
" Katanya Chae Kaho dia ada di sini, tapi tempat ini sangat sepi. " Gumam Eunha.
" Tumben sekali, biasanya arena balap liar selalu ramai. " Monolog Eunha memandang situasi di sekitarnya dan berusaha menangkap seorang laki-laki bernama Jungkook.
Eunha melihat seorang pria agak tua yang melintas tak jauh darinya dengan cepat ia menghampiri pria tersebut untuk mendapatkan informasi yang ada tentang tempat ini.
" Permisi paman. " Sapa Eunha sopan.
" Ya! Ada apa? " Tanyanya.
" Aku ingin bertanya, kenapa tempat ini sangat sepi bukannya arena balap liar ini selalu ramai. " Jawab Eunha.
" Beberapa menit yang lalu tadi ada sekelompok polisi yang mengetahui kegiatan balap liar di sini jadi semua pelaku yang terlibat sekarang berada di kantor polisi di dekat sini. " Balasnya.
" Benarkah! " Eunha kaget.
" Terimakasih paman atas informasinya. " Kata Eunha membungkukan badannya 90 derajat.
............
*Flashback on
" Jungkook. "
" Jungkook. "
" Jungkook! "
" Rocky. "
" Rocky. "
Teriak para penonton pada kedua raja balap liar yang terkenal dengan kehebatan keduanya.
" Yeesss! Jungkook kita memang. "
" Sudah ku duga. "
" Jungkook, Jungkook, Jungkook. "
" Jungkook-ah aku merindukanmu. "
Rocky sangat kesal, pedahal ia sudah memperkirakan bahwa ia akan menang kali ini melawan Jungkook.
Dengan amarahnya, Rocky turun dari motor balapnya setelah melepaskan helm nya.
*Bugh!
" Aaahhhh. "
" Apa yang terjadi. "
" Yak Rocky ssi apa yang kau lakukan pada Jungkook kami. "
" Jeon Jungkook kau baik baik saja. "
" Wajah tampan mu terluka. "
Satu pukulan di wajah Jungkook berhasil mendarat dengan tepat, Jungkook sendiri yang masih di rada emosi karena Eunha terbawa suasana. Ia membalas Rocky yang telah meninju nya.
Bugh!
Balas Jungkook! Rocky memegang pipinya yang terasa nyeri itu.
Jungkook tak kalah emosi dan marah saat ini, ia beralih memegang kerah jaket kulit milik Rocky. Jungkook menariknya dan mencengkam kerah tersebut dengan sangat kuat.
" Kau selalu membuat ku muak, dengan apa yang kau lakukan. " Kata Jungkook emosi.
" Heh! Kau berengsek Jeon*. "
" *Seharusnya aku yang berbicara itu padamu! " Rocky tak kalah seram.
" Dari dulu kau selalu merebut apa yang ku inginkan. "
" Aku berusaha mengerti dan menerima tapi kali ini tidak akan, aku yang akan merebut apa yang kau inginkan. " Ucap Rocky smirk.
Saling mencengkam dengan beradu tatapan yang mematikan.
" GAWAT ADA POLISI, SEMUANYA KABUR. " Kata Seseorang yang berada di tempat itu juga.
__ADS_1
" Polisi! " Seru Changsub yang juga ikut panik.
" Yak! Rocky ssi ayo kita pergi. " Teriak Changsub.
" Yak! Jungkook, Rocky. "
" Aiishh, biarkan saja mereka berdua tertangkap, aku harus segera mencari tempat yang aman. " Gumam Changsub.
Sontak semua orang yang ada di situ berhamburan untuk mencari tempat sembunyi yang aman agar tak tertangkap oleh polisi.
" Lari, lari, lari! "
" Pak tolong lepaskan aku. "
" Aku hanya lewat saja di sini. "
" Kau tetap salah anak muda, ikut dengan kami agar kami bisa memastikan kau tak bersalah. " Ucap polisi.
Salah seorang polisi merasa heran dengan dua pemuda yang betah dengan tatapan tajam mereka, ia heran bukannya lari malah seperti ingin berkelahi.
" Kalian berdua ikut denganku. " Ucap polisi tersebut pada Jungkook dan Rocky*.
Kedua rekan polisi tersebut membekuk tangan Rocky dan Jungkook. Hal itu dapat memutuskan lemparan tatapan maut keduanya.
" Yak! Lepaskan aku. " Berontak Rocky.
Berbeda dengan Jungkook ia terlihat lebih tenang dan bahkan tak peduli.
Flashback off
.............
" Saudari Jeon Jungkook anda bisa keluar. " Ucap seorang polisi yang bertugas menjaga bui.
" Cckkkk, bahkan dia lebih dulu keluar dari padaku. " Gumam Rocky.
" Kenapa laki-laki tua itu lama sekali. " Monolog nya.
............
Jungkook berjalan menuju meja tempat di mana tersangka mendapatkan qna dari seorang polisi yang lain. Dan dapat ia lihat bahwa perempuan yang membuat mood nya tidak bagus sedang duduk di meja polisi yang akan ia jawab.
