I Love Nona Jung

I Love Nona Jung
07 Grandfather is fine


__ADS_3

Setelah beberapa menit menunggu akhir nya dokter Ji Sun Woo tiba di rumah Jung. Ia langsung memasuki rumah mewah dan menuju sebuah kamar yang di dalamnya terdapat, 3 orang keluarga.


" Permisi noona. " Ucap dokter Ji lembut.


"Dokter tolong periksa keadaan kakek ku." Ucap Jiin khawatir.


" Baik noona. " Ucap dokter Ji.


Dokter Ji pun memeriksa keadaan kakek. Sementara Eunbi masih terlihat agak sedih dengan keadaan kakek nya.


" Bagaimana dokter. " Ucap Jiin menunggu jawaban dokter Ji.


" Tuan beasr Jung tidak apa apa, hanya tekanannya saja naik dan itu yang mengakibatkan kepalanya menjadi pusing. Jadi tolong yang harus di perhatian makanannya dan jangan terlalu banyak pikiran." Ucap dokter Ji panjang lebar.


Jiin pun senang kakeknya tidak kenapa napa. Dokter Ji melihat ke Eunbi yang manis tersebut.


" Jangan menangis kakek tidak kenapa napa dia hanya membutuhkan istirahat yang cukup." Ucap dokter Ji pada Eunbi.


"Benarkah kakek ku tidak kenapa napa. " Tanya Eunbi polos.


Dokter Ji hanya mengangguk mengatakan ia sambil tersenyum melihat Eunbi.


" Noona saya pulang dulu yah, kakek anda hanya membutuhkan istirahat yang cukup. " Ucap dokter Ji pada Jung Jiin.


Jung Jiin hanya tersenyum kepada dokter Ji, dan dokter Ji langsung keluar pulang karena tugas nya sudah selesai. Ia hanya menunggu panggilan kapan dia akan kembali ke sini.


Sementara di luar kamar para pelayan merasa khawatir dengan keadaan tuan besar Jung. Walaupun mereka tidak di beri tahukan keadaan tuan besar Jung. Tapi dengan melihat dokter Ji mereka meyakini bahwa saat ini tuan besar Jung sedang sakit.


Didalam kamar?


Eunbi sudah terlihat agak tenang karena penjelasan dari dokter Ji.

__ADS_1


" Eunbi sudah lah, sekarang kamu keluar dan makan lah. " Ucap Jiin karena takut adiknya akan kelaparan.


" Tidak, aku mau disini menemani kakek. " Eunbi membantah.


" Cucu ku makan lah, kakek tidak kenapa kenapa." Ucap kakek meyakinkan.


Jiin pun mengajak Eunbi keluar kamar agar Eunbi mau makan secepatnya.


" Ayo." Ucap Jiin.


"Ia. " Ucap Eunbi singkat.


Setelah sampai di meja makan mereka, Jiin mengatakan kepada pelayannya, agar membuat makanan yang sehat untuk kakek nya seperti buah dan sayur.


"Siapkan sayur yang bergizi untuk kakek ku, tanpa mengandung lemak sedikit pun. " Ucap Jiin tegas.


Ia dia akan berubah menjadi tegas jika berkaitan dengan keluarga nya, karena dia sangat menyayangi kakek, Eunbi dan oppa nya.


Sementara Eunbi hanya melamun dari tadi, memikir kan keadaan kakeknya sesekali dia melirik ke kamar kakeknya.


Jiin pun menyiapkan makanan Eunbi di piring.


"Sudah lah ayo cepat makan biar kau bisa beetemu kakek lagi. " Ucap Jiin pada Eunbi.


Mendengar perkataan eonni nya ia langsung memakan makanan nya secepat mungkin. Para pelayan juga sudah selesai menyiapkan makanan untuk tuan besar Jung.


"Noona ini makanan yang anda mau. " Ucap pelayan memberikan semangkok sayuran yang sehat di atas mampan perak yang mewah.


Jiin langsung membawa mampan tersebut ke kamar kakek nya. Eunbi hanya memperhatikan eonni nya membawa mampan tersebut, ia berusaha agar makanannya cepat habis dan bisa bertemu dengan kakeknya lagi. Karena kecepatan nya ia pun tersedak.


Uhuuk, Uhhhuk, uhuk!!

__ADS_1


Mendengar anak majikannya ke selek, para pelayan langsung memberikan minuman kepada Eunbi.


" Noona minum ini, noona tidak apa apakan. " Ucap pelayan khawatir.


Eunbi mengambil minuman tersebut dan meminumnya.


" Aku tidak apa apa. " Ucap Eunbi meyakinkan.


" Noona jangan makan terlalu cepat, nanti ke selek lagi. " Ucap pelyan khawatir.


Eunbi hanya tersenyum, para pelayan di rumah Jung sangat menyayangi Eunbi karena bagi pelayan yang bekerja di rumah Jung Eunbi adalah anak yang baik, selalu tersenyum dan tidak sombong.


Di dalam kamar!


"Kakek ini Jiin bawa makanan untuk kakek." Ucap Jiin.


Kakek melihat makanan tersebut ternyata itu bukan makanan favorit kakek, tapi jika dia bertanya pasti jawabannya adalah kakek tidak boleh memakan makanan yang tidak sehat, jadi kakek memilih diam saja mengikuti perintah cucu kesayangan nya tersebut.


Setelah Eunbi selesai makan ia langsung berlalu dan menuju kamar kakek nya tersebut. Semetara para pelayan membersihkan, meja makan dan piring yang telah selesai di gunakan.


Eunbi melihat kakek nya sedang makan dan di bantu oleh eonni Jiin.


" Eunbi sudah selesai makan." Tanya kakek tersenyum.


" Ia kek. " Ucap Eunbi tersenyum.


" Eunbi harus tersenyum biar kakek tidak terlalu khawatir melihat ku yang sejak tadi terlihat sedih. " Batin Eunbi.


To Be Continued


Jangan lupa like, vote and comment. Maaf jika ada kesalahan kata, Yuks saling dukung .🙏

__ADS_1


__ADS_2