
Ayu berdiam diri di kamar Dilan , ia hanya diam memeluk bantal Dilan yang ada di ranjang . Wajahnya nampak sendu , terasa begitu hampa di hatinya saat ia melihat kamar itu tanpa bayangan Dilan .
" Apa beruang kutub ku tak akan pulang ?" tanya Ayu .
" Apa dia tidak merindukan aku malam ini ?? apa dia bisa tidur tanpa aku ?" Tanya Ayu yang sangat merindukan Dilan dan ingin tidur bersama Dilan malam ini .
******
Ditempat berbeda , Dilan nampak berdiri di depan foto keluarga yang terpampang begitu besar menghiasi dinding kamar Almarhumah Ibu Asinta , mama tirinya . Foto itu terpajang tepat di atas ranjang milik Asanti .
Senyuman getir melihat wajah seorang pria paruh baya tersenyum berdiri di belakang sendiri , sementara kedua wanita cantik yang ia rangkul ada di depannya sambil merangkul seorang anak pria berumur 5 tahun .
^^^Aku harap kalian bahagia di surga , aku akan selalu merindukan kalian . selamanya "^^^
Ucap Dilan dalam hatinya .
Ia pun melangkah menuju ranjang dan duduk di tepi ranjang , ia seakan melihat sebuah memorinya bersama Sinta .
*Dilan ...anak Ibu , malam ini temani ibu bobok ya ." Pinta Sinta kepada putra tirinya yang ia anggap seperti anak kandungnya .
" Ibu menyayanggi ku ? padahal ibu bukan ibu kandung ku ?" Tanya Dilan yang baru berusia 10 tahun .
" tentu saja ibu menyayanggi mu , bahkan ibu begitu mencintai mu . Karena kamu anak ibu meski yang melahirkan mu mama Anna , tapi ibu ini juga mama kamu nak dan seterusnya akan seperti itu " Ucap Sinta sambil membelai rambut Dilan yang berbaring di depannya .
" selamanya ibu akan jadi ibu aku , nanti jika besar aku mau punya istri seperti ibu . ibu yang baik lembut , Dilan mencintai ibu " ucap anal polos itu yang begitu menyayanggi ibu sambungnya .
Sinta memeluk Dilan sampai tertidur lelap* .
Lagi-lagi air mata Dilan mengalir saat mengingat akan ucapan mendiang Asinta .
Kau adalah wanita terindah setelah mama , Ibu . kau adalah wanita berhati murni , suci bagaikan susu tanpa warna buatan . Kasih mu begitu alami sehingga terus dapat aku rasakan meski engkau tak lagi bersama ku
Ucap Dilan dalam hatinya menggambarkan sosok Sinta .
Dilan membelai seprai berwarna putih itu , begitu halus dan hangat ia rasakan .
Dilan pun berbaring dan memeluk bantal Almarhum Sinta , ia pun memejamkan kedua matanya agar dapat tidur dan bermimpi bertemu Sinta .
__ADS_1
" *Dilan..anak Ibu " sapa Sinta yang melihat Dilan duduk sendirian di taman sambil menangis .
" anak ibu kenapa menangis ?" tanya Sinta memeluk Dilan dengan penuh kasih sayang .
" ibu...Dilan kangen Ibu , kenapa ibu pergi lama ?" tanya Dilan membalas pelukan Sinta .
" maaf nak , kamu merindukan ibu ?"
" sangat ibu , aku merindukan ibu , mama dan papa . kenapa kalian meninggalkan aku sendiri ? kenapa aku ga di ajak sama kalian ?" Ucap Dilan yang menangis di pelukan Sinta .
" anak mama " panggil Anna di samping Sinta .
" mama " ucap Dilan menegakkan kepalanya dan melepaskan pelukan Sinta .
" peluk mama nak " pinta Anna merentangkan kedua tangannya .
Dilan segera bangkit dan menghamburkan kepalanya di pelukan Anna sambil menangis sesenggukan .
" Dilan rindu , Dilan rindu ma " tangis Dilan pecah .
" mama juga rindu Dilan nak " ucap Anna membelai rambut Dilan .
" kami merindukan mu dan menyayanggi mu Dilan " ucap Sinta yang ikut memeluk putra kesayangan mereka .
Dilan merasa begitu bahagia saat ia mendapatkan pelukan hangat dari ketiga orang yang ia cintai .
" kalian akan bersama ku kan ? tidak akan membiarkan aku sendiri ?" tanya Dilan yang tak mau berpisah lagi .
" maaf " ucap ketiganya bersamaan dan saat itu juga mereka melepaskan pelukan mereka .
" jalan mu masih panjang nak " ucap Gibran .
" masa depan mu masih menanti mu " ucap Sinta .
" seseorang sudah menantikan mu nak " ucap Anna .
" aku mau sama kalian !" ucap Dilan marah saat mereka akan pergi menjauh dari dirinya .
__ADS_1
" jangan tinggalin Dilan ! tunggu aku !!" teriak Dilan mencoba mengejar ketiganya yang semakin jauh .
" jangan ...!! aku mohon !!!" ucap Dilan yang terus berlari dan mengejar mereka dan akhirnya mereka pun menghilang dari pandangan Dilan .
" tidak !!!?" teriak Dilan kacau akan kehilangan mereka dan tersungkur jatuh terkulai di rerumputan .
" Dilan.." suara panggilan yang ia kenal .
" Dilan...." panggilnya lagi .
Dilan diam sejenak seakan ia menggenal suara gadis itu .
" Beruang kutub ku ..." panggilnya lagi .
" Parasit ku ??" Ucap Dilan yang teringat akan Ayudia , ya suara yang memanggilnya adalah suara dari Ayudia .
Ia pun menoleh kebelakang , ia melihat sosok gadis cantik dan imut mengulurkan tangan kedua tangannya ke arah Dilan .
" Mari pulang bersama ku Beruang ku " Ajak Ayudia sambil tersenyum manis .
Entah magnet apa yang membuatnya menurut dan meraih tangan Ayudia dan mengenggamnya erat sekali .
" Ayu !!,"Dilan terbangun dari mimpinya dan membuka kedua kelopak matanya . mencoba mengatur detak jantungnya yang tidak beraturan .
" Parasit " ucap Dilan yang meraba-raba tempat tidurnya mencoba mencari sosok gadis kecil yang hadir dalam mipmpinya tadi . Dilan pun diam saat ia tersadar jik Ayu ada di rumah Hartanto dan dirinya ada di rumah orang tuanya saat ini .
Dilan mengacak-acak rambutnya , ia prustasi sekali . Kenapa ia bisa mencari dan merindukan seorang Ayudia , bukankah selama ini ia selalu risih jika di dekati dan dia ikuti Ayudia.
Rasa rindunya semakin besar terasa di hatinya , membuat ia teringat jika saat ini pasti Ayu sedang menangis menntikan kehadirannya . Karena ini pertama kalinya ia berpisah dengan Ayudia dan selama 3 tahun ia selalu bersama dengannya .
Dilam menjadi sangat resah dan tidak rela jika air mata Ayudia terbuang malam ini .
Secepat kilat Dilan menuruni anak tangga dan keluar rumah dan di susul Bik Sakma yang nampak kahwatir akan tuan mudanya yang keluar malam-malam .
" Tuan muda mau kemana ?" tanya Salma .
" Mau pulang Bik , aku ga tenang . Takutnya Ayu buat ulah lagi " Jawab Dilan dan segera pergi dengan motor sportnya itu meninggalkan kediaman Gibran .
__ADS_1