I Love U Uncle

I Love U Uncle
Oma


__ADS_3

Ayu melihat wanita paruh baya yang sedang duduk di meja makan membelakangginya .


" Oma.." panggil Ayu yang nampak senang sekali dan memeluknya dari belakang .


" Oma..bagaimana kabar mi ? apa kau melupakan aku ?" tanya Ayu yang memekuknya dari belakang seperti anak kecil .


" Bagaimana mungkin aku melupakan gadis kecil yang manis ini " jawab Anna membalikkan badannya .


Ayu terkaget kala ia melihat wajah Anna , ia bahkan memundurkan langkah kakinya selangkah .


" Tante Anna ??" ucap Ayu yang tahunya jika Anna adalah istri Om Bram .


" Ya ini aku Ayu , Aku mamanya Dilan dan oma Ayudia kecilku " ucap Anna tersenyum mengarah Ayu .


" Bagaimana bisa ?" ucap Ayu tak percaya .


Anna hanya diam dan tersenyum .


Seharian Ayu menemani Anna dari makan , minum teh dan bercerita . Mereka sampai melupakan sosok Dilan yang di abaikan oleh keduanya .


Lupakan...ya lupakan saja aku


Keluah Dilan yang melihat Ayu malah tidur bersama Anna sambil memeluknya .


Dilan yang merasa iri di abaikan dan tidak di perduli kan Ayu , ia berniat jahil . Ia perlahan mengangkat tubuh Ayu yang tertidur lelap dengan perlahan dan ati-ati .

__ADS_1


Sampai di kamarnya Dilan membaringkan Ayu perlahan dan ia segera membaringkan tubuhnya di samping Ayu .


"*Selamat malam sayang*ku..."


Dilan mencium pelan bibr Ayu yang masih tertidur .


****


Mentari pagi pun menyambut , Ayu perlahan membuka kedua matanya . Ia memperhatikan sekitarnya , ia merasa mengenali kamar ini .


Perlahan Ayu bangun dan melihat Dilan berada di sampingnya sambil memandangnya .


" Kenapa aku disini ?" tanya Ayu ketus kepada Dilan .


" penyakit ? penyakit apa ?" tanya Ayu balik lagi .


" Penyakit menyelinap masuk kamar ku dan mencuri tidur dengan ku , bukankah itu kebiasaan mu dulu sayang " Jawab Dilan yang mau menuduh Ayu .


Ayu tersenyum sinis mendengarnya .


" ini akal-akalan mu saja Dilan " Sahut Ayu hendak turun dari ranjang .


Dilan menarik pergelangan tangan kiri Ayu dan membuat Ayu jatuh di dada Dilan yang masih berbaring di ranjang tanpa baju di bajunya .


" Apa terasa sangat nyaman ?" tanya Dilan .

__ADS_1


Tidak dapat di pungkiri jika Ayu merasa sangat nyaman , namun ia sadar ia harus tegas dan tidaj boleh lukuh akan Dilan .


" Biasa saja , punya Vin lebih nyaman dan berotot " ucap Ayu asal .


Dilan tidak suka mendengarnya , ia malah mempererat pelukan nya.


" jangan sama kan aku dengan pria lain parasit ku " Bisik Dilan di telinga Ayu .


" Lepaskan Dilan , ini tidak baik . Apa kata orang , seorang gadis berduan dalam posisis ini . Aku ga mau di sebut berzinah ya " Ucap Ayu yang mencoba melapaskan diri , namun kalah tenaga .


" Kalau gitu kita nikah aja , gimana ? bukankah itu lebih baik , sehingga aku bisa memilikimu seutuhnya " Ucap Dilan yang bersungguh-sungguh .


" Aku ga suka barang bekas , apalagi bekas yang sudah di sentuh Mita . Sorry " jawab Ayu ketus , meski membuat Dilan terluka . Namun Dilan tidak marah kepada Ayu , wajar ia pernah menyakiti hatinya .


"Apa yang kamu lihat di malam itu hanya rekayasa , aku sama sekali tidak menyentuh Rubah menjijikkan itu " pengakuan Dilan yang ingin Ayudia tahu jika tidak bisa dan tidak akan menyentuh wanita lain selain Ayudia seorang .


" Mana aku tahu " sahut Ayu yang pura-pura tak perduli , padahal ia sangat senang mendenagarnya .


" Kau harus percaya kepada ku Ayu , maafkan aku Ay . Dulu aku bersikap dingin pada mu dan tidak mempercayaimu . Kini aku tahu bagaimana sakitnya hati mu Ay . Maaf " Dilan memeluk erat Ayu .


Ayu merasa tidak enak dan merasa bersalah selama ini ia menyakiti dan mencoba membalas semua kesedihannya .


Tanpa Ayu ketahui jika jalan yang di ambil dulu untuk menyelamatkan masa depannya .


Ayu pun membalas pelukan hangat Dilan dan tidak akan melepaskannya lagi .

__ADS_1


__ADS_2