
Ayudia anindira chalomdia
Gadis itu berbaring di ranjang milik Dilan sambil menangis sesenggukan , yang tak lama di susul kedatangan Dilan .
" astaga..." ucap Dilan saat memasuki kamar dan melihat Ayu menangis di kamarnya .
" hey..! kenapa ke kamar ku ?!" tanya Dilan kesal apa lagi mendengar tangisan Ayudia semakin membuatnya pusing .
" Dilan jahat ! jahat ! aku marah ama kamu !" rutuk Ayu yang duduk di atas ranjang sambil menghapus air matanya .
" hey...jangan keras-keras , nanti papi sama opa mu dengar dikiranya aku membuat mu menangis " ucap Dilan dan menutup pintu kamar dan duduk di samping Ayu dan membantu menghapus air matanya .
" maaf ..jangan marah lagi ya " ucap Dilan lembut , ia tidak tega melihat Ayu menangis .
" aku akan memaafkan mu jika kamu membelikan aku es krim " jawab Ayu yang menginginkan es krim .
Tuhkan dia hanya akal-akalan saja
Ucap Dilan dalam hatinya .
Hehehe...Dilan kamu kena , aku terpaksa begini . kalau tidak mana mau kamu traktir aku es krim
Ucap Ayu dalam hati sambil tersenyum kecil sambil menghapus air matanya .
" baiklah , aku mandi dulu " Dilan melenggang pergi menuju kamar mandi .
Ayu melonjak-lonjak sambil duduk merasa sangat senang .
__ADS_1
****
Ayu sedang menikmati es krim coklat miliknya , sementara Dilan sibuk membaca buku di depan Ayu , membuat es krim Vanila blue nya meleleh begitu saja di mangkuk .
" Dilan....makan es krimnya " ucap Ayu yang melihat es krim Dilan meleleh .
" ya " ucapnya singkat dan masih fokus membaca buku .
Ayu mengambil es krim milik Dilan dan menyuapi Dilan , seperti seorang kakak menyuapi adik laki-lakinya .
" aak " pinta Ayu memberikan sesendok es krim .
Dilan melihat es krim di sendok yang di berikan Ayu dan menatap Ayu sejenak .
" hey...adik ku Dilan ...ayo buka mulut mu nak " pinta Ayu yang sok dewasa .
" ayo..." pinta Ayu lagi .
Dilan pun membuka mulutnya dan merasakan lelehan es yang dingin di mulutnya .
Ia pun melanjutkan lagi membaca bukunya lagi .
Sementara Ayu menyuapi Dilan dan dirinya sampai es krim keduanya habis .
" aaak " Dilan meminta es krim di mulutnya yang telah habis .
" apa lagi ...sudah abis Dilan " jawab Ayu menunjukkan mangkuknya sudah habis bersih .
" apa kamu memakannya ?" tuduh Dilan seperti anak kecil yang kehilangan es krim .
__ADS_1
" Apa kamu menuduhku ? aku sudah capek-capek menyuapi mu malah di tuduh , kesal !" ucap Ayu menyilangkan kedua tangannya di dadanya sambil memanyunkan bibir imutnya .
" hahaha..." Dilan tertawa senang melihatnya .
" aku marah Dilan " ucap Ayu merajuk .
" maaf...maaf ya " kata Dilan mengelus rambut halus Ayu .
Mendapatkan elusan yang langka membuatnya tersenyum sumringah .
Aku suka perhatian mu Dilan
Ucap Ayu dalam hatinya .
Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan toko es krim dan pulang .
" Dilan makasih ya " ucap Ayu yang duduk bersama Dilan di belakang supir .
" ya " ucapnya yang masih selalu setia dan fokus dengan buku yang selalu ia baca dan bawa . Dilan memang selalu fokus dan suka membaca buku untuk menambah wawasan dan pengetahuannya .
Maka tidak salah jika ia di sebut anak jenius , murid terpintar di sekolahnya .
Ayu yang merasa mengantuk di perjalanan pun menyandar bahu Dilan dan mulai menutup kedua matanya dan terbang dalam mimpi indahnya .
Dilan tahu jika Ayu tertidur , ia membetulkan kepala Ayu dan ia pindahkan dalam pangkuannya .
Tidurlah parasit ku
Ucap Dilan dalam hatinya , dan menyandarkan kepalanya sambil memejamkan matanya . Namun ia tidak tidur , hanya memejamkan saja sambil membelai rambut Ayu dengan tangan kanannya .
__ADS_1