" Jungkook-ah. " Eunha.
" Kau baik baik saja. " Tanya Eunha khawatir karena ia melihat memar atau luka di wajah Jungkook.
Jungkook hanya diam dengan sifat dingin dan cueknya yang ia keluarkan terhadap Eunha. Ia pun langsung duduk dengan Eunha yang di pinggirnya.
" Sebelum kau keluar dari tempat ini, kau harus menjawab pertanyaan kami agar kami dapat mengetahuinya bahwa kau tidak bersalah. " Kata polisi.
" Namamu Jeon Jungkook. "
" Ne ( ya). " Jawab Eunha.
" Nona, kami sedang bertanya dengan tersangka. " Kata polisi.
" Maafkan aku. " Balas Eunha.
" Kurasa kau sudah tahu kesalahanmu tuan Jeon jadi katakan alasan mu kenapa kau bisa datang dan melakukan balap liar. " Lanjut polisi tersebut.
" Balap adalah salah satu hobi ku. " Jawab Jungkook datar.
" Tapi kau tahu itu salah, balap liar adalah sesuatu yang ilegal. " Balas polisi tersebut.
" Dan kau telah berkelahi dengan salah satu rekan mu. "
" Aku tidak akan pergi dan melakukannya karena seseorang. " Balas Jungkook.
Eunha dibuat penasaran dengan perkataan Jungkook.
" Bisakah kau bicara lebih jelas. " Kata polisi.
..............
" Jangan mengikuti ku. " Dingin Jungkook.
" Aku hanya memastikan bahwa kau benar benar akan pulang ke rumah. " Ucap Eunha.
" Sebaiknya kau bertanya hal itu pada Sehun saja. " Balas Jungkook dingin.
__ADS_1
" Sehun? Untuk apa aku yakin dia saat ini sudah ada di rumahnya. " Tutur Eunha polos.
" Jungkook-ah kenapa kau bisa berkelahi lagi. " Tanya Eunha melihat luka di wajah Jungkook.
" Peduli apa kau padaku, bukannya kau sendiri yang meninggalkan ku. " Sangar Jungkook.
" Jungkook-ah aku tidak mengerti apa yang kau katakan tapi sikap mu seharian ini membuat ku bingung tolong katakan dengan jelas kesalahan ku. " Titah Eunha.
Tanpa menjawab perkataan Eunha, lagi Jungkook pergi begitu saja.
" Jungkook. "
" Jungkook-ah. "
" Jungkook ssi. "
Eunha sangat lelah seharian ia berteriak memanggil nama Jungkook tapi sang empu malah mengabaikannya.
" Anak itu kenapa? " Batin Eunha.
..............
" Kau baru pulang, dari mana saja apa kau sedang lembur? " Tanya Solar.
" Ahjumma ( bibi ) aku minta maaf ak.......... "
" Sudahlah kau langsung istirahat saja. " Potong Solar yang terlihat khawatir.
" Baik bibi. "
Skip!
Drrraaattt, drrrraaat, drrrrrraaat!
Kakek Jeon ia calling
" Yeboseyo ( halo). " Ucap Eunha dari sambungan telepon.
" Jungkook di tangkap polisi! " Balas kakek Jeon.
" Maafkan aku kek, aku lalai menjaganya. " Balas Eunha merasa bersalah.
" Eunha-ya kau tidak salah. "
" Jungkook bilang kau pergi duluan ke tempat latihan renang haneul. " Ucap kakek Jeon.
" A.... aaah iya kek, apa Jungkook berubah seharian karena itu. " Jawab Eunha.
" Dia merasa kau tidak bertanggung jawab. " Balas kakek Jeon.
" Maafkan aku kek. " Ucap Eunha lagi.
" Akhir akhir ini dia sering meninggalkan ku, jadi aku pikir Jungkook sudah berada di haneul lalu aku pergi ke sana juga tanpa menghampiri ke rumahnya. " Titah Eunha.
" Kakek mengerti, sebaiknya kau menjelaskan nya pada Jungkook. "
" Maafkan atas sikap Jungkook padamu. " Lanjut kakek Jeon.
" Tidak apa kek, aku mengerti di sini aku juga paham bahwa aku memang salah. " Balas Eunha.
.............
SOPA
Krrriiiing, krrrrriiing, krrrrrrriiiiiiiing!
" Bisakah kita bicara? " Tanya Eunha pada Jungkook yang bergegas akan keluar dari kelas.
" Aku tidak punya waktu. " Dingin Jungkook.
" Jungkook ssi aku minta maaf karena pergi terlebih dahulu ke haneul tanpa menghampiri mu dulu. " Kata Eunha, yang membuat langkah Jungkook terhenti.
" Sebaiknya kau tidak usah marah terus terusan pada Eunha. " Bisik Chae Kaho.
............
" Eunha-ya kepala sekolah memanggilmu. " Kata seorang siswa perempuan.
" Untuk apa? " Tanya Jooe.
__ADS_1
To be continued