
Didalam kamar pasangan suami istri itu tengah bertengkar , nampak san suami terlihat marah akan keinginan sang istri yang di laur nalar .
" tidak ! mana mungkin aku mengikuti keinginan gila mu sayang !" ucap Gibran pria paruh baya yang tidak suka akan usul dari istrinya , wanita yang telah ia nikahi selama 20 tahun lamanya .
" tapi mas ... ga ada jalan keluar lagi , aku ikhlas mas ? aku rela asalkan kamu dapat memiliki seorang penerus " ucap Ashinta wanita berusia 45 tahun , yang sampai saat ini ia belum bisa memberikannya seorang anak kepada suami tercintanya . Meski suaminya tidak pernah meminta dan mengungkit soal anak , namun sebagai wanita ia tahu kekurangan dan kegagalannya , ia juga tidak dapat terus egois jika suaminya sampai tidak memiliki keturunan .
" tidak , aku terlalu mencintai mu , aku tidak bisa membagi cinta ku kepada wanita lain sayang, " Gibran memegang wajah istrinya dengan kedua tangan kekarnya , air mata wanita itu telah membasahi pipinya dan itu membuatnya merasa bersalah karena telah membuat Sinta bersedih .
" aku mohon mas ..jika kamu sayang sama aku , tolonglah kamu mau menikah lagi . Aku yakin kamu bisa adil nantinya kepada kami berdua ," pinta Sinta .
Gibran melepaskan wajah istrinya , ia tidak percaya demi seorang anak istrinya rela untuk di madu .
" Apa seorang anak bagimu sangatlah penting ?, sampai kamu rela berbagi suami mu dengan wanita lain demi seorang anak . Apa kamu tidak akan terluka jika melihat aku memiliki anak dari wanita lain , yang artinya aku harus menyentuh tubuhnya ?" tanya Gibran yang mencoba mencari celah keraguan Sinta .
"Untuk apa aku terluka mas , meski anak iti tidak lahir dari rahim ku . Namun di dalam tubuhnya mengalir darah mu , aku akan merasa bahagia dan tidak akan terluka karena ini sudah menjadi pilihan ku mas . Karena nantinya ia akan menjadu anak ku juga mas." jawab Sinta sambil tersenyum .
Gibran memeluk istrinya dengan erat , ia tidak tahu betapa cinta Sinta sangatlah besar kepadanya . Sampai ia rela untuk berkorban begitu besar .
" aku mencintaimu " ucap Gibran sambil melepaskan pelukannya dan menatap kedua pasang mata indah Sinta .
" aku juga mencintai mu mas , selamanya " balas Sinta dan mencium mesra bibir suaminya , Gibran menikmati sentuhan dan ciuman dari istrinya itu .
...Gibran Pramuji 50 tahun...
Sinta Ayunda Hartanto 45 tahun .
***
13 tahun berlalu ...
__ADS_1
Dari pernikahan kedua Gibran ia di karuaniai seorang putra yang tampan dan cerdas bernama Dilan Adrian Gibran Pramuji , dan kini usianya telah genap 12 tahun .
Dia terlahir dari rahim seorang wanita cantik dan lembut , dia adalah Anna . Asisten rumah tangga Gibran sendiri yang sudah lama bekerja kepadanya , Anna adalah gadis pilihan Sinta . Karena Sinta tahu Anna adalah gadis baik dan setia .
Awalnya Anna cukup kaget saat Nyonya Sinta meminta dirinya menjadi madunya , ia fikir itu hanyalah guruan .
Sinta terus meminta dan meyakinkan Anna jika ia layak menjadi madunya dan sangat berharap Anna mau menikah dengan suaminya .
Atas permintaan dan rasa utang budi Anna gadis cantik berusia 19 tahun itu pun bersedia dan menikah dengan tuannya Gibran .
Anna pratiwi 19 tahun .
Meski awal pernikahan terasa kaku dan Gibran atau pun Anna belum siap akan pernikahan ini , Namun dengan berjalannya waktu semua terasa mudah dan mereka pun mulai dekat .
Kehidupan mereka begitu bahagia , apalagi setelah lahirnya Dilan . Putra pertama Gibran , seorang putra yang sudah lama Sinta dan Gibran nantikan .
ia sangatlah menyayangi dan memanjakan Dilan , baginya Dilan adalah segalanya bagi dirinya . Anna sangat bersyukur melihat kebaikan dan ketulusan Sinta kepada dirinya dan putranya .
