
" Cukup Ayudia !" sentak Anna dengan terpaksa .
" Cukup ! apa yang di katakan nak Vin memang benar adanya , saya hina dan buruk ! jangan melawannya lagi . Tante ga mau kamu bertengkar karena Tante " Ucap Anna sambil menahan air matanya yang hampir jatuh .
Ayu menatap iba kepada Anna yang menerima semua tuduhan Vin .
" Usir dia ! kalau perlu seret dia dari sini !" perintah Vin kepada Ricky .
Ricky menjadi galau , akan apa yang harus ia lakukan .
" Ricky !!" sentak Vin yang marah melihat Ricky malah diam saja .
" Tidak perlu Vin ! aku yang akan bawa tante Anna pergi " Ucap Ayu yang telah mengandeng tangan Anna dan menuntunya pergi dari sana .
Vin menatap dengan kecewa akan pilihan Ayu .
Ayu terpaksa membela Anna , karena ia yakin Anna tidak buruk dan Anna adalah wanita baik .
" Maaf Vin , aku membuat mu kesal ."
Ucap Ayu dalam hatinya .
Sampai di depan rumah sakit Ayu bertemu Anto .
" Nona Ayu " panggil Anto di depan rumah sakit , ia baru datang karena tadi ada kepentingan .
" oh..om Anto " ucap Ayu yang mengandeng Anna .
" Kalian mau kemana ?" tanya Anto .
" om..bisa antar tante Anna pulang ? kasihan beliau di perlakukan kasar di sini " pinta Ayu yang tidak tega .
" Maaf saya Nyonya , karena saya meninggalkan anda tadi " Anto merasa bersalah .
" tidak Apa mas , bukan salah mu " jawab Anna yang memang sangat sabar .
Ayu begitu kagum akan kesabaran Anna , meski mendapatkan cacimaki dan hinaan ia masih begitu sabar dan tetap tersenyum .
" Saya permisi dulu tante " pamit Ayu dan kembali masuk kedalam rumah sakit .
Ia menghampiri Vin yang sedang duduk di depan kamar Bram bersama Ricky .
" mau apa kamu kembali ?!" tanya Vin dingin . Ia nampak marah dengan Ayu , dan ini pertama kalinya ia mendapatkan ucapan kasar Vin .
" ikut aku !" Ayu menarik tangan Vin dan membawanya menuju tangga .
__ADS_1
" Cukup Ayu ! aku malas ! kamu sudah buat aku kecewa !" Vin melepas kasar tangan Ayudia .
Ayu berbalik dan menatap Vin , ia merasa Vin berbeda dan bukan sahabat yang ia kenal .
" Vin...kamu kecewa sama aku karena aku belain tante Anna , kamu ga liat kalau dia terlihat lemah ?!" tanya Ayu .
" jijik aku menggasihi p*l*c*r itu !" balas Vin tanpa hati disana .
" Vin...dia juga wanita tapi kamu begitu kasar kepadanya " ucap Ayu yang merasa sakit saat ia menyebut Anna seorang pel*c*r .
" kenapa kamu memihaknya Ayu ? kamu tidak tahu sakit seperti apa yang ia berikan kepada ku dan mama ku ! dia hanya wanita muka dua ! kamu tidak mengenalnya " Ucap Vin yang sangat kesal sekali .
" tapi bukan dengan kata kasar seperti itu Vin , Dimana Vin yang aku kenal . baik lembut kepada wanita ?" Tanya Ayudia mencoba meraih tangan Vin .
" Vin..aku tahu kamu marah , maaf Vin . Aku hanya saja entah mengapa hati aku sakit saat kamu menghinanya . aku merasa jika mama aku di pihak dia dan di perlakukan seperti itu , rasanya sakit Vin " Ucap Ayu mencoba lembut dan berharap meluluhkan hati Vin yang sedang terbakar emosi .
" Bagaimana perasan mama ku Ayudia ?!" tanya Vin balik sambil menghempaskan tangan Ayudia kasar .
