
Ayu melihat wanita paruh baya yang sedang duduk di meja makan membelakangginya .
" Oma.." panggil Ayu yang nampak senang sekali dan memeluknya dari belakang .
" Oma..bagaimana kabar mi ? apa kau melupakan aku ?" tanya Ayu yang memekuknya dari belakang seperti anak kecil .
" Bagaimana mungkin aku melupakan gadis kecil yang manis ini " jawab Anna membalikkan badannya .
Ayu terkaget kala ia melihat wajah Anna , ia bahkan memundurkan langkah kakinya selangkah .
" Tante Anna ??" ucap Ayu yang tahunya jika Anna adalah istri Om Bram .
" Ya ini aku Ayu , Aku mamanya Dilan dan oma Ayudia kecilku " ucap Anna tersenyum mengarah Ayu .
" Bagaimana bisa ?" ucap Ayu tak percaya .
Anna hanya diam dan tersenyum .
Seharian Ayu menemani Anna dari makan , minum teh dan bercerita . Mereka sampai melupakan sosok Dilan yang di abaikan oleh keduanya .
Lupakan...ya lupakan saja aku
Keluah Dilan yang melihat Ayu malah tidur bersama Anna sambil memeluknya .
Dilan yang merasa iri di abaikan dan tidak di perduli kan Ayu , ia berniat jahil . Ia perlahan mengangkat tubuh Ayu yang tertidur lelap dengan perlahan dan ati-ati .
__ADS_1
Sampai di kamarnya Dilan membaringkan Ayu perlahan dan ia segera membaringkan tubuhnya di samping Ayu .
"*Selamat malam sayang*ku..."
Dilan mencium pelan bibr Ayu yang masih tertidur .
****
Mentari pagi pun menyambut , Ayu perlahan membuka kedua matanya . Ia memperhatikan sekitarnya , ia merasa mengenali kamar ini .
Perlahan Ayu bangun dan melihat Dilan berada di sampingnya sambil memandangnya .
" Kenapa aku disini ?" tanya Ayu ketus kepada Dilan .
" penyakit ? penyakit apa ?" tanya Ayu balik lagi .
" Penyakit menyelinap masuk kamar ku dan mencuri tidur dengan ku , bukankah itu kebiasaan mu dulu sayang " Jawab Dilan yang mau menuduh Ayu .
Ayu tersenyum sinis mendengarnya .
" ini akal-akalan mu saja Dilan " Sahut Ayu hendak turun dari ranjang .
Dilan menarik pergelangan tangan kiri Ayu dan membuat Ayu jatuh di dada Dilan yang masih berbaring di ranjang tanpa baju di bajunya .
" Apa terasa sangat nyaman ?" tanya Dilan .
__ADS_1
Tidak dapat di pungkiri jika Ayu merasa sangat nyaman , namun ia sadar ia harus tegas dan tidaj boleh lukuh akan Dilan .
" Biasa saja , punya Vin lebih nyaman dan berotot " ucap Ayu asal .
Dilan tidak suka mendengarnya , ia malah mempererat pelukan nya.
" jangan sama kan aku dengan pria lain parasit ku " Bisik Dilan di telinga Ayu .
" Lepaskan Dilan , ini tidak baik . Apa kata orang , seorang gadis berduan dalam posisis ini . Aku ga mau di sebut berzinah ya " Ucap Ayu yang mencoba melapaskan diri , namun kalah tenaga .
" Kalau gitu kita nikah aja , gimana ? bukankah itu lebih baik , sehingga aku bisa memilikimu seutuhnya " Ucap Dilan yang bersungguh-sungguh .
" Aku ga suka barang bekas , apalagi bekas yang sudah di sentuh Mita . Sorry " jawab Ayu ketus , meski membuat Dilan terluka . Namun Dilan tidak marah kepada Ayu , wajar ia pernah menyakiti hatinya .
"Apa yang kamu lihat di malam itu hanya rekayasa , aku sama sekali tidak menyentuh Rubah menjijikkan itu " pengakuan Dilan yang ingin Ayudia tahu jika tidak bisa dan tidak akan menyentuh wanita lain selain Ayudia seorang .
" Mana aku tahu " sahut Ayu yang pura-pura tak perduli , padahal ia sangat senang mendenagarnya .
" Kau harus percaya kepada ku Ayu , maafkan aku Ay . Dulu aku bersikap dingin pada mu dan tidak mempercayaimu . Kini aku tahu bagaimana sakitnya hati mu Ay . Maaf " Dilan memeluk erat Ayu .
Ayu merasa tidak enak dan merasa bersalah selama ini ia menyakiti dan mencoba membalas semua kesedihannya .
Tanpa Ayu ketahui jika jalan yang di ambil dulu untuk menyelamatkan masa depannya .
Ayu pun membalas pelukan hangat Dilan dan tidak akan melepaskannya lagi .
__ADS_1