I Love U Uncle

I Love U Uncle
Ayudia marah


__ADS_3

Ayudia membuka matanya , ia terbangun saat mendengar gemericik suara air di kamar mandi .


Ia melihat sekeliling dan menyadari jika ia ada di kamar Dilan . Senyuman manis menghiasi wajahnya , ia pun menyibakkan rambutnya yang berantakan .


" apa Beruang kutub yang membawa ku kemari ?" tanya Ayu sendiri sambil duduk dan memeluk guling milik Dilan .


Tidak berselang lama Dilan pun keluar kamar mandi dengan pakaiannya yang lengkap .



" Kau sudah bangun ?" tanya Dilan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil .


Ayu hanya tersenyum untuk menjawabnya .


" jika sudah puas tidur , kembalilah ke kamar mu . Aku mau belajar dan setelah itu aku mau tidur "


ucap Dilan dan berjalan mengarah meja belajarnya dan duduk dengan tegap sambil membaca buku pelajarannya . Dilan nampak sangat fokus dalam belajar .


" baiklah...karena kamu hari ini sudah sangat baik , aku tidak akan menganggu mu Beruang kutub ku ," jawab Ayu yang lansung turun dari ranjang Dilan dan berjalan ke arahnya .


" belajar yang giat ya anak pintar ." Ucap Ayu membelai rambut Dilan yang masih sedikit basah .


Dilan terdiam mendapatkan belaian itu , ia jadi teringat akan Ibu Sinta yang suka membelai rambutnya saat ia sedang belajar .


Ayu pun meninggalkan kamar Dilan dan menutupnya perlahan agar tidak mengganggu Dilan yang sedang belajar .


Ayu tersenyum senang menuju kamarnya , ia sangat bahagia bisa menghabiskan banyak waktu bersama Dilan .


******


Pagi hari yang cerah , Ayudia sudah selesai mandi . ia sudah terlihat cantik dan imut dengan dress berwarna merah muda dan ada gambar beruang putih di tengah dadanya . Beruang putih bagaikan simbol seoarang Dilan yang dingin tapi memiliki ke hangatan dalam hatinya .


Ia berlari kecil menuju kamar Dilan sambil membawa dua permen lolipop .


" tuk..tuk..tuk.."

__ADS_1


Ayu mengetuk pintu kamar Dilan .


" Dilan..apa kau sudah bangun ?" tanya Ayu dari luar .


Tidak ada jawaban dari Dilan , ia pun memutuskan masuk saja . Toh biasanya ia tidak pernah mengetuk pintu setiap memasuki kamar Dilan selama ini .


" Dilan " panggil Ayu sambil mencari sosok pemuda tampan itu , namun nihil ia tidak ada di kamarnya .


Senyuman manis Ayu pun memudar saat ia tidak melihat tas gendong yang biasa Dilan pakai dan jaket kesayangan Dilan yang biasanya bersandar di kursi belajar Dilan .


"Diamana kamu Dilan ? apa dia keluar ? kenapa ga pamit sama aku ?"


Tanya Ayu dalam hatinya dan merasa sedikit kesal .


Ayu keluar dari kamar Dilan dan segera menuruni anak tangga untuk mencari Dilan di lantai dasar .


" mami....mami " panggil Ayu berlarian menuju ketempat Dira .


" ada apa sayang ? pagi-pagi kok ribut sekali sih ?" tanya Dira yang sedang menyiapkan sarapan pagi di meja makan untuk sarapan bersama keluarganya .


" Dilan mana ma ? Dilan tidak ada di kamarnya ?sudah Ay , cari kemana-mana kok ga ada ?" Tanya Ayu yang sedikit merengek menahan kesal di hatinya .


" om mu pergi keluar Ayu " jawab Dira sambil menata piring di meja makan .


" kemana ?kok aku ga tahu ?" tanya Ayu yang sangat ingin tahu .


" Katanya tadi bilangnya kerumah lama , ke rumah kakek Gibran nak . Sepertinya Dilan sedang merindukan orang tuanya jadi dia datang kesana" jawab dan jelas Dira kepad putrunya .


