
Dilan akhirnya meminta ijin dan memutuskan untuk pergi keluar negeri bersama Mita untuk melajutkan kualiah di sana dan membantu anak cabang yang ada di luar negeri .
Meski berat dan tidak rela jika harus berpisah dengan Dilan , Mereka pun merelakannya . Lagi pula ini untuk masa depan Dilqn sendiri dan di tambah tanggung jawab yang harus Dilan pegang nantinya .
Di hari terakhir dan saat terakhir Dilan , Ayu tidak mau menemui Dilan sama sekali . Ia lebih memilih pergu dengan teman barunya yaitu Vincent .
Meski keluarga heran dengan sikap Ayu yang menjauhi Dilan dan sikap Dilan yang tidak lagi perhatian kepada Ayu , mereka hanya bisa diam dan tidak bicara . Mereka tidak ingin mencampuri urusan anak-anaknya , berharap kelak mereka akan kembali baik dan seperti sedia kala .
*****
Ayudia hanya diam memandang kamar Dilan yang sudah di tinggalkan selama beberapa hari bersama Mita . Wanita pilihannya itu .
Ayu duduk di ranjang Dilan , ranjang yang dulu selalu menjadi tempat ia tidur bersama dengan Dilan dan menempel kepadanya bagaikan parasit .
Semua telah berlalu dan berubah , tidak akan sama seperti dulu lagi .
Luka yang kau tanamkan kepada ku telah aku simpan rapat di hati ku dan mungkin tidak akan dapat aku lupakan .
Ucap Ayudia di dalam hatinya .
Masih teringat jelas saat ia menyatakan cinta sebelum hari ulang tahunnya , dengan konyolnya ia memeluk Dilan dari belakan saat di dalam kamar Dilan . Ia membisikkan jika "Dilan aku mencintai mu , maukah kau menjadi kekasih ku ?"
Ucap Ayudia kala itu tanpa berpikir harga diri atau rasa malu , karena ia yakin Dilan akan menerimannya . Karena selam beberapa tahun sikap Dilan telah berubah , ia menjadi pria yang penuh perhatian kepadanya . Sampai ia menjadi salah sangka dan menyangka jika Dilan menaruh hati padanya selama ini .
Ayu tersenyum getir jika ia mengingat betapa tidak tahu malunya dia , ia menyesali semua tindakannya itu .
" Aku bodoh..aku bodoh " Ayu memukuli kepalanya yang sangat bodoh sekali .
__ADS_1
😢😢😢
Ayu terus menangus di dalam kamar Dilan , ia sangat sedih kenapa semua berakhir seperti ini .
*****
Semenjak kepergian Dilan , Ayu lebih banyak mengurung diri di kamar dan jarang ikut makan bersama . Ia hanya pergi sekolah dan setelah itu ia akan kembali le dalam kamar lagi . Selalu seperti itu setiap hari bahkan sampai beberapa bulan .
Sementara Vin , ia tengah sibuk dan ia harus keluar negeri selama beberapa bulan dan tidak dapat menemani Ayudia .
Semua nampak sedih dengan keadaan Ayudia yang menjadi sangat murung dan tertutup . Tidak tahu apa yang terjadi kepada Ayudia , setiap mereka membahas tentang Dilan . Ayu langsung marah dan pergi begitu saja tanpa tahu apa alasannya .
Setahun pun berlalu ...
Ayu kini menjadi gadis yang tidak dapat di kontrol , ia selalu bersikap semaunya dan tidak mau bertahan di rumah walau sebentar saja .
Untungnya ada Vin yang selalu menjaga dan mengawasi Ayudia setiap saat . Membuat keluarga Ayu sedikit bernafas lega . Pasalnya saat ini kondisi kesehatan Hartanto menurun dan ia di rawat di rumah sakit sudah hampir 2 minggu lamanya .
Semua kehilangan dan berduka , atas berpulangnta Hartanto di sisi Tuhan sang pencipta .
Di hari pemakaman Hartanto Dilan datang bersama Mita . Mita nampak terus mengandenga lengan kanan Dilan seakan tidak mau melepaskannya walau sedetik pun .
Semua menyambut baik Dilan dan Mita , namun tidak dengan Ayudia . Ia nampak sangat marah dan kesal , sebagai pelampiasan ia menggandeng lengan Vin dengan erat dan menyandarkan kepalanya di lengan Vin .
Ayu tidak perduli bagaimana Dilan mencoba mencuri pandang darinya , ia hanya ingin fokus mengikuti proses pemakaman Kakeknya dan mengantarkan jenazahnya untuk terakhir kalianya .
****
__ADS_1
Usai pemakaman Dilan dan Mita ikut kembali ke rumah Rafa dan menginap di sana .
Ayu yang tidak sudi seatap dengan Dilan dan Mita , ia meminta ijin untuk menginap di rumah temannya .
Meski Rafa dan Dira melarang , Ayu nampak tidak perduli sama sekali . Ia terap meninggalkan rumahnya dengan menahan rasa sakit hatinya .
****
Di saat makan malam bersama Dilan menyampaikan jika ia dan Mita telah resmi bertunangan .
Dira nampak keget dan begitu pula Rafa , ia bukan hanya kaget . Tapi sangatlah kecewa akan keputusan Rafa , karena ia berharap Ayudialah yang menjadi istri Dilan . Sesuai dengan ke inginan mendiang Gibran .
" Apa itu keputusan yang sudah kamu pikirkan ?" tanya Rafa menatap Dilan dan Mita .
" tentu saja mas , aku dan Dilan saling memcintai " jawab Mita yang menggenggam tangan kiri Dilan tanpa malu .
Dilan merasa risih dan melepaskan tangan Mita darinya .
Rafa bisa melihat betapa Dilan tidak bahagia dan tertekan .
" ya " jawab Dilan singkat dan tidak berani menatap mata Rafa . Rafa sangat mengenal Dilan seperti apa , jika ia mengambil keputusan sesuai isi hatinya ia akan menjawab dengan menatap mata Rafa , namun kali ini ia melihat Dilan malah tertunduk .
Dira hanya bisa diam dan merestui hubungan Dilan dan Mita , ia berharap mereka bahagia akan jalan yang mereka pilih .
***Hay...para teman pembaca , jangan lupa ya like ... komen....ya
biar aku semakin semangan menulisnya ya ..
__ADS_1
dan mohom maaf atas ketidak nyamanannya saat membaca ini , karena sedang dalam masa perbaikan dan ada cerita yang aku ubah sedikit dan banyak .
selamata membaca ya*** ...