💞💞💞
Akhir pekan , Gibran berniat mengajak seluruh keluarganya untuk berlibur menuju ke puncak beserta keluarga Hartanto juga ikut dalam perjalanan itu .
Awalnya Dilan sangat bersemangat saat tahu ia dan ketiga orang tuanya akan berlibur bersama , namun semangat itu luntur begitu saja saat ia tahu jika anak dari Rafa juga ikut . Dia adalah Ayudia , gadis 6 tahun yang bagaikan parasit selalu menempel seperti perangko kepadanya .
Selama perjalanan awalnya semua berjalan lancar dan tanpa hambatan sama sekali , semua tampak senyum dan tertawa senang melihat pemandangan pepohonan hijau dan bukit .
Sampai pada suatu tragedi yang akan membuat Dilan merasa terpukul akan kehilangan seseorang yang amat ia cintai , yaitu KELUARGA .
*Sriiiit...
Braaakkk*...
__ADS_1
Mobil yang di tumpangi keluarga Gibran menabrak pembatas jalan dan mobilnya langsung terjun kedasar jurang dan tidak lama setelah itu mobil pun meledak di tempat .
Beruntung Dilan tidak ada bersama mereka , karena permintaan Ayu . Dilan ikut bersama mobil Rafa bukan mobil Gibran .
Dilan yang tahu jika orang tuany mengalami kecelakaan , ia langsung keluar mobil Rafa dan berlari ketempat di mana mobil Gibran menabrak pembatas jalan .
Dilan bukan hanya sedih , ia sangat histeris dan hampir kehilangan akal . Ia hampir saja melangkah ke bibir jurang dan akan jatuh menyusul mereka . Beruntung dengan sigap Dilan meraih Dilan dan membawanya sedikit menjauh . Rafa memeluk tubuh kecil Dilan sangat erat , mencoba menenangkan anak yang kehilangan ketiga orang tuanya sekaligus .
Dilan terus menangis di pelukan Rafa , ia tidak ikhlas jika harus kehilangan mereka .
" PAPA...MAMA...IBU..." teriak Dilan di dalam pelukan Rafa . Ayudia sangat sedih akan kejadian ini , ia memeluk tubuh Dilan dari belakang dan membelai rambutnya .
Mengetahui Dilan mulai tenang dan ada putrinya yang membantunya menenanglan Dilan , Rafa pun melepaskan pelukannya dan membiarkan Ayudia yang memeluk Dilan . Ia lebih baik mencari tahu kondisi keluarga Gibran dan mencari kepastian . Karena ia sadar jika papanya saat ini juga terpuruk dan sedih , beruntung ada Dira yang memeluk hangat papanya yang nampak kehilangan sangat berat .
" Dilan ku...menanggislah , aku disini menemani mu ," ucap Ayudia yang terus setia memeluk tubuh Dilan dengan penuh kasih sayang . Hari ini Ayudia kecil yang biasanya manja berubah menjadi dewasa di depan Dilan . Ia bertindak seakan ia menjadi seorang ibu yang sedang menenagkan putranya yang sedang bersedih .
💕💕💕
Dilan yang lelah karena terlalu banyak menanggis pun segera di bawa Rafa kembali kerumah keluarganya . Disana Dilan tertidur di kamar Ayudia sambil terus di peluk oleh Ayudia yang ikut berbaring di samping Dilan . Dira meninggalkan mereka berdua , ia bangga akan putrinya yang sangat baik hari ini .
Ayu yang merasa lelah dan mengantuk pun mulai ikut memejamkan kedua matanya dan tidur di samping Dilan .
Tidurlah Dilan ku , lupakan kesedihan mu . Karena ada aku yang selalu ada di samping mu selama aku hidup ...
❤️❤️❤️
**Hay para sahabat NT , jangan lupa ya jika baca nie novel aku yang baru . Jangan lupa ya ...tinggalkan jejak kalian .
Ga mahal dan ga bayar kok , hanya sebuah LIKE dan KOMENTAR kalian . Karena dengan itu aku akan samakin rajin dan semangat buatnya .
Salam kenal dan salam hangat dari
RILEZTAR ...😘**
__ADS_1