I Love U Uncle

I Love U Uncle
Bram Valentino


__ADS_3

Saat Ayu akan makan baksonya ada seorang pria paruh baya datang berdiri tepat di depan mejanya sambil tersenyum ramah kepadanya .


" Nona Ayudia ?" tanya Pria berjas hitam itu dengan ramah .


" i..iya " jawab Ayu dan menaruh sendoknya di dalam mangku , lalu ia berdiri merasa tidak sopan bicara dengan seseorang yang lebih tua dalam ke adaan ia yang duduk .


" maaf ? anda Dosen baru di sini ? saolnya saya baru melihat anda" tanya Ayu dengan sopan santun , meski ia gadis bar-bar Ayudia tahu dimana dan di saat apa iya harus sopan . Apalagi kepada sesseorang yang lebih tua darinya .


Pria itu tersenyum akan pertanyaan Ayudia yang nampak polos .


" Tidak nona , saya Anto tangan kanan tuan Bram Valentino " jawab pria itu .


" Maaf , Bram Valentino ?Memang ada urusan apa dengan saya ?" tanya Ayu yang merasa tidak asing dengan nama itu .


" Tuan Bram ingin bertemu anda nona , jika anda berkenan " ucap pria itu .


Ayu nampak berfikir akan nama Bram Valentino


"papanya Vincent kan ?"


ucap Ayu yang baru ingat akan nama itu .


" baik " ucap Ayu yang mengikuti langkah Anto yang meninggalkan kantin kampus .


15 menit perjalanan .


Ayu sampai di restoran yang di tuju dan kini ia tengah duduk tepat di hadapan Bram , hanya berhalang meja bundar kecil di sana .


Bram sedari tadi memandangi dan menilai penampilan Ayudia , Ayudia menjadi canggung dan tegang akan sikap Bram .


" Maaf om..anda meminta saya kemari untuk apa ?" tanya Ayu yang mulai memberanikan diri membuka suara , entah mengapa nyalinya ciut jika berhadapan orang tua yang berwibawa seperti Bram . Bahkan papinya saja kalah berwibawa jika di sandingkan dengan sosok Bram .

__ADS_1


" Tidak...hanya ingin minum kopi bersama dan mengenal nak Ayu lebih dekat " ucap Bram meraih secangkir kopi yang masih mengepulkan asap panas .


Ayu hanya tersenyum kikuk akan jawaban Bram .


"Serasa ketemu calon mertua aja ya , tegang banget ."


Ucap Ayu dalam hatinya yang begitu gugup sekali .


Bram menyadari ketegangan Ayu .


" santai saja nak , seperti kamu santai kepada Vincent . jangan tegang , saya tidak akan memakan mu nak " ucap Bram yang nampak rilek dan santai agar Ayu tidak tegang lagi .


" iya om " jawab singkat Ayudia .


" Om denger kamu jago bela diri ?"tanya Bram yang banyak mendengar dari bawahannya yang selalu memantau anaknya dari jauh .


" iya om "


" bagus-bagus , wanita memang harus kuat untuk bisa menjaga diri " puji Bram .


" hubungan mu dan Vin bagaimana ?" tanya Bram .


Ayu nampak kebingungan mau menjawab apa , pasalnya ia tidak tahu maksud hubungan apa . Sahabat atau pacar ?.


" Papa !" panggil Vin yang baru sampai dengan nafas yang ngos-ngosan .


" Vin" ucap Ayu yang kaget melihat Vincent datang menyusulnya kerestoran , namun Ayu heran dari mana Vin bisa tahu jika ia bertemu Papanya saat ini .


" pasti Ricky yang memberi tahu mu bukan ?" tanya Bram dengan lembut dan penuh perhatian kepada anaknya , meski kenyataanya hubungannya dengan Vin tidaklah baik sama sekali .


" bukan urusan mu !" jawab Vin kasar tanpa sopan santun kepada Bram . Vin nampak tidak suka jika papanya mulai ikut campur dalam urusannya dan menemui Ayu tanpa ijin darinya .

__ADS_1


Ayu kaget akan sikap Vin yang tidak sopan dan kasar tidak seperti Vin yang ia kenal .


" Ayo kita pergi !" Vin mencoba menarik pergelangan tangan Ayu , namun segara di halangi oleh Anto yang tidak lain adalah papa dari Ricky . Tangan kanan dan sahabat Vincent .


" maaf tuan muda " ucap Anto menahan tangan Vin sambil menundukkan kepalanya .


" duduklah di samping Ayu " pinta Bram menatap Ayu yang masih kaget akan sikap Vin .


" hubungan kami memang tidak cukup baik nak , jangan kaget jika ia seperti itu . Namun ia adalah pria yang lembut dan penyayang " jelas Bram yang tahu benar sifat dan karakter anaknya itu .


" ah...iya om " ucap Ayu merasa tidak enak .


" duduklah Vin " pinta Ayu memegang tangan Vincent . Mendapat genggaman tangan dari Ayu membuat emosinya menurun dan menuruti ucapan Ayudia .


Vin menarik kursi dan duduk di sebelah Ayudia .


" Papa tidak ada niat buruk terhadap Ayu , papa hanya ingin mengenal lebih baik Ayu , wanita yang kau dekati ini " Bram mencoba menjelaskan kepada anaknya dengan nada lembut tidak seperti tadi .


" papa hanya membuang waktu papa yang berharga saja " cibir Vin dingin dan malas menatap Papanya .


" bertemu Ayu juga adalah waktu berharga " jawab Bram sambil tersenyum .


" Cantik , baik dan sopan . Dari semua itu hanya dia yang bisa mengontrol diri kamu nak " puji Bram kepada Ayu .


Ayu merasa malu akan pujian Bram itu .


"saya hanyalah gadis biasa om , tidak seperti om katakan " Ayu merendahkan diri membuat Bram semakin menyukainya .


" Vin...kamu pandai dalam memilih wanita , papa restui kalian pacaran . kalau perlu tunangan juga boleh , papa akan menemui orang tuanya " Ucap Bram membuat Ayu dan Vincent kaget .


Bram sengaja mengatakan itu karena ia geram dengan tindakan lambat anaknya mendekati Ayudia . Sudah 4 tahun namun belum mendapatkan hasil sama sekali .

__ADS_1


" Pa ! aku ga suka papa ikut campur dalam urusan aku ! cukup papa urus aja wanita simpanan papa itu !" Ucap Vin dengan nada tinggi dan kasar .


Sebenarnya Bram marah akan ucapan anaknya , namun ia mengerti jika Vin masih salah paham kepadanya .


__ADS_2