I Love U Uncle

I Love U Uncle
Traktir es krim


__ADS_3

Ayudia anindira chalomdia



Gadis itu berbaring di ranjang milik Dilan sambil menangis sesenggukan , yang tak lama di susul kedatangan Dilan .


" astaga..." ucap Dilan saat memasuki kamar dan melihat Ayu menangis di kamarnya . Gadis ini memang sangat pandai dalam membuat drama kepada dirinya .


" hey..! kenapa ke kamar ku ?! hanya untuk menangis , aku cepek Ay ." tanya Dilan kesal apa lagi mendengar tangisan Ayudia semakin membuatnya pusing .


" Dilan jahat ! jahat ! aku marah ama kamu ! apa kamu ga sadar akan kesalahan kamu ! " rutuk Ayu yang duduk di atas ranjang sambil menghapus air matanya .


" hey...jangan keras-keras , nanti papi sama opa mu dengar dikiranya aku membuat mu menangis !,jangan menyusahkan aku " ucap Dilan dan menutup pintu kamar dan duduk di samping Ayu dan membantu menghapus air matanya .


" maaf ..jangan marah lagi ya " ucap Dilan lembut , ia tidak tega melihat Ayu menangis . Meski Ayu sering membuatnya kesal , namun ia tidak mampu menahan rasa sedih jika melihat air mata Ayu .


" aku akan memaafkan mu jika kamu membelikan aku es krim " jawab Ayu yang menginginkan es krim .


"Tuhkan dia hanya akal-akalan saja dan aku selalu masuk dalam perangkapnya" .


Ucap Dilan dalam hatinya .


"Hehehe...Dilan kamu kena , aku terpaksa begini . kalau tidak begini mana mau kamu beliin aku es krim ,"


Ucap Ayu dalam hati sambil tersenyum kecil sambil menghapus sisa air matanya di pipi putihnya yang manis .


" baiklah , aku mandi dulu . Kamu jangan buat ulah lagi dan jangan nangis lagi " Dilan melenggang pergi menuju kamar mandi .


Ayudia merasa sangat senang sekali akan pergi keluar bersama Dilan , ia berdiri di atas kasur Dilan dan melompat-lompat kegirangan .


Setelah selesai Dilan mandi dan Ayu sudah berganti baju , mereka pergi dengan mengunakan mobil milik Dira dan di antar supir .


Sepanjang perjalanan Dilan hanya fokus membaca dan membiarkan Ayudia berbicara sendirian .


💋💋💋

__ADS_1


Sampai di kedai es krim .


Ayu sedang menikmati es krim coklat miliknya , sementara Dilan masih sibuk dengan buku yang ia bawa dari rumah . Sampai ia tidak menyadari jika es krim miliknya mulai meleleh .


" Dilan....makan es krim mu dulu ," ucap Ayu yang sedikit kesal akan Dilan yang tidak asyik jika di ajaj keluar , ia selalu fokus dengan buku dan buku . Sampai semuanya ia abaikan , termasuk Ayu dan es krim miliknya .


" ya " ucapnya singkat dan masih fokus membaca buku .


Ayu menghela nafas kasar , setelah es ktim miliknya habis Ayu berpindah yempat di samping Dilan dan meraih es krim milik Dilan .


" aak " pinta Ayu memberikan sesendok es krim ke arah mulut Dilan yang tertutup rapat .


Dilan melihat ke arah Ayu yang kini ada di sampingnya dan saat ini Ayu menyodorkan sesendok es krim ke arah mulutnya .


" hey...adik ku Dilan ...ayo buka mulut mu nak " pinta Ayu yang sok dewasa .


Dilan tersenyum kecil mendengarnya , rasanya sangat mengelikan ucapan Ayudia .


" ayo..." pinta Ayu lagi .


Ia pun melanjutkan lagi membaca bukunya sambil menikmati es krim yang di suapi Ayudia . Dari satu sendok sampai sendikan terakhir yang tidak Dilan sadari .


" aaak " Dilan membuka mulutnya karena es krim di mulutnya telah habis bersih . Entah mengapa rasa es krim sedikit berbeda jika ia menikmatinya dari suapan Ayu , terasa lebih manis dan nikmat . Namun ia tidak bisa mengakuinya , jika Ayu tahu gadis itu akan besar kepala dan makin menempel kepada dirinya.