" aaaaggh"
Ayu yang berdiri di bibir tangga kehilangan keseimbangan dan tubuhnya melayang jatuh menuju anak tangga .
Hap..
Seorang tangan kekar menahan tubuh Ayudia dari bawah dan membuatnya selamat dari celaka .
Mata Ayu membulat sempurna saat ia membuka mata dan melihat penyelamatnya .
"Dilan ."
Ucap Ayudia lirih bersamaan dengan hembusan nafasnya yang menerpa wajah tampan itu .
Vin yang sempat panik dan hampir membuat Ayudia celaka ,kini bernafas lega saat seorang pria menangkapnya dari bawah .
Vin sangat menyesali tindakan kasarnya baru saja .
Dua pasang mata tengah bertemu dan saling memandang sangat dalam , pandanangan yang penuh kerinduan yang tersimpan di dalamnya .
"Parasit ku ..."
Ucap Dilan dengan senyuman indahnya dan matanya masih setia menatap gadis yang lama ia rindukam dan kini ada dalam gendingan depannya .
"Beruang kutub??"..
Ucap Ayudia dalam hatinya .
__ADS_1
Tidak dapat ia pungkiri betapa bahagianya ia dapat melihat Dilan lagi setelah 4 tahun berlalu . Sampai ia lupa akan luka yang di tinggalkannya .
" Ay..." Panggil Vin lembut membuat Ayu tersadar akan lamunannya .
Ayu segera turun dari gendongan Dilan dan mengambil jarak darinya .
" Maaf Ayu , maafkan aku " Ucap Vin menyesal dan hendak memeluk Ayudia . Namun di hadang Dilan , Membuat Vin menjatuhkan pelukannya kepada Dilan .
Vin melepas kasar tubuh Dilan dengan jijik , begitu pula Dilan yang membersihkan bekas pelulan Vin di jas hitamnya yang mahal .
Ayu hanya terdiam dan tersenyum melihat keduanya .
" Ikut aku " Dilan menarik tangan kana Ayudia .
Vin tidak rela jika pria yang telah membuat Ayu menderita selama 4 tahun membawanya begitu saja .
" ikut aku Cinta ku " Sambar Vin di pergelangan tangan kiri Ayu .
Dilan nampak kesal karena Vin berani menyentuh Ayu .
Dilan menatap tajam , tatapan darah dinginnya . Seakan dapat menimbulkan cahaya merah , menandakan mata iblis terbuka .
Vin tidak kalah menyeramkan .
Kedua matanya menatap tajam bagaikan sebilah pisau yang tajam . Mereka saling menatap dan saling adu kekuatan mata merah mereka .
Ayu merasa di posisi yang sulit sekali saat ini , tidak mungkin ia memilih salah satunya . Ia takut keduanya malah akan bertarung dan akan ada yang terluka .
Tepat waktu , Ricky datang dan di susul Irfan .
" BOS " panggil keduanya bersamaan dan berada di arah berlawanan .
Ayu tersenyum lega , akhirnya ada yang akan membanyunya lepas dari kedua pria yang sudah menjadi iblis bermata api .
" KAMU !!!"
Ucap Ricky dan Irfan bersamaan . Tatapan mereka berubah menjadi tatapan membunuh , terlihat dendam lama yang tersimpan di hati keduannya .
Ada apa dengan mereka ???
Ucap Ayu yang lemas , bukanya mendapatkan bantuan . Ayu malah melihat dua srigala yang saling membenci dan penuh dendam .
Ricky dan Irfan saling berlari dan berdapan , keduanya saling menatap benci dan pertikaian pun terjadi di antara Ricky dan Irfan .
Ayu prustasi akan ke adaan ini .
__ADS_1
" Kenapa kalian malah berkelahi !! bukannya bantu aku !!" teriak Ayu yang kini sudah menjadu bahan tarik tambang .
Tidak ada yang mau mengalah dari pihak Dilan mau pun pihak Vincent .