I Love Nona Jung

I Love Nona Jung
83 Defeated


__ADS_3

Memutar atau membalikkan badan lalu bergegas mengayuh kedua tangan secera bergantian, inilah detik detik siapa yang menjadi pemenangnya.


Dengan hitungan mundur mereka lakukan, agar terlihat lebih seru siapa pemenangnya. Di mana ada Sehun dan Jungkook yang memimpin di depan dengan kelajuan yang sama.


Tak tertinggal back sounds nya adalah teriakan para penggemar Jungkook dan Sehun walaupun tak banyak dari fans Jungkook. Jangan lupakan teriakan Somyi dengan kelima temannya itu yang terdengar memantul.


3


2


Tangan itu mulai berusaha menggapai tembok renang yang ada di depan mereka, yang berarti pertanda siapa yang mendapatkan juara.


1


Sehun melepaskan kacamata renangnya di susul Jungkook, lalu para perenang terfokus pada papan elektronik yang bertuliskan skor tercepat dan pemenangnya.


Sehun yang melihat itu melipatkan tangannya lurus dengan kepalan yang kuat dan senang dengan prestasi yang ia raih.


" Sehun mendapatkan skor 35 detik. "


" Jungkook mendapatkan 36 detik. "


" Bong Pal mendapatkan 38 detik. "


Inilah urutan yang di sebutkan oleh penyelenggara yang masuk 3 besar, di mana Sehun yang menjadi pemenangnya.


" Tidaaakkkk! " Teriak Somyi.


" Huh! Kenapa Jungkook bisa kalah. "


" Sepertinya dia tidak bersemangat melaluinya. "


" Aku dapat melihat dari raut wajahnya. "


" Apa Jungkook baik baik saja. "


" Cckk, dia kira dia sangat keren. " Gumam Somyi menatap jengkel pada Sehun.


" Jungkook ku lebih dari segalanya. " Ucap Somyi.


Somyi menyerahkan banner yang ia pegang pada sedari tadi pada Jueun.


..............


" Eunha. " Panggil Jiin, yang ke luar dari lift menghampiri sang adik.


Eunha menundukkan kepalanya memberikan rasa hormat nya pada Jung Jiin.


" Dia adalah suruhan ku kenapa kau melarang nya menemuiku. " Ucap Jiin seram.


" Maafkan kami nona Jung. " Kata resepsionis itu menundukkan kepalanya takut.


" Ikut denganku. " Tegas Jiin pada Eunha.


" Baik nona Jung. " Jawab Eunha.


..........


" Huuffttt. " Hela Eunha, setelah begitu banyak rintangan yang ia lalui untuk sampai ke sini menemui sang kakak.


" Itu sangat sulit. " Ucap Eunha.


" Maafkan aku. " Kata Jiin.


" Tidak apa apa. " Balas Eunha tersenyum pada sang kakak.


Lalu Eunha memeluk Jiin dengan eratnya, seakan tak ingin lepas dari badan sang kakak.


" Ternyata kau sudah sebesar ini. " Ucap Jiin, membelai halus rambut Eunha, yang tengah memeluknya.


" Emmm. " Jawab Eunha.


" Aku sangat sayang pada kakak. " Gumam Eunha, Jiin tersenyum mendengarkan itu.

__ADS_1


" Kakak juga menyayangi mu. " Balas Jiin.


Eunha melepaskan pelukannya pada sang kakak, lalu tersenyum manis menatap Jiin.


" Duduklah dulu. " Ucap Jiin, kemudian mereka berjalan menuju sopa.


" Kenapa tidak memberitahukan ku kedatangan Kak Jiin ke Seoul. " Tanya Eunha penasaran.


" Surprise! " Jawab Jiin tersenyum kecil.


" Huh! kakak tahu bagaimana perjuangan ku agar tidak di kenali orang saat datang kemari. " Ungkap Eunha.


" Tapi aku senang dengan kedatangan Kak Jiin. " Kata Eunha, kembali memeluk sang kakak.


" Kau semakin manis saja. " Ucap Jiin.


" Kau tahu, kakek ingin kau kembali cepat ke Taipei. " Kata Jiin.


" Aku tahu, tapi ini belum saatnya Kak. " Jawab Eunha sedikit tak bersemangat.


Eunha melirik ke jam tangan mewah sang kakak.


" Sudah jam segini, pasti kompetisi nya sudah selesai. " Batin Eunha.


" Kak Jiin. " Ucap Eunha. "


" Kenapa? " Tanya Jiin.


" Berapa lama kakak di sini. " Tanya Eunha.


"Besok aku akan kembali. " Jawab Jiin.


" Secepat itu! " Eunha terkejut.


" Ya, kakak sedang ada pertemuan dengan seseorang di sini yang telah berani mengusik adikku ini. " Tutur Jiin.


" Kak, aku bisa menangani nya sendiri. " Kata Eunha.


" Aku tahu kau sedang berusaha mandiri, tapi tidak kali ini. " Jiin tegas.


" Boleh! Tapi kau ingin ke mana. " Tanya Jiin penasaran.


" Aa... aahhhh. "


" Aku hanya ada janjian dengan Jooe. " Jawab Eunha bohong.


" Jooe? "


" Wanita yang telah mengetahui identitas ku. " Eunha memperjelas.


" Oh jadi namanya Jooe. " Jiin mengangguk mengerti.


" Ne ( ya ). "


" Eonni sepertinya aku harus pergi sekarang. " Kata Eunha terdengar buru buru.


