
Ayu kembali ke kamar Dilan dengan wajahnya yang sedih dan tertunduk , langkahnya terlihat tanpa tenaga sama sekali .
Dira dan Raffa hanya dapat melihat dan diam akan kondisi putri mereka , mereka merasa tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghibur putrinya .
Saat Ayu membuka pintu kamar Dilan dan melangkah mendekati meja belajar Dilan . Ia meremas kertas secarik kertas yang di tulis Dilan tadi , membuangnya di sembarang tempat . Nampak kekecewaan di hati Ayudia yang tidak terbendungkan saat ini .
Ayu menatap bunga itu dan meraihnya , manatapnya dalam-dalam dengan kesedihan yang terlukiskan dari kedua matanya yang telah merah sempurna .
Sekali lempar bunga itu mendarat kasar di ambang pintu kamar , membuat beberapa kelopak bunga jatuh dan berserakan di lantai . Seakan mengambarkan keadaan Ayudia saat ini .
Ayu segera keluar meninggalkan kamar Dilan dan segara masuk kekamarnya menuju kamar mandi . Ia menguyur tubuhnya bersama pakaiannya mengunakan gayung dan menyiramnya tanpa jeda mengarah kepalanya . Berharap dapat menjernihkan pikirannya saat ini .
Lama Ayu berdiam di di kamar mandi dalam ke adaan basah kuyup , pakaiannya sudah sangatlah basah . Ia pun mulai merasakan mengigil kedinginan . Beruntung Dira segera masuk kedalam kamar Ayu dan mendapati anaknya yang basah kuyup dengan pakaian lengkap .
Dira membantu Ayu menganti pakaiannya , karena Ayu sedari tadi hanya diam dengan tatapan kosongnya . Ia benar-benar prihatin akan ke adaan Ayudia .
" Ada apa nak ? katakan kepada mami mu ini sayang ?" tanya Dira yang tidak tega melihat kondisi anaknya . Sebenarnya ia sudah tahu permasalahan apa yang terjadi antara anaknya dan Dilan . Namun ia tidak bisa berbuat apapun .
" jangan biarkan dia datang lagi ,Mi . Ayu mohon " Ucap Ayu menatap Dira dengan penuh permohonan .
" Aku ga kuat jika melihat dia lagi mi , cukup mi apa yang aku rasakan , mi ." Ucap Ayu yang memeluk maminya .
" Jika ia ingin meminta maaf kepada mu dan menjelaskan semuanya , apa kamu akan menerima maafnya ?" tanya Dira sambil membelai rambut anak gadisnya .
" Apakah dengan maafnya bisa menyembuhkan luka ku , Mi ? Apakah maafnya bisa mengembalikan hati ku lagi ?" tanya Ayudia yang membuat Dira diam tidak menjawabnya . Ia tidak menyangka jika selama ini anaknya menderita dan tersakiti .
__ADS_1
" maafkan mami yang tidak memahami mu nak , maafkan mami yang tidak dapat menjadi mami yang baik , mami yang tak bisa mengobati setiap luka mu " Dira menitikkan air matanya , segera ia menyekannya .
" Apa pun nanti jalan yang akan kamu tempuh mami akan mendukung mu , mami tidak akan menghalanginya asalkan dapat membuatmu bahagia dan lepas dari sakit hati ini " Ucap Dira yang akan mendukung setiap langkah anaknya .
****
Di dalam mobil Dilan memandangi foto Ayudia yang ia ambil saat Ayu masih tidur . Dilan tersenyum memandangnya , rasanya sepeti mimpi dapat tidur bersamanya lagi salau hanya sebentar .
" Maaf , aku belum mempunyai nyali untuk menemui mu langsung dan mengatakan maaf kepada mu "
Ucap Dilan dan mematikan ponselnya . Lalu ia masukkan kedalam jasnya .
" kita balik sekarang ?" tanya Ricky yang sedang mengendarai mobil .
Ricky pun melajukan mobilnya menuju bandara karena pesawat mereka sudah menunggu dan akan lepas landar dalam beberapa menit lagi .
"Tunggu aku kembali Ayudia , saat waktu itu tiba aku tidak akan melepaskan mu lagi dan tidak akan membiarkan pria itu mendekatimu lagi . Karena kamu hanyalah milik ku seorang ."
Ucap Dilan dalam hatinya .
****
Ayu nampak terdiam di depan makanan yang telah di pesankan Vin , karena saat ini Ayu dan Vin tengah makan siang di restoran yang di pilihlan Vincent .
" Cantikku ... mau sampai kapan kamu pandangi makanan itu ?" tanya Vin yang memerhatikan Ayu yang nampak murung dan tidak bersemangat .
__ADS_1
" emm ya Vin , aku makan sekarang ya " jawab Ayu dengan lesu , ia segara memulai memakan makanannya tanpa banyak bicara .
" Ada apa ? apa ada yang mengganggu mu ?" tanya Vin .
" tidak " jawab Ayu singkat dan terus memakan makanannya .
Usai makan siang Vin mengajak Ayu menuju taman bermain , di sana mereka bisa bersantai ria . Namun belum sampai di tempat , Ayu dan Vin melihat pedagang kaki lima yang sedang di hadang preman yang meminta jatah .
Ayu yang kebetulan sedang ingin sekali melampiaskan rasa kesalnya , lagi pula kedua tangannya sudah sangatlah gatal .
" kamu yakin ??" tanya Vin mengehentika motornya .
" ya dong " jawab Ayu yang duduk di belakang Vin .
Tanpa ragu atau takut , Vin dan Ayu mendekati keempat preman itu yang bertubuh kekar .
Perkelahian pun tak terhindarkan , lagi pula itu juga yang di inginkan Ayudia . Vin di dorong mundur Ayidia , karena ia ingin menghajar mereka berempat sendirian .
Vin pun mengalah karena ia tahu kemampuan Ayudia lumayan baik dalam berkelahi . Namun Vin tetap mengawasinya dan berjaga-jaga jika ada yang berani melukai Ayudia .
Tanpa mereka sadari ada seorang yang tengah merekam perkelahian Ayudia bersama ke empat preman itu .
Rasa puas dalam diri Ayudia terlihat saat ke empat preman itu terkapar tidak sadarkan diri di jalannan.
Senyum kemenanggan pun terpancar di wajah Ayudia , rasa kesal di hatinya berkurang dengan berolah raga sedikit .
__ADS_1