I Love Nona Jung

I Love Nona Jung
80 Almost the same


__ADS_3

" Annyeonghaseyo ( helo ) bibi Song. " Sapa Kaho.


" Kenapa aku baru melihat kalian berdua. " Tanya bibi Song.


" Aku sangat sibuk akhir-akhir ini. " Jawab Kaho.


" Bagaimana denganmu Shindong. " Tanya bibi Song.


" Aku sedang menyiapkan misi. " Jawab Shindong penuh misteri.


Ceklek!


Jungkook baru saja keluar dari kamarnya, lalu berjalan ke ruang tengah. Sebenarnya ia melihat kedua sahabatnya tapi ia seperti sedang tak melihat keberadaan Shindong dan Kaho.


" Aku akan membuat minuman untuk kalian. " Ucap bibi Song.


" Ne ( ya ) khamsahamnida ( terimakasih ). " Ucap Kaho dan Shingdong.


Setelah itu mereka menyusul Jungkook yang tengah duduk di sofa.


Jungkook hanya menatap datar saja pada kedua sahabatnya lalu fokus kembali dengan ponselnya.


" Kaho ssi Jungkook kenapa? " Bisik Shindong.


" Dia sedang bimbang. " Jawab Kaho.


" Bimbang? "


" Jungkook-ah. "


" Apa karena trauma mu, kau tidak mengungkapkan perasaanmu pada Eunha. " Ucap Shindong.


" Tidak usah di bahas. " Datar Jungkook.


" Jangan salah paham atas perasaan ku pada Eunha. " Ucap Jungkook serius.


" Mengerti! " Tegas Jungkook.


" Iya mengerti. " Balas Shindong jadi takut.


" Eunha mengatakan apa? " Tanya Kaho.


Jungkook yang sedang bad mood menatap tajam ke arah Chae Kaho.


Flashback on!


" Menurutmu aku bagaimana? "


*Eunha kembali menatap Jungkook dengan segala pertanyaan nya ada sedikit rasa bingung saat Jungkook melontarkan pertanyaan nya.


" Maksudmu? " Tanya Eunha, tak mengerti.


" Kau sudah lumayan lama menjadi asisten ku menurutmu aku seperti apa? " Jungkook dengan sifat angkuhnya.


Eunha tersenyum sebentar saat Jungkook menyelesaikan perkataannya.


" Kenapa? Apa ada yang lucu? " Tanya Jungkook bingung.


" Tidak. " Jawab Eunha.


" Apa aku harus menjawab pertanyaan mu. " Tanya Eunha.


" Mungkin aku bisa membaikinya. " Jawab Jungkook datar dan sombong.


" Kau yakin. " Tanya Eunha.


Jungkook hanya mengangguk sebagai balasan.


" Emmm. " Eunha nampak berfikir.


" Apa kau ingin tahu, kesanku saat pertama bertemu denganmu. " Ucap Eunha.


" Terserah mu. " Datar Jungkook.


" Kau sangat sombong, tidak sopan, angkuh, dan egois itu adalah pikiran pertama ku saat melihat mu. " Ungkap Eunha.


" Kau memang mengesalkan pada saat itu, karena kejadian aku berhenti di tengah tengah pada saat kedatangan mu, aku mendapatkan banyak masalah. " Ungkap Eunha.


" Kau menyalahkan ku. " Kata Jungkook.


" Hampir, karena aku sempat kesal denganmu kau turun dari motor mu lalu menyalahkan ku. " Jawab Eunha.


" Dan pada saat itu semua mata sedang tertuju padaku, aku tahu pada saat itu kau tidak mengetahui bahwa aku memiliki sesak nafas mungkin kau juga heran. "

__ADS_1


" Aku berusaha menahannya dan untung saja ada Jooe yang menolong ku. "


" Dari situ, sepertinya aku mendapatkan kebencian. "


Jungkook masih fokus dengan cerita Eunha.


" Sepertinya Somyi sudah menyukaimu begitu lama, kenapa kau tidak membalasnya? " Tanya Eunha.


" Haruskah aku memberitahukanmu. " Datar Jungkook.


" Tidak perlu. " Jawab Eunha.


" Tapi saat aku menjadi asisten mu lambat laun aku mengetahui sifat mu sedikit demi sedikit. "


" Kau adalah pria yang dingin di luar tapi hangat di dalam. " Ucap Eunha.


Jungkook sudah senang setengah mati dengan ungkapan Eunha untuk dirinya.


" Aku tahu, mungkin sifat mu tidak akan mudah hilang tapi aku akan membantunya, karena aku sudah berjanji pada kakekmu. "


" Eunha-ya apa aku termasuk tipe ideal mu? " Tanya Jungkook menahan malu.


Eunha sempat diam dengan pertanyaan Jungkook lagi.


" Kenapa dia menanyakan hal itu. " Batin Eunha.


" Kepribadian mu hampir sama dengan tipe ideal ku dulu. " Jawab Eunha, hal itu sudah membuat Jungkook mengerti*.


Flashback off!


" Dia menanyakan tentang tipe ideal mu! " Seru Jooe.


