I Love Nona Jung

I Love Nona Jung
26 What happened?


__ADS_3

Di kediaman Eunbi!


" Kenapa dia lama sekali turun, apa dia terlambat lagi. " Gumam Jiin yang menunggu Eunbi.


" Dimana adik mu, apa dia terlambat bangun lagi. " Tanya kakek.


" Aku pikir seperti itu kek, aku akan memanggil nya. " Jawab Jiin pada kakek.


Jiin pun menaiki tangga untuk menuju ke kamar Eunbi yang berada di lantai dua, sesampainya di depan kamar Eunbi ia memegang knock pintu berusaha membuka nya.


" Kenapa di kunci. " Kata Jiin.


" Eunbi ini eonni, buka pintunya kau akan terlambat." Ucap Jiin dengan suara agak keras agar Eunbi mendengarkannya.


" Itu eonni, aku harus bagaimana ini. " Gumam Eunbi panik.


Saat ini Eunbi sedang berada di depan cermin, sembari memegang wajahnya.


" Aku tidak ingin sekolah, aku sangat malu. " Batin Eunbi.


" Apa kau mendengar kan eonni. " Kata Jiin lagi.


" Yakk! Eunbi ayo buka pintunya, ini sudah siang eonni akan pergi ke kantor." Kata Jiin.


" Aku tidak ingin sekolah eonni. " Kata Eunbi teriak.


Eunbi belum membuka pintu kamarnya.


" Ayo bukalah pintunya, dan kenapa kau tak ingin sekolah. " Jawab Jiin heran.


" Pokoknya aku tidak ingin sekolah. " Balas Eunbi dengan nada keras.


" Apa yang terjadi dengan mu, apa kau baik baik saja. " Kata Jiin mulai khawatir.


Karena merasa Jiin dan Eunbi lama turun, kakek menyusul Jiin dan Eunbi. Tapi kakek merasa heran sepertinya Jiin berusaha membuka pintu kamar Eunbi. Ia melihat Jiin seperti orang yang sedang menggobrak pintu kamar walaupun tenaganya tidak kuat, dan tidak berhasil.


" Kenapa, mana Eunbi apa dia masih tidur. " Tanya kakek keheranan.


" Dia sudah bangun tapi Eunbi tidak ingin sekolah, dan tidak mau membuka pintu kamar, aku khawatir kek. " Jawab Jiin khawatir.


Eunbi mendengar percakapan Jung Jiin dan kakek nya.


" Maaf kan aku eonni, aku tak bermaksud membuat eonni khawatir. " Batin Eunbi menangis.


" Eunbi apa kau tidak pergi sekolah?" Tanya kakek yang juga khawatir.


" Aku tidak ingin sekolah. " Jawab Eunbi yang masih berada dalam kamar.


" Kenapa? " Tanya kakek lagi.


Eunbi tidak membalas pertanyaan kakeknya.

__ADS_1


" Sudah lah biarkan dia tidak pergi sekolah hari ini, kau pergi ke kantor saja. " Ucap kakek pada Jiin.


" Baiklah kek, tapi apa Eunbi baik baik saja. " Tanya Jiin.


" Nanti kakek akan menanyakan nya." Jawab kakek.


Jiin benar benar khawatir pada adiknya, ingin rasanya ia tak pergi ke kantor hari ini.


 


.......................


 


Primary School


" Eunbi. " Ucap bu Fang Yi mengabsen.


" Dia tidak pergi sekolah bu. " Jawab siswi.


" Kemana dia. " Tanya bu Fangyi.


Tapi murid seperti nya tidak tahu. Dan beranggapan kalau Eunbi malu ke sekolah lagi atas apa yang terjadi kemarin.


" Shuhua kemana Eunbi. " Tanya bu Fangyi.


" Aku tidak tahu bu. " Jawab Shuhua.


" Ahh, tumben sekali hari ini Eunbi absen. " Gumam bi Fangyi.


Setelah 6 jam berada di sekolah.


Krring, krrring, krrring! Bell pulang.


 


.............................


 


Di perusahaan Jung Corp!


Took, toook tok!


Suara itu membuyarkan lamunan Jiin.


" Masuk. " Kata Jiin.


Seorang wanita cantik memasuki ruangan tersebut ia adalah sekretaris Jung Jiin.


" Noona 10:25 akan ada pertemuan dengan Wu Corp, kita sudah menandatangani kerja sama tersebut." Perjelas sekretaris.

__ADS_1


" Aku tahu itu. " Jawab Jiin.


" Saat seperti ini, oppa malah pergi ke luar negeri. " Batin Jiin.


" Dan jam 14:00 kita akan ada pertemuan dengan Clients asal Uni emirat arab/ Dubai. " Kata sekretaris lagi.


" Ada lagi. " Tanya Jiin.


" Hanya itu noona. " Jawab sekretaris.


" Sekarang kau bisa keluar. " Balas Jiin.


" Baik noona. " Ucap sekretaris membungkuk kan badannya.


" Ahh, aku sangat pusing. " Gumam Jiin.


Ia melihat jam tangannya. Sepertinya jam sudah menunjukkan waktu pertemuan nya dengan Wu Corp akan segera di mulai.


" Jadi perusahaan kami sudah melakukan sebagian besar di investasi ini dan perusahaan anda lebih banyak menyalurkan saham di investasi ini, kami sangat berterimakasih noona. " Kata seorang CEO Wu Corp.


" Aku senang dengan kinerja perusahaan mu. " Jawab Jiin memuji.


Selama 1 jam Jiin menghabiskan pertemuan nya dengan Wu Corp, setelah itu ia kembali ke kantornya. Di singga sana kehormatan nya ia duduk melamun.


" Eunbi, kau membuat eonni kepikiran pada mu, sebenarnya apa yang terjadi. "


Jiin mulai mengingat kejadian kemarin pulang sekolah. Ia mengingat di saat itu Eunbi menutup wajahnya, tapi pada saat itu Jiin tak menanyakan apa apa, karena mungkin itu bukan masalah yang besar.


" Oh ia Shuhua, Eunbi sangat dekat dengan Shuhua aku bisa menanyakan kenapa Eunbi bisa seperti ini. " Gumam Jiin yang mulai mencari nama Shuhua di list kontaknya.


" Apa ini ahh, aku tidak punya nomor nya. " Kata Jiin mengeluh. Karena ia tak punya nomor kontak Shuhua.


" Oh ia, aku kan punya nomor Bianca. " Kata Jiin lagi.


Pembicaraan dalam telepon!


" Hallo, Bianca. " Kata Jiin.


" Tumben kau menelpon ku." Jawab Bianca.


" Apa kau tidak sibuk. " Balas Jiin.


" Tidak, seharusnya aku menanyakan itu pada mu. " Ucap Bianca.


" Apa aku bisa bicara dengan anakmu. " Tanya Jiin.


" Bisa emangnya ada apa. " Jawab Bianca.


" Tidak aku hanya ingin menanyakan tentang Eunbi." Balas Jiin.


To Be Continued

__ADS_1


*Jangan lupa likes, vote, comment. Maaf jika ada kesalahan kata 🙏 Yuk saling dukung.


Comment girls karena comment kalian penyemangat dalam Update novel ini*.


__ADS_2