
Usai menemui sahabat lamanya Dira memilih berdiam diri di taman rumahnya sambil melihat ikan yang ada di kolam kecil .
" Janji yang bodoh , aku baru sadar betapa bodohnya orang tua membuat janji yang akan menyulitkan anaknya " ucap Dira menyesalinya .
" Ayudia...maafkan mama nak , mama hanya mau kamu bahagia . memilih pria yang kamu mau dan bahagia bersamanya " ucap Dira lagi yang tak mau membuat sulit anaknya .
Dira begitu pusing jika ia ingat janji bodohnya , bagaimana bisa satu gadis menerima dua perjanjian perjodohan .
" betapa egoisnya orang tua ternyata " Dira tersenyum sinis kepada dirinya sendiri .
Saat Dira tengah termenung , sebuah tangan kekar memeluknya erat dari belakang .
" Sayang..." bisik pria itu dengan lembut .
Membuat Dira tersadar akan lamunannya .
" Raf " ucap Dira memegang tangan suaminya yang ada di dadanya .
" apa yang kamu fikirkan ?" tanya Raffa yang melihat jika istrinya sedang banyak fikiran .
" aku memikirkan Ayudia mas , kelak...ia akan menikah dengan siapa ?" jawab Dira .
" hahaha" tawa Raffa geli akan ucapan istrinya . Ia melepaskan pelukannya dan duduk di samping istrinya .
" kok ketawa sih ?!" Dira merasa kesal .
" kamu lucu tahu gak ?" ucap Raffa .
" aku cuman berfikir aja mas " sahut Dira .
" sudah jelas anak mu akan menikah dengan siapa , Hanya Dilan calon menantuku dan menantu yang di pilih papa , kamu tahu itu sayang . dan...lebih utama lagi jika mereka saling mencintai " ucap Raffa yang sudah cocok dengan Dilan .
__ADS_1
" Raf...tapi kita ga bisa maksain Ayudia lo "
" maksain apa sayang ku ?" tanya Raffa .
" jika...sebenarnya Ayu sudah memiliki kekasih gimana ?" tanya Dira .
" kekasih ?" ulang Raffa .
" ya , dia pacaran sama Vin selama ini " jawab Dira ragu .
" tidak saya ga setuju ! mereka mana mungkin pacaran ?!" Raffa merasa tidak suka dan tidak percaya .
" kamu ingat Diana ?" tanya Dira akan sahabat mereka jaman sekolah dahulu .
" ya "
" dia mamanya Vin " Ucap Dira
Dira akhirnya menceritakan akan janjinya dan Diana di masa lalunya .
Raffa mengeleng kepala tanda tidak setuju .
" ga aku ga setuju ya kamu jodohin dia sama anak Diana . kamu tahu diri gimana Diana , dia itu orang yang egois " ucap Raffa yang hafal betul seperti apa Diana , Diana bukan wanita yang baik dan Raffa tidak mau jika anaknya punya mertua seperti Diana .
" kok kamu gitu sih ? dia baik Raffa , kamu aja yg ga kenal dia " sahut Dira .
"justru kamu yang ga kenal dia dengan baik sayang ku " balas Raffa .
" aku kenal dia jauh sebelum kamu kenal dia Raf " ucap Dira yang mulai berdebat .
" dan aku kenal Bram dari aku kecil dan aku tahu semua tentang dia " ucap Raffa .
__ADS_1
" kenapa sih ?! kamu ga pernah suka sama Diana ?" tanya Dira yang tahu jika suaminya tidak terlalu suka dengan Diana .
" dia itu pembohong " ucap Raffa yang membuat Dira tidak terima .
" bohong ? maksud mu apa ?" tanya Dira .
" kamu tahu kenapa Bram terpaksa menikahi Diana ? dan pisah dengan Anna ?" tanya Raffa yang tahu sejarah cinta segitiga mereka .
" ya aku tahu lah Raf , karena Bram menghamili Diana dengan janji manisnya . Ini semua karena Anna jadi Bram berubah " ucap Dira yang nampak tidak suka dengan namanya Anna .
" kenapa kamu menyalahkan dia sayang ? dia hanyalah korban dari keegoisan Diana " ucap Raffa .
" dia tidak egois Raf , dia hanya meminta haknya . wanita yang mengandung anak Bram " sahut Dira yang mulai kesal .
" hak ?? ga salah ? " tanya Raffa mengejek .
" ya hak , karena Bram menjanjikan akan menikahi Diana jika ia mau menyerahkan kesuciannya kepada Bram !" ucap Dira dengan sedikit lantang .
Raffa mengeleng-geleng kepala .
" kamu ga tahu apa yang sebenarnya terjadi sayang , sahabat mu itu menjebak Bram saat itu " ucap Raffa yang tahu sebenarnya apa yang terjadi .
" kamu tidak tahu wanita seperti apa Diana , dan siapa bapak anak Diana itu " ucap Raffa lagi membuat Dira kaget dan ragu akan pernyataan Raffa .
" maksud mu apa Raffa , kamu meragukan dia anak Bram ?" tanya Dira .
" ya , dia bukan anak kandung Bram . dia anak hasil pergaulan bebasnya bersama beberapa pria " jelas Raffa .
Dira kaget bukan main sampai ia menutup mulutnya yang terbuka karena kaget tidak percaya .
Dira tidak percaya jika Diana melakukan hal menjijikan semacam itu . Namun Dira tidak bisa percaya begitu saja ucapan Rafa tanpa adanya bukti jelas .
__ADS_1