
Ayu tidak tahu masalah apa yang di hadapi Vin bersama papanya itu ,namun Vin terlihat tidak sopan berbicara kepada papanya seperti itu .
" Vin..jangan bicara seperti itu ,Vin " ucap Ayudia .
" Tidak apa-apa nak " sahut Bram yang sudah biasa mendapatkan ucapan kasar anaknya . Karena ia sudah terlanjut mencintai dan menyayangi Vin . Meski kenyataanya jika Vin bukanlah akan kandungnya , namu Vin belum mengetahui kebenaran itu .
" Lebih baik papa pulang , urus saja wanita simpana papa itu ! biar aku urus hidup aku tanpa campur tangan papa !" Ucap Vin yang selalu kasar dan lepas kendali . Ayu menggenggam tangan kiri Vin berharap ia bisa sedikit sabar .
" papa perduli pada mu nak , papa hanya ingin membantu hubungan mu dengan Ayudia . Karena papa tahu kamu sangat mencintainya ." jelas bram yang ingin anaknya bahagia , Karena ia tahu jika Vin selama ini hanya memendam perasaanya ke pada Ayu .
" Cukup Pa !!" bentak Vin dan berdiri dari duduknya .
Ayu seakan menjadi patung hidup menyaksikan pertengkaran Papa dan Anak . Yang tidak seharusnya ia lihat dan menjadi bahan tontonan gratis di hadapan semua orang .
" Ayo kita pergi " Tarik Vin kasar kepada Ayudia . Ayu terpaksa berdiri dan mengikuti Vin .
" Vin...!!" panggil Bram membuat langkah Vin dan Ayu berhenti .
"Sampai kapan papa katakan jika papa dan mama berpisah bukan karena tante Anna ! ini semua karena kesalahan mama mu sendiri , Vin ! " ucap Bram yang tidak ingin anaknya selalu menyalahkan Anna dalam hancurnya rumah tangganya .
Ayu merasa tidak enak dan kasihan kepada Bram , namun Vin menggenggam tangannya erat .
" Aku adalah papa yang gagal untuk mu Vin . Maafkan papa , namun papa sangat sayang kepada mu nak" ucap Bram sambil memegang dadanya yang terasa sangat sakit dan nyeri sekali .
Melihat tuannya akan tumbang Anto menahan tubuh Bram dengan kuat .
" tuan " ucap Anto yang cemas akan kondisi Bram yang akhir-akhir ini sedang tidak baik .
Ayu melihat ke arah belakang , ia kaget melihat Bram kesakitan di bagian dadanya .
" om.." ucap Ayu melepaskan tangan Vin dan menghampiri Bram yang terlihat pucat .
" Vin...papa mu sakit " ucap Ayudia .
__ADS_1
Vin nampak diam mematung membelakangi mereka , rasa sakit hatinya sangat besar kepada papanya yang tidak bisa ia gambarkan lagi .
" Aku tak perduli !" ucap Vin melangkah pergi meninggalkan Ayu bersama Bram dan Anto .
" kejar dia nak " pinta Bram .
" tidak om , om harus kerumah sakit sekarang juga " tolak Ayu dan membantu Anto memapah Bram yang sudah lemas dan sangat pucat sekali .
Meski Vin sudah keluar Restoran , namun akhirnya ia merasa tidak tega kepada Bram . Ia kembali kedalam dan mengendong tubuh Bram lalu berlari menuju mobil milil Bram .
30 menit berlalu .
Ayudia dan Anto nampak cemas menunggu Bram yang sedang di periksa di dalam ruangan VVIP oleh Dokter .
Vin pun tidak kalah cemasnya , ia bahkan sedikit menyesali tindakannya tadi .
" Mas Anto " panggil seorang wanita cantik berusia 45 tahun itu . Ia mendekati Ayu dan Anto di bantu Nana istri Anto .
" Iya nyonya " sahut Anto dan meraih tangan Anna dan memberikannya duduk .
" Bagaiman ke adaan Mas Bram ?" tanya Anna yang merasa emas akan sahabat baiknya . Yang di mata Vin jika Anna adalah istri rahasia Bram selama ini .
Vincent melihat ke hadiran Anna dengan kebencian yang dalam sekali . Ia benci kepadanya , karena Anna lah papa dan mamanya berpisah dan ia harus hidup dalam keluarga yang tidak utuh lagi .
" sedang di periksa Nyonya " jawab Anto .
" Siapa kamu nak ?" tanya Anna yang sedang berdiri di samping Vin .
" sa..saya Ayu , tante . Nama saya Ayudia " jawab Ayu ingin menhampiri Anna , namun tangannya di tahan Vin . Ayu dapat melihat bagaimana marahnya Vin kepada Anna , baru kali ini Ayu melihat Vin membenci seseorang sedalam ini . Hanya dari sorot matanya saja sudah terlihat sebesar apa kebenciannya .
Diam-diam Ayu memperhatikan wajah cantik Anna , ia merasa tidak asing dengan wajahnya itu . Namun Ayu tidak ingat dimana ia pernah melihatnya .
" Nama yang bagus , Ayu...namanya sesuai dengan orang ya " Puji Anna tersenyum manis kepada Ayu . Ayu pun membalas senyuman itu .
__ADS_1
" Apa kamu pacarnya Vin ?" tanya Anna .
Yang membuat Ayu kaget bukan main , Vin langsung manarik pinggang Ayu merapat kepadanya .
" bukan urusan mu !" Jawab Vin dingin dan ketus kepada Anna .
"Kenapa semua beranggapan aku dan Vin pacaran sih ?"
Ucap Ayudia dalam hatinya .
Anna hanya tersenyum mendengar ucapan Vin, ia mengerti jika Vin membencinya .
Anna memanglah wanita yang sangat sabar dan pengertian jika saja Vin menyadarinya . Bahkan ia lebih baik dari pada mamanya yang licik itu , karena tanpa Vin tahu . Mamanya lah yang membuat wanita itu ada dan masuk dalam keluarganya .
" Vin anak yang baik nak , jaga dia ya " Ucap Anna yang ingin Vin bahagia .
" anda mamanya Vincent ?" tanya Ayu .
Anna nampak diam , wajah yang tadinya tersenyum berubah muram .
Sementara Vin menatap tajam tidak setuju akan ucapan Ayudia .
" Saya mamanya Vincent " jawab Wanita yang baru datang dengan penampilan glamor , perhiasan yang menghiasi telinga , leher dan jemari wanita itu .
" Oh...maaf , saya tidak tahu tante " ucap Ayu yang nampak salah bertanya , apalagi mama Vin nampak tidak senang .
" Kamu Ayudia kan ?" tanyanya yang kini dengan ramah dan menghapiri Ayu . Wanita itu membelai wajah Ayudia dengan lembut . Menunjukkan kasih sayang dan kelembutan seorang ibu kepada Ayudia .
" iya tante " jawab Ayu sambil tersenyum .
" cantik , pintar anak saya pilih wanita . Tidak seperti papanya Vin , pelayan ia jadikan istri . " Sindir Diana , mama Vincent . kepada Anna , Anna hanya tersenyum sabar .
Ayu merasa ada atmosfir panas dan menegangkan di rumah sakit ini setelah mamanya Vin datang .
__ADS_1