolah yang di inginkan eonninya, yah sekolah ini adalah pilihan Jung Jiin. School Of Performing Art Seoul ( SOPA). Adalah sekolah yang terkenal di Korea banyak siswa siswi berbakat dan pintar pintar disana.
__ADS_1
Masih di lengkapi masker dan topi agar menutupi wajahnya.
" Eunha kau akan segera berangkat. " Tanya Solar.
" Ne aku akan pergi ke sekolah. " Jawab Eunha.
" Kalau begitu ayo sarapan, ajumma telah membuatkan Eunha sarapan. " Balas Solar.
" Gomowo ajumma. " Ucap Eunha pada Solar.
" Ajumma sudah baik pada ku. " Kata Eunha lagi, Solar hanya membalas nya dengan senyuman.
Eunha hanya mengikuti perintah Solar, setelah selesai makan Eunha bersiap menuju SOPA. Sesuai alamat yang di berikan eonninya. Ia hanya perlu bertemu kepala sekolah SOPA dan ia akan menjadi siswi sekolah tersebut. Sebelum itu Jiin telah mengurus perpindahan Eunha di SOPA jadi kepala sekolah juga tahu Eunha itu keluarga dari siapa.
Setelah mendapatkan gedung SOPA yang amat besar dan terkenal karena banyak sekali anak anak orang kaya yang masuk ke sekolah ini, jika hanya dapat beasiswa maka siswa atau siswi itu akan jadi bahan bully.
Eunha melihat sekitar dan ia merasa gugup karena banyaknya siswa siswi yang melihat dia tapi Eunha terus berjalan walaupun dengan rasa gugup nya. Dia juga merasa heran dengan siswa siswi SOPA yang berkumpul membentuk lingkaran seperti orang yang akan menyambut kedatangan seseorang yang penting. Sebenarnya Eunha bukan ingin bergabung dengan mereka, hanya saja jalur masuk pintu SOPA terhalangi oleh siswa siswi tersebut. Jadi Eunha harus melewati mereka juga dengan perasaan gugup dan takut.
Buughh! Eunha bertabrakan dengan seorang wanita seusia dengan nya. Tapi bukannya Eunha yang jatuh malah perempuan tersebut pedahal dia yang menabrak Eunha tidak sengaja di karena kan ia juga antusias ingin berkumpul dengan siswa siswi yang lain.
" Ahh, sialan kenapa harus jatuh. " Gumam nya kesal, sebuah tangan di ulur kan kepadanya.
Dia bangkit dengan bantuan tangan Eunha.
" Aku minta maaf. " Kata Eunha.
" Ani, ini bukan salah mu. " Jawab wanita tadi.
" Oh ia siapa nama mu." Kata wanita itu mengulurkan tangan nya pada Eunha.
" Aku, aku Eunha. " Jawab Eunha membalas tangan wanita tadi.
" Namaku Lee Joo Won, panggil saja Jooe. " Balas Jooe wanita tadi dengan antusias.
" Aku baru melihat mu, apa kau siswi baru. " Tanya Jooe.
" Ne, aku baru tiba di Korea. " Jawab Eunha.
" Jinjja. " Balas Jooe.
" emm bagaimana kalau kita menjadi teman. " Kata Jooe.
" Teman, kau mau berteman dengan ku. " Jawab Eunha.
" Ia, aku juga tidak punya teman akrab, saat melihat mu seperti nya kita cocok. " Balas Jooe.
" Kalau begitu ayo aku antarkan ke ruang kepala sekolah. " Kata Jooe mengajak.
Eunha hanya menuruti kata Jooe, ia bersyukur masih ada siswi yang menyapa nya dengan ramah. Setelah tiba di banyak kerumunan orang, Jooe menghentikan langkah nya.
__ADS_1
" Kenapa berhenti. " Tanya Eunha.
" Kita harus melihat kedatangan pangeran sekolah ini. " Jawab Jooe sembari melihat lihat kedatangan yang di juluki pangeran SOPA.
" Aku tidak punya waktu untuk itu. " Balas Eunha.
Melihat Jooe yang masih diam di tempat Eunha tetap berjalan menyusuri kerumunan banyak orang, Jooe yang sadar akan itu langsung memanggil nama Eunha. Tapi Eunha tidak menggubris nya dan tetap berjalan. Sebenarnya ada rasa gugup dan takut karena ia sedikit mengingat kejadian yang ia di permalukan di depan orang banyak.
Tepat berada di tengah tengah, saat ini siswa siswi SOPA membentuk sebuah lingkaran agar mereka bisa menyaksikan si pangeran SOPA. Dan saat ini Eunha sudah berada di tengah tengah tersebut dengan perhatian semua mata murid murid SOPA.
" Gila dia berani sekali berjalan di tengah tengah. "
" Apa dia tidak takut dengan pangeran SOPA. "
" Sepertinya dia bukan siswi SOPA. "
" Aku tidak bisa melihat wajahnya, siapa dia. "
" Itu perempuan berani banget, berada di tengah tengah. "
Itu lah pembicaraan yang di dengar Eunha tentang dirinya yang saat ini jadi pusat perhatian, di batinnya ia sangat takut dan detak jantungnya mulai tak beraturan ia perlahan merasakan sesak di dadanya, tapi masih ia tahan.
Setelah beberapa langkah lagi ia sampai ke jalur masuk SOPA, tiba tiba langkah nya terhenti karena di pinggir kirinya terdapat motor sport, yang akan hampir saja menabrak nya.
Suara seruan siswi perempuan yang berteriak setelah pengemudi itu melepaskan helm nya. Mereka terpukau dengan ke tampanan pemilik motor sport tersebut.
" Wahhh, tampannya aku cinta kamu. " Teriak siswi barengan tapi hanya di balas cuek oleh laki-laki itu.
" Adduuuh, apa Eunha mau cari mati. " Kata Jooe menghampiri Eunha ia takut terjadi sesuatu dengan Eunha.
Pria itu menatap wanita yang hampir ia tabrak begitupun Eunha menatap lekat pria itu di balik topinya. Eunha merasa kesal dengan laki-laki itu .
" Apa ia tak lihat ada orang berjalan di depannya." Batin Eunha.
" Ahh, Jungkook maaf kan teman ku. " Ucap Jooe yang sudah tiba menghampiri Eunha.
Laki laki itu adalah Jeon Jungkook, seorang pria yang dingin, datar, cuek dan ia sangat benci wanita.
" Jika kau adalah fangirl ku, sebaiknya kau berbaris seperti mereka. " Kata Jungkook menunjuk siswi yang kagum dengan ketampanan Jungkook.
" Apa fangirl, siapa yang ia kata kan fangirlnya. " Batin Eunha masih menatap pria itu tapi malas.
" Sekali lagi saya minta maaf, atas teman saya. " Ucap Jooe menundukkan kepala nya.
Eunha di buat kesal oleh Jooe, kenapa Jooe harus minta maaf. Ini bukan salah nya tapi salah laki-laki yang ada di hadapan mereka sekarang ini. Tiba tiba saja dada Eunha semakin sesak ia kemudian menarik tangan Jooe agar segera pergi.
To Be Continued
Cuma 2 bab, tapi 1 bab nya akan aku public cuma beda beberapa menit nantinya.
__ADS_1
Jangan lupa likes, vote, comment. Maaf jika ada kesalahan kata 🙏 Yuk saling dukung.
Comment Girl Karena comment kalian penyemangat dalam Update novel ini.