I Love U Uncle

I Love U Uncle
Rumah Lama Dilan


__ADS_3

Dengan memeluk bingkai foto keluarganya Dilan duduk di sofa tunggal sambil bersandar di sana . Kedua matanya terpejam erat sambil mengingat keluarga lamanya yang telah meninggalkan dirinya sendiri di dunia ini .


Air mata Dilan mengalir tanpa Dilan sadari , mengambarkan betapa besar rasa rindunya kepada mending ketiga orang tuanya .


" Kenapa kalian meninggalkan aku sendirian " ucap Dilan yang membiarkan air matanya mengering sendiri di sana .


" Tuan..." sapa wanita paruh baya yang berdiri di samping Dilan , ia nampak sangat iba akan nasib anak majikannya .


Dilan membuka kedua bola matanya dan menoleh ke arah suara itu .


" Bik Salma ?" ucap Dilan kepada kepala pelayan rumahnya , ia Bu Salma . Pelayan yang setia dan sudah sangat lama bekerja kepada keluarga Gibran .


" Bibik tahu tuan sedih , namun jangan terlarut dalam kesedihan tuan . Karena itu akan membuat mereka bersedih tuan muda ?" Ucap Salma yang ingin Dilan kembali bahagia seperti sedia kala .


" iya bik," jawab Dilan mencoba tersenyum kepada Salma .


" Bik ... aku mau ke kamar atas dulu ya ." pamit Dilan yang masih setia membawa foto keluarganya .


Ceklek...


Dilan membuka pintu kamar yang pernah ia tinggali , terasa masih sama dengan 3 tahun lalu .


Ia menghirup udara ruangan itu , tercium bau harum saat ia memasuki kamarnya .


Ia menoleh dan melihat ke arah balkon kamarnya yang pintunya terbuka lebar, nampak sebuah bunga berjajar rapi dengan pot sedang di sana .


Dilan memang menyukai bunga , karena dulu ia sering membantu Ibu Sinta dan Mama Anna merawat bunga di saat meteka masih hidup .


"masih ada " ucap Dilan menghampiri bunga yang berjajar rapi di pot kecil .


" mungkin Bik Salma yang merawatnya " ucap Dilan memandangi bunganya yang sudah lama ia abaikam dan tidak ia kunjungi , jujur ia masih sangat takut dan belum kuat jika harus kembali kerumah ini . Banyak sekali kenagan yang tersimpan indah di rumah ini , sampai ia tidak rela jika kenyataan mengatakan jika ia telah menjadi anak yatim piatu .


Namu entah mengapa dari semalam tiba-tiba ia rindu akan rumah lama dan ingin mengunjunginya . Maka dari iti , pagi-pagi sekali ia bergegas pergi kerumah lama tanpa memberitahu Ayudia . Karena saat ini ia sedang ingin sendirian saja dulu tanpa ada orang lain yang mengganggunya .

__ADS_1


Ia pun kembali ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang yang sudah lama tidak ia tempati , terasa nyaman dan hangat . Namun terasa ada yang kurang saat ia melihat di bagian samping yang kosong . Terasa sepi dan hampa , tiba-tiba ia merindukan rengekan dan ocehan dari Ayudia . Padahal belum ada sehari ia meninggalkan Ayudia , namun rasanya ia sangat merindukan gadis itu .


Apa dia sedang marah ??."


Tanya Dilan dalam hatinya .


****


Dilan tertidur terlalu lelap , tanpa ia sadari hari sudah menjadi gelap . Lampu kamar pun belum ia nyalakan .


" sepertinya kau tertidur terlalu lama ," ucap Dilan memijit sebelah kepalanya yang sedikit migran .


" tok...tok..." Ketukan pintu dari luar kamar .


" masuk " jawab Dilan yang masih duduk di ranjang .


Ceklek ...


pintu pun terbuka separuh saja , terlihat Salma berdiri di ambang pintu .


Dilan nampak berfikir , ia mau makan apa saat ini .


Namun tiba-tiba ia teringat akan kenangannya bersama Mama Anna .


Dilan sayang...kamu mau mama masakin apa nak ?" tanya Anna yang berdiri di ambang pintu sambil tersenyum manis .


Apa aja Dilan suka ,Apalagi mama yang masakin Dilan " jawab anak 12 tahun tersebut sambil tersenyum manis .


Mau bantuin mama ? " tanya Anna mengulurkan tangan kanannya .


mau ma " Dilan meraih uluran tangan Anna yang hangat .


Tiap hari aku mau di masakin mama sama ibu Sinta ,masakan kalian yang paling enak dan terbaik " Ucap Dilan yang mengandeng tangan Anna menuruni anak tangga menuju dapur .

__ADS_1


Dilan besar berdiri di atas tangga , seakan ia masih melihat bayangan masa lalunya bersama sang mama .


Bu Salma hanya diam mengikuti Dilan dari belakang , ia tahu jika tuan mudanya masih merindukan keluarganya .


Dilan perlahan menuruni anak tangga , menyusul bayangannya bersama Anna menuju dapur .


Dilan mau mama masakin ayam goreng ?" Tanya Anna kepada putranya .


Mau...mau ma , Dilan suka bagian paha ayam ma "


jawab Dilan di samping Anna .


Dilan besar tersenyum melihatnya .


Dilan cukup lama ia berdiri di sana , menyaksikan keharmonisan hubungan anak dan seorang ibu yang bahagia .


" Tuan..." ucap Salma lembut menyadarkan Dilan akan lamunannya .


Air mata menetes dari kedua mata Dilan , secepat mungkin ia menghapusnya dengan kasar memakai lengannya .


" Ia bik ?" Jawab Dilan dan berbalik badan menghadap Salma yang ada di belakangnya .


" Tuan mau makan apa ?" tanya Salma lagi , pertanyaannya yang tadi belum Dilan jawab .


" sepertinya aku mau masak sendiri aja , bik, " jawab Dilan dan menggulung lengan kaosnya yang panjang .


Bu Salma tersenyum dan memberikan celemek agar baju Dilan tidak kotor .


" mau saya bantu tuan ?" tanya Salma .


Dilan menjawab dengan anggukan kepalannya . Bu Salma tersenyum senang dan mengambil sekotak ayam di kulkas dan membersihkannya . Sementara Dilan menghaluskan bumbu ayam goreng dengan mesin agar lebih cepat dan praktis .


Dilan merasa senang , meski ia masak bersama Salma bukan Mama Annanya . Setidaknya ini semua dapat mengobati rasa rindunya kepada mendiang Anna .

__ADS_1


Usai masak memasak selesai Dilan mengajak Salma malan bersama di satu meja , meski sungkan dan tidak enak hati Salma terpaksa mengikuti kemauan Dilan . Ia tahu jika Dilan ingim di temani makan malam dan tidak ingin makan sendirian saja .


__ADS_2