
Dilan membuka pintu kamarnya perlahan , kerena ia tahu jika Ayudia pasti ada di sana .
Perlahan ia melangkah masuk dan mencari saklar lampu yang tidak jauh dari pintu masuk kamarnya .
Klek...
Lampu pun menyala dan menampakkan seluruh isi ruangan kamarnya . Dilan tersenyum kecil melihat sosok gadis manis tidur di atas ranjangnya sambil memeluk bantalnya .
" Kau parasit ku , di mana pun aku berada selalu dapat menggangu ku " puji Dilan saat berdiri tepat di depan Ayudia yang tertidur lelap .
Ia pun melempar jaket kulitnya ke arah sofa panjang dan menaiki ranjangnya dengan perlahan , agar Parasitnya tidak terbangun dan mengoceh seperti burung beo .
Dilan mengambil pelan bantalnya , dan ia pakai untuk bantalan sendiri .
Ayudia kehilangan bantal guling nya segera berbalik dan mencari guling nya dengan mata tertutup .
Dilan segera menarik tangan kiri Ayudia mendekatinya sambil meraih pinggang kecil Ayu agar dekat dan menempel dengannya .
Entah mengapa ia ingin malam ini tidur sambil memeluk keponakannya ini .
" tidurlah di pelukan ku parasit ku " ucap Dilan yang berhasil memeluk Ayu dan membelai rambut Ayudia . Sampai ia sendiri pun ikut tertidur lelap dalam pelukan hangat itu .
Mentari pagi menjemput , menyinari kehangatan kepada tubuh Ayudia dan Dilan .
__ADS_1
Perlahan Dilan membuka matanya saat merasa sangat silau kerena sinar mentari pagi menembus jendela kaca kamarnya yang gordennya tidak di tutup semalam .
" sudah pagi ?" ucap Dilan yang membuka matanya dan melihat Ayu yang masih tidur di pelukannya .
Melihat pergerakan Ayu , Dilan kembali tidur kembali .
Ayu sedikit kaget saat ia membuka mata , ia mendapati Beruang kutub nya ada di depan matanya dan memeluknya erat .
" Beruang !..Hey ! kau pulang beruang kutub ku ! " Ucap Ayudia kegirangan membuat kuping Dilan keberisikan akan teriakan Ayu .
Dilan menutup mulut mungil Ayu .
" Parasit...aku masih mengantuk " ucap Dilan yang masih menutup matanya .
" ya " jawab singkat Dilan .
" kenapa ? aku pikir kamu akan menginap di rumah kakek Gibran " tanya Ayu .
" bagaimana mau menginap , jika dalam tidur pun kamu menganggu ku dan meminta ku pulang " jawab Dilan yang masih menutup kedua matanya .
" benarkah ?" tanya Ayu senang dan memeluk Dilan lebih erat lagi .
" aku tidak bisa bernafas " ucap Dilan yang merasa sesak akibat pelukan Ayu .
__ADS_1
" maaf Dilan , mari kita bangun siangan " ajak Ayu yang kembali menutup kedua buah matanya .
Dilan dan Ayudia menikmati kebersamaan mereka , berbaring sampai tengah hari dan melewatkan makan pagi mereka .
" Ayu tidak sarapan sayang ?" tanya Rafa yang tidak melihat anak gadisnya turun kebawah .
" Biarkan saja , mungkin ia lagi marah karena Dilan tidak pulang semalam " Jawab Dira yang tahu benar karater anaknya itu .
" Siapa bilang dia tidak pulang , semalam papa lihat dia pulang tengah malam dan tidur bersama Ayu di kamar Dilan . Mungkin cucuku sedang menghukum dan mengurung Dilan di kamar " Ucap Hartanto yang semalam melihat Dilan pulang .
" benarkah ? " sahut Rafa yang tidak tahu .
" apa tidak masalah jika mereka sangat dekap pa , apa lagi kan Dilan dan Ayu berbeda jenis . Masa ia Ayu selalu tidur bersama Dilan " Dira merasa resah jika kebiasaan itu terus berlanjut .
" Dilan akan tahu batasannya , dia tidak akan macam-macam kepada Ayu . cucu ku ," Ucap Hartanto yang percaya jika keponakannya bisa menjaga Ayu dengan baik .
" biarlah..lagian mereka juga toh nantinya akan menikah jika sudah dewasa . Bukannya om Gibran sudah memilih Ayu menjadi menantunya " Ucap Rafa yang masih memagang janjinya kepada Gibran akan menikahkan Ayu dengan Dilan .
" Apa Dilan mau ??" tanya Dira tidak yakin , ia malah takut jika nantinya yang akan kecewa adalah Ayudia .
" jangan bahas itu dulu , apa kalian lupa cucuku baru berumur 9 tahun ? terlalu awal membahas itu " Sahut Hartanto sambil menikmati secangkir kopi .
" Merancang masa depan juga tidak masalah pa jika di mulai dari sekarang " Ucap Rafa yang sangat ingin jika Dilan menjadi menantunya .
__ADS_1
" tapi aku ga mau ya , jika kamu terlalu memaksakan kehendak kepada anak-anak . Biarkan mereka pilih jalan mereka sendiri termasuk masa depan mereka " Ucap Dira yang ingin Dilan dan Ayu bebas memilih masa depan mereka . Karena mereka yang akan menjalaninya , ia tidak mau sampai ada penyesalan namtinya .