" Ne ( ya ). "


" Kurasa yang di katakan Kaho benar. " Batin Jooe.


" Eunha-ya. "


" Ne ( ya ). " Jawab Eunha.


" Kurasa Jungkook menyukai mu. " Kata Jooe.


" Aniyo ( tidak ). " Bantah Eunha tegas.


" Jooe berhentilah menanyakan hal itu, aku tidak mau lagi membahasnya. " Frustrasi Eunha.


" Mianhe ( maaf ). " Ucap Jooe.


..............


" Mungkin Eunha tidak ingin merasakan sakit hati lagi. " Ucap Kaho.


" Memangnya apa yang pernah di lakukan pria yang pernah di sukai Eunha? " Shindong penasaran.


" Tidak tahu, aku belum menanyakan hal itu pada Jooe. " Jawab Kaho.


" Tenang Jungkook, aku bisa membantu mu agar Eunha membalas perasaan mu. " Ucap Kaho dengan mata percaya dirinya.


" Jangan membuat rumor yang tidak benar. " Balas Jungkook ketus.


" Ckkkk. "


...............


Keesokan harinya!


1


2


3


Jungkook melepaskan kacamata renangnya!


" Kau mendapatkan waktu 45 detik, itu cukup bagus. " Puji sang coach.


Sementara Sehun baru saja tiba menyusul Jungkook.


" Ada apa denganmu, kali ini kau kalah jauh. " Ucap coach.


" Kau mendapatkan waktu 1 menit. " Lanjut coach.


Mereka berdua kembali naik ke permukaan.

__ADS_1


" Hari ini adalah hari terakhir aku ingin kalian lebih serius. " Tegas coach.


" Sehun ssi apa kau sedang sakit? " Tanya coach.


" Aku baik baik saja. " Jawab Sehun nampak kesal.


" Berjuang lah besok. " Ucap coach.


" Ne ( ya ). "


" Latihan hari ini selesai, persiapkan diri kalian untuk kompetisi besok. " Kata coach.


" Terimakasih coach. " Ucap Jungkook, sang pelatih pun nampak tersenyum dengan ucapan Jungkook. Berbeda dengan Sehun yang tak suka pujian yang di berikan pelatih mereka untuk Jungkook.


............


Setelah mengganti pakaiannya kembali, Jungkook tak sengaja berpapasan dengan Sehun tampak sang teman menatapnya remeh.


" Waktu latihan ku memang kalah talak dari mu, tapi tidak untuk besok. " Kata Sehun penuh dengan dendam.


Jungkook hanya menganggap nya dengan santai, lalu pergi meninggalkan Sehun.


Eunha melihat kedatangan Jungkook yang berjalan menujunya. Ada hal yang membuat Eunha sedikit heran pada Jungkook.


" Kau baik baik saja. " Tanya Eunha, karena ia merasa Jungkook sedang menahan sesuatu.


" Emm. "


" Kau belum makan? " Tanya Eunha khawatir.


" Aku terlalu bersemangat untuk latihan terakhir. " Jawab Eunha.


" Yak! "


" Lebih baik kita ke cafe terdekat. " Ucap Eunha, menarik tangan Jungkook. Yang di pegang pun merasa senang.


" Eunha. " Panggil Sehun.


Sehun melihat kepergian Eunha yang menarik tangan Jungkook. Rencanya Sehun akan membuat hal itu tak bertahan lama.


Jungkook sudah memandang tidak suka dengan Sehun yang memanggil Eunha, Eunha sendiri mengetahui bahwa Jungkook merubah raut wajahnya saat Sehun memanggil nya.


" Kau akan pergi ke mana? " Tanya Sehun.


" Aku.......aku akan pergi. " Jawab Eunha.


" Maafkan aku Sehun ssi aku buru buru. " Lanjut Eunha, kembali menarik tangan Jungkook.


Jungkook tersenyum karena Eunha mengabaikan Sehun. Ia tahu Sehun pasti sedang marah.


...........


" Somyi-ah aku dengar besok adalah kompetisi renang. " Ucap Eunchae.


" Terus hubungannya denganku apa? " Ketus Somyi.


" Kau tidak tahu, salah satu pemainnya adalah Jungkook. " Kata Jueun.


" Benarkah! " Seru Somyi.


" Ekkheemm. "


" Aku harus mempersiapkan diri, untuk menyemangati Jungkook ku yang tampan. " Gumam Somyi.


" Kau akan pergi? " Tanya Huihyeon.


" Tentu! " Jawab Somyi penuh semangat.


" Tapi, bagaimana dengan tanganmu bukannya itu masih sakit. " Kata Huiyeon.


" Lihat ini! "


Kelima teman Somyi langsung ternganga melihat apa yang Somyi lakukan.


" Kau..... kau sudah sembuh! " Ucap Yebin.


" Ya! Tapi ingat jangan beritahukan siapapun. " Somyi menekan kan kata tersebut pada Eunice dan Yebin.


" Kami mengerti Somyi ssi. " Balas Eunice dan Yebin bersamaan.


" Kenapa kau merahasiakan nya? " Tanya Eunchae.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2