" Baiklah. " Balas Jiin.


Eunha mulai bangkit, dan berjalan menuju pintu keluar kamar hotel sang kakak. Saat Eunha memegang knock pintu, hal itu terhenti dengan perkataan Jiin.


" Eunbi-ya. " Panggil nya.


" Selama kau di Seoul, jangan pikir eonni tidak mengetahui apa saja yang kau lakukan. " Ucap Jiin senyum smirk.


" Mwo! "


..........


" Kau jauh di luar ekspetasi ku. " Puji coach pada Sehun.


" Bukannya aku sudah mengatakan, bahwa kali ini aku bisa mengalahkan Jungkook. " Sehun sombong.


" Ku harap kau dapat mempertahankannya. " Pesan coach.

__ADS_1


" Baik coach. "


" Dan kau Jungkook, apa yang kau pikirkan kenapa kau..........."


" Aku baik baik saja. " Balas Jungkook berlalu pergi.


Sehun dan Coach nya pun itu merasa heran dengan sikap Jungkook hari ini. Mereka menatap punggung Jungkook yang mulai menjauh.


Jungkook berjalan menuju temannya itu Shindong dan Kaho termasuk sahabat Eunha Jooe, ada hal yang ingin di tanya Jungkook pada kekasih Kaho tersebut.


" Di mana Eunha? " Tanya Jungkook pada Jooe.


" Eunha? " Jooe merasa bingung sendiri.


" Yak! Jungkook ssi, seharusnya aku menanyakan hal itu padamu. Eunha selalu berada di dekat mu bukan, jika saat seperti ini. " Kata Jooe sedikit kesal.


" Dia mengatakan bahwa kau dan Eunha ada urusan sebentar, tapi kenapa hanya kau yang ada di sini. " Jungkook ia juga merasa bingung.


" Dia menyusul ku. " Batin Jooe bingung.


" Ani ( tidak ) aku tidak mempunyai janji dengannya, aku berfikir dia sudah berada di sini bersamamu. " Tutur Jooe.


" Apa dia berbohong denganku. " Batin Jungkook kesal.


" Jungkook-ah. " Panggil Somyi mesra.


Jungkook membutarkan bola matanya saat mendengar suara itu. Dengan malas ia membalikkan badannya menghadap Somyi. Ia juga menatap tangan Somyi yang masih menggunakan ARM sling di tangan kirinya.


" Jungkook-ah tidak usah di pikirkan, walaupun kau tidak menang tapi kau tetap terlihat keren. " Puji Somyi.


" Bagaimana jika aku mentraktir makan atau minum hari ini. " Tawar Somyi tersenyum manis.


" Kau harus mentraktir kami juga. " Kata Shindong menyela.


" Aku tidak menawarkan mu. " Ketus Somyi, lalu kembali tersenyum pada Jungkook.


Jungkook malas sekali dengan suasana seperti ini, lebih baik ia pergi dari hadapan Somyi yang terus mengejarnya tanpa henti.


" Jungkook-ah. " Tahan Somyi memegang lengan otot Jungkook.


Sang empu memandang dingin pada Somyi.


" Jangan pergi! Lebih baik kita bersenang senang agar pikiran mu kembali tenang. " Ucap Somyi yang masih memegang tangan Jungkook, hal ini yang Somyi suka memegang bagian dari Jungkook.


Kelima teman Somyi hanya mengekori dan menonton apa yang bos mereka lakukan, untuk mendapatkan cinta pertamanya.


" Cih! " Desah Jooe melihat kelakuan Somyi.


" Yak! Yak lepaskan tanganmu dari lengan Jungkook. " Ujar Kaho.


" Jungkook ayolah. " Manja Somyi yang kini bergelut manja memeluk lengan bisep Jungkook.


" Jujur aku ingin muntah melihat tingkah Somyi. " Batin Jooe.


...............


Eunha berlari tergesa gesa untuk mencari Jungkook, ia yakin Jungkook sudah tahu bahwa ia telah berbohong.


" Sepertinya pertandingannya sudah selesai. " Batin Eunha, melihat banyak orang yang sudah mulai berpulangan dari studio renang itu.


Ia terus berjalan dengan langkah cepat, dan mengedarkan pandangan nya untuk menangkap majikannya. Langkah Eunha terhenti karena matanya berhasil menemukan Jungkook yang tengah berdiri bersama sahabatnya dan Somyi yang tengah memeluk Jungkook manja.


Jungkook menyintakkan tangannya, alhasil Somyi terkejut dan pegangannya pada Jungkook terlepas begitu saja. Somyi kecewa dengan itu tapi?


" Tidak apa! Yang penting aku sudah pernah merasakannya, heum bau Jungkook sangat membuat pikiran ku tenang. " Batin Somyi senyum bahagia.


" Aku tidak butuh traktiran mu. " Ucap Jungkook dingin, dan Somyi sangat kesal dengan perkataan Jungkook yang selalu menolaknya.


" Sebenarnya aku kurang apa sih di matanya. " Batin Somyi kesal, Shindong melihat itu tersenyum mengejek.


Saat Jungkook akan melanjutkan jalannya, matanya menangkap seorang wanita yang telah ia tunggu tunggu seharian ini. Ia terhenti dan menatap tajam pada wanita tersebut, begitupun Eunha ia juga sedang menatap Jungkook fokus.


Terjadilah lemparan tatapan antara keduanya.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2