
Ayudia begitu menikmati makanannya , rasanya masakan Salma tidak kalah enaknya dengan masakan maminya .
" em...masakan Bu Salma enak , aku suka " Puji Ayudia sambil tersenyum manis kepada Salma yang berdiri di sampingnya .
" terima kasih nona atas pujiannya " ucap Salma .
" Bu..jangan hanya berdiri , sini duduk makan bareng " Ajak Ayudia yang menarik kursi di sebelahnya .
" Ti...tidak usah Nona " Salma merasa sungkan .
" Duduklah Bu , Bu Salma sudah aku anggap keluarga ku . Jadi mulai sekarang temani aku makan " pinta Dilan yang suka akan permintaan Ayudia .
"Nona ini walau kecilnya suka iseng tapi dia baik dan perhatian ."
Ucap Salma dalam hatinya saat ia duduk di samping Ayudia .
" Saya merasa tidak pantas nona , Tuan muda " ucap Salma minder .
" jangan banyak bicara Bu , sini aku ambilkan makanannya . mau makan sama apa ?" tanya Ayudia mengambilkan nasi ke piring kosong Salma .
" biar saya sendiri saja nona " Salma meraih piringnya yang di pegang Ayudia .
" ya sudah , jangan sungkan Bu . Bu Salma kan udah lama di sini , bahkan sebelum beruang kutub ini lahir " ucap Ayudia melirik ke arah Dilan .
" kamu menyebutku beruang kutub ? apa itu tandanya..." ucap Dilan terputus saat Ayu menyumbat mulut Dilan dengan paha ayam goreng .
Salma tersenyum geli melihat kelakuan Dilan dan Ayudia .
"Belum berubah "
Ucap Salam dalam hatinya .
__ADS_1
Nani melihat neneknya di terima dan di perlakukan dengan baik , membuatnya sangat bahagia sekali .
"Tuan muda , Nona Ayu...kalian memang orang baik . Aku harap kalian berjodoh dan bahagia selamanya ."
Ucap Nani dalam hatinya , ia tahu jika Dilan dan Ayu saling mencintai dan memang sudah di jodohkan oleh mendiang Gibran .
"Cih...suka cari muka ! dasar nenek peyot !"
Upat Sri dalam hatinya melihat Salma yang makan malam bersama Dilan dan Ayudia .
"Dia bilang ingat batasan , lah ini malah dia yang lupa batasan !"
Lanjut Sri dan memilih masuk ke dapur dari pada melihat mereka yang sedang makan bersama .
*******
Usai makan malam , Salma membuatkan kopi panas dan susu coklat untuk Dilan dan Ayudia yang tengah nonton tv bersama di ruang keluarga .
" biar saya saja Bu , Bu Salma istirahat saja " ucap Sri dengan lembut dan sopan . Membuat Salma heran akan sikap baru Sri .
" iya Bu " jawab Sri dan membawa nampan berisi Kopi panas dan susu Coklat .
" Dilan !" sentak Ayu kesal saat Dilan mencium pipinya tanpa izin darinya .
" kenapa ?" tanya Dilan yang pura-pura tidak tahu .
Ayudia kesal dan menggeser duduknya beberapa senti dari Dilan . Namun segera di susul Dilan , Ayu makin kesal akan sikap Dilan yang seperti anak kecil dan ingin selalu dekat dengannya .
Ayu akhirnya memilih berdiri dan akan pindah tempat , namun Dilan tidak membiarkannya dan menarik pergelangan tangan ayudia .
Ayudia sampai terjatuh tepat di pangkuan Dilan . Ayu menatap Dilan dengan wajah kesal dan memajukan bibir mungil dan seksinya .
__ADS_1
Membuat Dilan sangat gemas dan ingin segera menciumnya .
Cup
Dilan mendaratkan satu kecupan di bibir marah muda milik Ayudia .
" Dilan !!" protes Ayu dan memukul pelan dada Dilan .
Dilan makin ketagihan dan menginginkannya lagi , bibir Ayudia memang seperri candu yang akan membuatnya selalu ingin lagi dan lagi .
Dilan menarik pinggang ramping Ayudia dan menahan leher belakang Ayudia dan ******* bibir Ayudia .
Dilan menjelajahi isi mulut Ayudia , menikmati setiap sentuhan dan isi mulut Ayudia . Yang rasanya sangat hangat dan manis bagi Dilan .
Ayu hanya diam dan pasrah akan tindakan Dilan , namun ia juga menikmati ciuman yang memabukkan dari Dilan .
"Tidak tahu malu !!"
Dada Sri serasa panas sekali saat ia melihat sepasang sejoli berciuman di ruang tv tanpa rasa malu sama sekali .
" Kopinya TUAN " Ucap Sri sedikit keras dan menekan nama TUAN .
Ayu yang sadar akan adanya pelayan datang langsung mendorong kasar Dilan dan turun dari pangkuan Dilan .
" Susu coklatnya nona " ucap Sri yang akan menaruh minuman Ayu tepat di meja depan Ayu duduk . Namun dengan sengaja Sri menumpahkan minuman panas itu tepat menenai paha Ayu yang terbungkus rok pendek .
" Panas ! panas !" Ayu segera berdiri dan kepanasan .
" oh...maaf nona !" ucap Sri yang pura-pura tidak sengaja dan membantu Ayu membersihkan sisa minuman yang tumpah di paha Ayudia .
Dilan geram akan kelalaian Sri dan langsung mendorong kasar Sri sampai ia terjungkal dan jatuh kelantai .
__ADS_1
" Kamu bisa kerja ga sih !!" bentak Dilan yang marah karena melihat Ayudia kesakitan akan kelalaian Sri .
Sri terbelalak kedua matanya, ia tidak menyangka jika Dilan bisa sangat kasar .