
Tepat di saat ulang tahun Ayudia yang kelima belas ia mendapatkan kejutan dari kedua orang tuanya dan Opanya , Namun tidak ada sosok pria yang menempati hatinya disana .
" Selamat cucu Opa sudah makin besar saja " ucap Hartanto memeluk cucu perempuannya .
" terimakasih opa , tapi kadonya mana ?" tanya Ayu yang masih sangat manja di usia ke 15 tahun ini .
" Kado ? opa pikir kamu ga perlu kado sayang " Jawab Hartanto sambil tersenyum .
" ih...opa , namanya ulang tahun harus ada kado " Balas Ayu yang cemberut saat opanya tidak memberikannya kado .
" iya sayang ...ini kadonya " Hartanto memberikan sebuah kotak kecil kepada cucunya .
" apa ini opa ?" tanya Ayu yang nampak bahagia .
" buka saja , ini kado dari opa , papi dan mami kamu sayang " ucap Hartanto membelai rambut cucu tersayangnya .
Ayu membukanya dan betapa kagetnya ia melihat sebuah kunci mobil yang ada di dalamnya .
" suka ?" tanya Dira .
" suka banget " ucap Ayu segera memeluk ketiganya dengan erat .
Usai makan malam spesial dan mendapatkan hadiah sebuah mobil Ayu memilih kembali ke kamarnya dan menunggu kepulangan Dilan .
" apa dia masih marah pada ku ?" tanya Ayu kepada diri sendiri .
" ah..ini karena rubah itu , jika ia tidak menuduhku yang mencelakainya . Dilan tidak akan marah dan membentak ku " ucap Ayu yang kembali sedih saat ia ingat bagaiman marahnya Dilan dan bentakan Dilan hanya demi seorang Mita .
" dia itu gila ! berani menjatuhkan dirinya ke jurang hanya demi memfitnah aku , dasar rubah . harusnya ia mati saja " kata Ayu yang sangat kesal jika ia ingat bagaimana Mita menjatuhkan tubuhnya kedalam tebing yang cukup dalam dan berkat itu Dilan sangat marah dan membencinya .
__ADS_1
Malam semakin larut , tepat pukul 00.00 malam namun Dilan tak kunjung pulang .
Ting...
Sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponselnya .
Selamat ulang tahun Ayudia yang malang , kamu mau hadiah dari ku ? datang kemari dan lihatlah hadiah terindah untuk mu .
Begitulah isi pesan singkat itu dari Mita , Ayu merasa geram dan kesal mendapatkan pesan itu .
Ia menuruni anak tangga dan menuju lantai bawah , ia langsung keluar dan menaiki mobil barunya meski ia belum memiliki sebuah SIM .
30 Menit perjalanan ia akhirnya sampai di rumah lama Dilan , ia segera lari menaiki anak tangga dan menuju kamar milik Dilan .
Dan sangat kebetulan pintunya tidak di tutup rapat , sehingga ia langsung masuk kedalam .
" Ayu...??" ucap Dilan hanya terlihat pasrah saat Ayu melihatnya di kamar bersama Mita .
Dan senyuman itu perlahan luntur menjadi sebuah senyuman yang getir dan mungkin teramat pahit .
" ini kado ulang tahun ku ? dan ini jawaban atas pernyataan cinta ku ?" tanya Ayu kepada Dilan dengan kedua bola matannya yang sudah memerah karena ingin menangis menumpahkan semua kekecewaannya saat ini . Ia pun segera pergi dari kamar Dilan , karena ia tidak kuat lagi melihatnya lagi .
Dilan yang duduk di ranjang dan masih berselimut tebal , Jika di lihat dari depan ia seakan tidak memakai pakaian . Padahal ia hanya melepas baju dan masih memakai celana panjang di dalamnya . Karena tidak ada apapun yang terjadi di antara Dilan dan Mita saat itu .
Karena semua ini hanyalah settingan dari Mita yang mengancam Dilan , dan memaksanya untuk menuriti permainan yang akan membuat Ayu terluka dan membencinta untuk selamanya .
Dilan hanya diam meremas rambutnya yang merasa prustasi sekali akan ke adaan ini .
Ia bahkan tidak dapat mengejar dan menjelaskannya , karena ia tahu ini semua memang menyakitkam namun ini semua untuk kebaikan Ayudia .
__ADS_1
Ayudia berhenti di anak tangga , ia melihat kebelakang dan berharap Dilan mengejarnya dan menjelaskan semuanya . Maka ia akan mengerti dan memaafkan atas ke khilafannya , namun iti hanyalah harapan kosong . Dilan tidak mengejarnya juga .
Pasti mereka sedang melanjutkannya lagi , apa aku mengganggu mereka ??
Tanya Ayudia dalam hatinya yang sangatlah getir sekali .
Salma melihat Ayudia turun dari tangga dengan uraian air matanya , namun ia tidak dapat berbuat apapun . Semua sudah di putuskan tuan mudanya .
Mengertilah non , Tuan juga ikut terluka saat ini .
Ucap Salma dalam hatinya yang ikut sedih akan ke adaan rumit ini .
Sementara di dalam kamar Mita memakai kembali bajunya tanpa rasa bersalah sama sekali .
Ia malah terlihat tersenyum senang melihat Dilan yang terpuruk saat ini .
" apa kamu puas ?! puaskah kamu sekarang ?!" tanya Dilan yang masih duduk di ujung ranjang kamarnya . Ia tertunduk menatap lantai kamar , karena ia jijik jika harus menatap tubuh Mita yang kotor dan licik .
" Belum Dilan ku , kita harus segera pergi dari indonesia dan bertunangan . Aku mau hubungan yang jelas sama kamu dan kita membuka lembaran hidup baru di luar negeri " Jawab Mita yang mempunyai banyak mimpi di atas penderitaan Ayu dan Dilan .
" Lalu kapan kau akan hapus video yang membuktikan Ayu mendorong mu kejurang itu ?! kau akan menghapusnya kan ? jika aku mengikuti ke inginan mu ?!" Tanya Dilan yang tidak mau video itu terus menjadi ancamannya kedepannya .
Mita hanya tersenyum tanpa memberi jawaban .
Dilan nampak kesal , ia tahu jika Mita tidak akan menepati janjinya akan mengahapus video itu . Namun ia tidak dapat berbuat apa pun saat ini selain hanya menuruti semua kemauan Mita .
Maafkan aku Ayudia , Parasit ku . Aku harus melukai mu hanya demi melindungi mu , tolong kelak kau maafkan aku dan mengerti keadaan ini .
Ucap Dilan dalah hatinya
__ADS_1