" apa lagi ...sudah abis Dilan " jawab Ayu menunjukkan mangkuknya sudah kosong tanpa sisa sama sekali .


" apa kamu memakannya ?" tuduh Dilan seperti anak kecil yang kehilangan es krim . Padahal ia hanya bergurau kepada Ayu , ia ingin melihat wajah kesal Ayu yang kini menjadi candunya .


" Apa kamu menuduhku ? aku sudah capek-capek menyuapi mu malah di tuduh , kesal !" ucap Ayu menyilangkan kedua tangannya di dadanya sambil memanyunkan bibir imutnya .


" hahaha..." Dilan tertawa senang melihatnya , Ayudia memang terlihat sangatlah manis saat melakukan itu . Membuat Dilan sangat terhibur oleh ke hadiran Ayu dalam hidupnya yang menyedihkan ini . Setidaknya saat bersama Ayu ia bisa melupakan rasa kehilangan keluarganya .


" aku marah Dilan " ucap Ayu merajuk sambil membuang muka dari Dilan .


" maaf...maaf ya " kata Dilan mengelus rambut ikal Ayu yang terurai rapi .

__ADS_1


Mendapatkan elusan yang langka membuatnya tersenyum senang , hanya sedikit perhatiannya sudah membuatnya sangat bahagia .


Aku suka perhatian mu Dilan


Ucap Ayu dalam hatinya .


Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan toko es krim dan pulang .


" Dilan makasih ya " ucap Ayu yang duduk di belakang supir bersama Dilan yang masih asyik membaca buku .


" ya " ucapnya yang masih selalu setia dan fokus dengan buku yang selalu ia baca dan bawa . Dilan memang selalu fokus dan suka membaca buku untuk menambah wawasan dan pengetahuannya . Maka dari itu tidak salah jika ia di juluki anak jenius dan terpintar di sekolahnya .


Ayu yang merasa lelah dan mengantuk , Tanpa sadar Ayu menyandarkan kepalanya di lengan Dilan dan menutup kedua matanya perlahan sampai akhirnya ia benar-benar tertidur lelap .


Dilan tersenyum saat ia tahu jika Ayu telah tertidur lelap , dengan hati-hati Dilan menaruh kepala Ayu di pangkuannya dan memberinya selimut dari jaket yang ia lepaskan untuk Ayudia . Dilan juga membelai lembut rambut Ayu .


T"idurlah parasit ku"


Ucap Dilan dalam hatinya .


Sang supir hanya diam sambil tersenyum saat ia melirik dari kaca spion melihat nonanya mendapatkan perhatian dari Dilan yang terbilang sangatlah langka sekali .


Dilan pun melanjutkan membaca bukunya sampai mereka pun tiba di kediaman Hartanto .


Tanpa terasa mereka pun sampai di rumah Hartanto . Sang supir hendak membopong Ayudia yang masih tertidur , namun di larang Dilan . Ia pun hanya membukakan pintu mobil untuk Dilan keluar dari mobil .


Dengan hati-hati Dilan membopong Ayu masuk ke dalam rumah , seperti seorang bayi cantik Ayu di bopong Dilan .


Dira yang ada di ruang keluarga hanya diam dan tersenyum melihat Dilan membawa putrinya yang tertidur menuju lantai atas / lantai dua .


Dengan hati-hati dan perlahan Dilan membaringkan Ayu di kamar miliknya . Ia tidak menyadarinya jika ia malah mambawa Ayu ke kamarnya , bukan ke kamar Ayudia . Namun terlajur lelah ia pun melanjutkannya .


" Kenapa aku bawa Ayu kemari ??," tanya Dilan kepada dirinya sendiri saat ia berhasil membaringkan Ayudia di atas kasurnya yang empuk .


" ah..dia imut sekali jika sedang tidur , terasa tenang dan tidak berisik. " ucap Dilan saat ia memandangi Ayu yang tidur dengan lelapnya .

__ADS_1


Tanpa sadar ia malah tersenyum menikmati wajah manis Ayudia .


__ADS_2