
Saat Ayu akan makan baksonya ada seorang pria paruh baya datang berdiri tepat di depan mejanya sambil tersenyum ramah kepadanya .
" Nona Ayudia ?" tanya Pria berjas hitam itu dengan ramah .
" i..iya " jawab Ayu dan menaruh sendoknya di dalam mangku , lalu ia berdiri merasa tidak sopan bicara dengan seseorang yang lebih tua dalam ke adaan ia yang duduk .
" maaf ? anda Dosen baru di sini ? saolnya saya baru melihat anda" tanya Ayu dengan sopan santun , meski ia gadis bar-bar Ayudia tahu dimana dan di saat apa iya harus sopan . Apalagi kepada sesseorang yang lebih tua darinya .
Pria itu tersenyum akan pertanyaan Ayudia yang nampak polos .
" Tidak nona , saya Anto tangan kanan tuan Bram Valentino " jawab pria itu .
" Maaf , Bram Valentino ?Memang ada urusan apa dengan saya ?" tanya Ayu yang merasa tidak asing dengan nama itu .
" Tuan Bram ingin bertemu anda nona , jika anda berkenan " ucap pria itu .
Ayu nampak berfikir akan nama Bram Valentino
"papanya Vincent kan ?"
ucap Ayu yang baru ingat akan nama itu .
" baik " ucap Ayu yang mengikuti langkah Anto yang meninggalkan kantin kampus .
15 menit perjalanan .
Ayu sampai di restoran yang di tuju dan kini ia tengah duduk tepat di hadapan Bram , hanya berhalang meja bundar kecil di sana .
Bram sedari tadi memandangi dan menilai penampilan Ayudia , Ayudia menjadi canggung dan tegang akan sikap Bram .
" Maaf om..anda meminta saya kemari untuk apa ?" tanya Ayu yang mulai memberanikan diri membuka suara , entah mengapa nyalinya ciut jika berhadapan orang tua yang berwibawa seperti Bram . Bahkan papinya saja kalah berwibawa jika di sandingkan dengan sosok Bram .
__ADS_1
" Tidak...hanya ingin minum kopi bersama dan mengenal nak Ayu lebih dekat " ucap Bram meraih secangkir kopi yang masih mengepulkan asap panas .
Ayu hanya tersenyum kikuk akan jawaban Bram .
"Serasa ketemu calon mertua aja ya , tegang banget ."
Ucap Ayu dalam hatinya yang begitu gugup sekali .
Bram menyadari ketegangan Ayu .
" santai saja nak , seperti kamu santai kepada Vincent . jangan tegang , saya tidak akan memakan mu nak " ucap Bram yang nampak rilek dan santai agar Ayu tidak tegang lagi .
" iya om " jawab singkat Ayudia .
" Om denger kamu jago bela diri ?"tanya Bram yang banyak mendengar dari bawahannya yang selalu memantau anaknya dari jauh .
" iya om "
" bagus-bagus , wanita memang harus kuat untuk bisa menjaga diri " puji Bram .
" hubungan mu dan Vin bagaimana ?" tanya Bram .
Ayu nampak kebingungan mau menjawab apa , pasalnya ia tidak tahu maksud hubungan apa . Sahabat atau pacar ?.
" Papa !" panggil Vin yang baru sampai dengan nafas yang ngos-ngosan .
" Vin" ucap Ayu yang kaget melihat Vincent datang menyusulnya kerestoran , namun Ayu heran dari mana Vin bisa tahu jika ia bertemu Papanya saat ini .
" pasti Ricky yang memberi tahu mu bukan ?" tanya Bram dengan lembut dan penuh perhatian kepada anaknya , meski kenyataanya hubungannya dengan Vin tidaklah baik sama sekali .
" bukan urusan mu !" jawab Vin kasar tanpa sopan santun kepada Bram . Vin nampak tidak suka jika papanya mulai ikut campur dalam urusannya dan menemui Ayu tanpa ijin darinya .
__ADS_1
Ayu kaget akan sikap Vin yang tidak sopan dan kasar tidak seperti Vin yang ia kenal .
" Ayo kita pergi !" Vin mencoba menarik pergelangan tangan Ayu , namun segara di halangi oleh Anto yang tidak lain adalah papa dari Ricky . Tangan kanan dan sahabat Vincent .
" maaf tuan muda " ucap Anto menahan tangan Vin sambil menundukkan kepalanya .
" duduklah di samping Ayu " pinta Bram menatap Ayu yang masih kaget akan sikap Vin .
" hubungan kami memang tidak cukup baik nak , jangan kaget jika ia seperti itu . Namun ia adalah pria yang lembut dan penyayang " jelas Bram yang tahu benar sifat dan karakter anaknya itu .
" ah...iya om " ucap Ayu merasa tidak enak .
" duduklah Vin " pinta Ayu memegang tangan Vincent . Mendapat genggaman tangan dari Ayu membuat emosinya menurun dan menuruti ucapan Ayudia .
Vin menarik kursi dan duduk di sebelah Ayudia .
" Papa tidak ada niat buruk terhadap Ayu , papa hanya ingin mengenal lebih baik Ayu , wanita yang kau dekati ini " Bram mencoba menjelaskan kepada anaknya dengan nada lembut tidak seperti tadi .
" papa hanya membuang waktu papa yang berharga saja " cibir Vin dingin dan malas menatap Papanya .
" bertemu Ayu juga adalah waktu berharga " jawab Bram sambil tersenyum .
" Cantik , baik dan sopan . Dari semua itu hanya dia yang bisa mengontrol diri kamu nak " puji Bram kepada Ayu .
Ayu merasa malu akan pujian Bram itu .
"saya hanyalah gadis biasa om , tidak seperti om katakan " Ayu merendahkan diri membuat Bram semakin menyukainya .
" Vin...kamu pandai dalam memilih wanita , papa restui kalian pacaran . kalau perlu tunangan juga boleh , papa akan menemui orang tuanya " Ucap Bram membuat Ayu dan Vincent kaget .
Bram sengaja mengatakan itu karena ia geram dengan tindakan lambat anaknya mendekati Ayudia . Sudah 4 tahun namun belum mendapatkan hasil sama sekali .
__ADS_1
" Pa ! aku ga suka papa ikut campur dalam urusan aku ! cukup papa urus aja wanita simpanan papa itu !" Ucap Vin dengan nada tinggi dan kasar .
Sebenarnya Bram marah akan ucapan anaknya , namun ia mengerti jika Vin masih salah paham kepadanya .