I Love U Uncle

I Love U Uncle
Terasa panas


__ADS_3

Sepanjang hari Ayu hanya mendiami Dilan , ia masih marah kelakuan Dilan semalam . yang menurutnya sangat keterlaluan .


Sampai di kampus Dilan menjemput Ayu , namun Ayu hanya diam tanpa kata memasuki mobil Dilan . padahal Dilan sudah menyambutnya dengan senyuman termanisnya , padahal jika dulu . Melihat senyum sedikit saja sudah mampu melelehkan hatinya , namun kini hati Ayu sedikit keras dan tidak mudah tergoda akan senyuman Dilan .


"tidak semudah itu kau mendapatkan maaf ku Dilan ."


Ucap Ayu dalam hatinya yang hanya menatap kedepan saja tanpa menggubris bagaimana Dilan terus meliriknya sambil menyetir mobil .


" jangan marah parasit ku , aku ga kuat jika kamu marah . Sayang...maaf ya " ucapan manis Dilan yang langka .


"Ga salah dia bilang begitu ??"


Ayu merasa tidak percaya jika beruang kutub nya bisa berbicara manis seperti Vin .


" kata-kata mu ga akan membuat aku luluh ya " jawab Ayu dingin .


" Ayudia , parasit cantik dan yang aku cinta . maaf " ucap Dilan yang lebih manis lagi , dan ia sudah berusaha semaksimal mungkin . Dan lebih pastinya itu semua kata-kata yang di ajarkan asistennya sebelum menjemput Ayu ke kampus .


Sedikit senyuman terpancar dari wajah cantik Ayudia .


Dilan merasa senang ia berhasil meluluhkan kemarahan Ayu .

__ADS_1


" kata-kata itu dah basi , tiap hari aku sudah menerimanya dari Vin . bahkan kata-kata Vin lebih baik dari kamu " Ayu sengaja memanasi hati Dilan dengan membandingkannya dengan Vin .


" bahkan saat aku sedih ia menyiapkan sebuah kejutan yang sangat romantis dan ga akan aku dapatkan dari pria lain . Dia membuat aku sangat kagum kepadanya , dia sangat mengerti di mana harus menghibur dan membuat aku senang . Siapa wanita yang tidak nyaman di dekatnya , dia sangat menghargai ku dan tidak melakukan pelecehan kepada ku " ucap panjang Ayu yang membuat kobaran api semakin membesar dan siap melahap apa pun di dekatnya .


Sekuat tenaga Dilan menahan amarahnya dari ucapan Ayudia yang membuatnya sangat cemburu dan marah .


Banggakan saja dia , sebentar lagi kau hanya akan membanggakan aku saja .


Ucap Dilan dalam hati .


Ayu tersenyum senang bisa membuat Dilan terbakar amarah . Rasanya sangat puas bisa melihat ia merasakan sakit hati yang pernah ia rasakan .


" Oya ...nanti antarkan aku ke kantor Vin ya . Aku udah janji mau makan siang ama dia dan nonton bareng . Udah lama ga jalan bareng dia " lanjut Ayudia yang sengaja menambah rasa marah Dilan .


*******


Restoran


Ayu duduk bersebelahan dengan Vincent dan Dilan duduk di sebrang depan Ayudia .


Matanya tidak lepas terus menatap Ayu dan Vin yang begitu dekat dan mesra .

__ADS_1


"Apa kau tak melihat aku ?? sampai kau abaikan aku ??"


Tanya Dilan dalam hati sambil mengaduk-aduk makanan miliknya . Rasanya ia tidak punya selera makan sama sekali .


" Vin...kamu mau cicipi milik ku ?" tanya Ayu yang menambah seribu rasa sakit Dilan .


" mau sayang ku , tapi aku mau tangan manis mu yang menyuapi aku " jawab Vin yang mengunakan kata manis yang ia sengaja untuk membuat Dilan cemburu .


" Vin..kata-kata mu selalu begitu manis " ucap Ayu menyuapi sesendok nasi ke mulut Vin .


" emmm...rasanya enak , namun membuat rasanya semakin luar biasa adalah aku makan dari tangan peri cantik seperti mu " puji Vin yang membuat Dilan merasa tiba-tiba mual .


Uweeeek...


Dilan begitu mual akan ucapan Vin , semanis madu namun setajam racun yang menjalar di tubuh dan otak Dilan .


jika tidak ada Ayu mungkin saja Dilan sudah menghabisi Vin yang berani mendekati dan bicara manis kepada Ayudia .


Ayu merasa sangat puas dan senang melihat wajah Dilan yang nampak tidak bahagia sama sekali .


"Nikmati Dilan , bagaimana dulu aku mengemis kepada mu . Dan kini kamu yang akan mengemis cinta dari ku ."

__ADS_1


Ucap Ayudia dalam hatinya sambil tersenyum penuh kemenangan .


__ADS_2