
Tok...tok...tok...
Sri mengetuk pintu kamar Dilan sambil tersenyum-senyum senang , ia sudah tidak sabar untuk melihat wajah tampan majikannya .
Tok...tok...tok...
Sri mengetuk lagi pintu kamar Dilan yang tidak mendapatkan jawaban dari dalam .
Tok...tok...tok..
" Tuan...makan malamnya sudah siap " panggil Sri dari luar kamar dan membuat Dilan yang tengah tertidur sambil memeluk Ayudia pun terbangun .
"Ah...penganggu"
Dilan merasa kesal tidur indahnya tergangu oleh ketukan dan suara pelayan barunya .
Dengan hanya bertelanjang dada dan memakai celana panjang , di tambah rambut acak-acakan Dilan membuka pintu kamar lebar-lebar .
"waow...ganteng nya ."
Sri begitu terpesona akan ketampanan Dilan yang baru bangun tidur serta dada bidang bagaikan roti sobek yang seksi membuat Sri terus menatapnya dengan lama .
" ehem!" tegur Dilan akan tatapan nakal Sri .
" tuan...makan malam sudah siap " ucap Sri yang sedikit gugup .
" ya sebentar lagi , bilang sama bu Salma suruh menunggu " perintah Dilan .
"Apa mereka tidur bersama ??"
__ADS_1
Tanya Sri saat ia tahu jika mereka tidur sekamar dan seranjang , apa lagi Ayudia masih tertidur lelap di ranjang Dilan dengan selimut sampai di leher sehingga Sri berfikir jika mereka berbuat zinah di dalam sana .
" ada lagi ?" tanya Dilan yang tidak suka akan mata Sri yang menjelajahi isi kamarnya dan menatap Ayudia yang tengah tidur .
" tidak tuan " jawab Sri yang sadar jika Dilan menatapnya kurang suka .
" ya sudah sana turun " usir Dilan dengan dingin .
" ya tuan " Dengan rasa kesal Sri pun melangkah pergi .
"Dasar orang kaya ga ada moral , masa ia . mau-maunya tuh cewek berzinah ama omnya sendiri . Dasar wanita murahan ga ada moral ."
upat Sri dalam hatinya yang kesal sambil menuruni anak tangga .
" kamu yang panggil tuan muda ?" tanya Salma yang baru keluar dari dapur sambil membawa nasi .
" kata tuan apa ?" tanya Salma melihat wajah Sri yang nampak tidak senang .
" katanya sih...nanti sebentar lagi . masih tuan masih tidur sama nona " jawab Sri ketus tanpa sadar dia bicara dengan siapa .
" jaga mulut mu ! mana pantas kamu bicara tidak sopan !" sentak Salma yang kesal akan jawaban Sri .
" lah ! ibu kok marah , emang begitu !" sahut Sri yang tidak takut akan Salma .
" anak tidak tahu sopan santun !" ucap Salma geram akan sikap Sri yang menurutnya kurang baik dan sopan .
"Kalau bukan kamu itu anak temen nyonya Anna mana mau tuan muda tampung kamu !"
Ucap Salma dalam hatinya , dari awal ia memang tidak suka dengan Sri . Dia terlihat bukanlah gadis yang baik .
__ADS_1
" nek...makanannya sudah siap " ucap Nani yang selesai merapikan makan malam .
" ya sudah , kamu kembali kedapur " jawab Salma dengan halus ke pada Nani dan itu membuat Sri makin kesal karena baginya Salma pilih kasih .
"Mentang-mentang cucu dirik di baikin , liat aja nanti kalau aku udah jadi nyonya di sini . Bakal aku tendang kamu !"
Ucap Sri dalam hatinya yang kesal akan perbedaan sikap Salma kepada dirinya dan cucunya .
" kamu , sana juga ke dapur !" perintah Salma kepada Sri .
Sri menghentakkan kaki kanannya sambil memanyunkan bibirnya , tanpa betapa ia kesal sekali kepada Salma yang sok berkuasa di rumah Dilan .
" dasar anak gadis " gumam Salma melihat tingkah Sri yang begitu mengesalkan .
Sri berdiri menyandar meja makan di dapur , wajahnya nampak suram sekali .
" kenapa Mbak ?" tanya Nani yang sedang membersihkan kompor bekas masak .
" nenek mu kayaknya ga suka dech ama aku !" ucap Sri ketus .
Nani tersenyum sambil geleng-geleng kepalanya .
" maksud nenek baik mbak , asalkan mbak ga banyak menjawab dan ngebantah nenek ga akan marahin mbak Sri " ucap Nani yang lebih muda namun lebih dewasa dan tahu sopan santun .
" jadi menurut mu aku suka ngebantah gitu ?!" tanya Sri yang tidak suka akan ucapan Nani barusan .
"Salah ngomong dech ."
Ucap Nani dalam hatinya sambil melempar senyuman .
__ADS_1