Ayu diam termenung dan duduk di kursi dengan wajah tertunduk .


" wah putri papi sudah datang , makin cantik aja sih ..." sapa Raffa mencium pucuk kepala Ayu dengan kasih sayang .


" loh...ini kenapa ? kok rada mendung hawanya ? kayaknya mau hujan deh , padahal tadi keliatannya akan cerah . Kok jadi mendung banget ya ?" Sindir Hartanto dan duduk di samping cucunya .


Ayu memajukan bibir mungilnya , membuat Semua orang tersenyum geli melihat wajah Ayu yang sangat lucu jika sedang marah .

__ADS_1


Dira menghela nafas kasar sambil menggelengkan kepalanya . Ia tahu jika anaknya sedang marah karena kehilangam Dilan di pagi hari dan mungkin Dilan juga lupa untuk pamit kepada Ayudia .


" Ayudia ...cantiknya Papi kenapa ?" tanya Raffa di seberang meja , tepat menghadap Ayu .


" Dilan nakal pi " Ucap Ayu yang siap mengadu .


" Dia nakalin anak papi yang cantik ini lagi ?" tanya Raffa yang pura-pura terlihat marah membuat Ayu semakin semangat untuk mengadu .


" iya , dia nakal juga jahat ama aku pi . Dia pergi ga pamit dan ga mau ajak aku , bilang aja dia mau main sendiri dan ga ngajak aku ! " Jawab Ayu yang masih kesal .


Hartanto menghela nafas dan beradu pandang dengan menantunya dan hanya di balas dengan senyuman pasrahnya .


" dia sudah pamit sama mami tadi " sahut Dira yang tidak ingin anaknya selalu menyalahkan orang lain atas ke egoisannya .


" itu sama mami , bukan aku ! harusnya ia juga pamit ama aku juga . Bukan hanya sama mami aja !" protes Ayu .


" sudah...nanti opa telpon om kamu agar cepat pulang ya " rayu Hartanto .


" ga mau ! aku maunya sekarang !" ucap Ayu yang semakin marah , karena ia ingin Dilan sekarang juga .


" Bukannya Ayudia anaknya mami yang baik hati dan pengertian bukan ?," tanya Dira duduk di samping anaknya sambil membelai rambut Ayu yang sudah di kepang dua .


" iya " jawab Ayu menatap Dira .


" kalau kamu baik hati , berarti tidak boleh marah ya . Kasihan om Dilan , om Dilan tidak lagi punya orang tua . Dan hari ini dia pulang karena rindu kepada orang tuanya , jika Ayu kangen mami sama papi Ayu tinggal panggil dan peluk aja . Berbeda dengan om Dilan , ia mengunjungi rumah almarhum orang tuanya hanya untuk melepas rindu . Nanti juga pasti akan pulang , Ayu sabar ya " Jelas Dira memberi penjelasan dan berharap Ayudia mengerti .


" Cucu kesayangan opa pasti mengerti bukan ? kan Ayu sangat baik dan cantik " sahut Hartanto m


Ayu dia nampak berfikir , terlihat sangat serius sekali . Membuat yang melihatnya geli akan wajah imutnya saat ia berfikir .


" baik..Ayu tidak akan marah lagi sama Dilan , mi . Ayu akan bersikap lebih baik lagi" ucap Ayudia dan kembali tersenyum manis . Membuat semuanya merasa lega dan bisa memulai sarapan bersama .


Ayu menyadari jika Dilan memang butuh waktu saat ini dan ia tidak mau membuat Dilan sedih atau kesusahan . Ia akan bersikap lebih baik lagi agar Dilan tidak sedih lagi .


Ayudia pun memilih menghabiskan waktunya di dalam kamar sambil membuka foto Dilan di ponselnya yang ia ambil foto Dilan secara diam-diam ketika Dilan tengaj tidur dan tengah fokus belajar .

__ADS_1


Ayu tersenyum senang melihat hasil foto sembunyinya .


Baru sebentar Ayu merasa sepi dan sedih tidak melihat Dilan . Ia begitu merindukannya saat ini , namun ia tidak mau menggangu Dilan untuk hari ini .


__ADS_2