
10 Tahun pun berlalu
Nampak seorang gadis cantik berusia 19 tahun , ia sedang menatap bengis wajah para preman yang habis ia hajar sampai babak belur semua wajahnya .
Mereka terkapar di aspal yang terasa panas karena saat ini tepat tengah hari , mereka memegang wajah dan perut mereka yang sakit . Hanya melawan satu gadis , 5 pria bertubuh kokoh dan kekar itu kalah dan tidak mampu .
sungguh memalukan jika di bandingkan dengan tubuh gadis kecil nan mungil itu .
" Kalian mau lagi ?" tanya gadis itu dengan lembut kepada 5 preman itu .
" ti..tidak " ucap mereka serempak yang ketakutan .
" kalau gitu , awas ya kalau aku liat kalian ngerampok lagi " ancam gadis itu dengan nada manis . Namun mampu membuat para preman itu mati ketakutan .
" pergi sana !!" usir gadis itu .
Mereka pun pergi dengan kalang kabut dengan luka di sekujur tubuh dan kakinya yang terpincang-pincang .
Gadis itu tersenyum senang melihatnya , merasa sangatlah puas sekali .
" Dasar pria lemah " ucap gadis bar-bar itu .
Penampilannya cukup manis dan cantik , namun kemampuannya jangan pernah di remehkan dan di ragukan . Karena ia adalah ahli bela diri dan sangat di segani di kalangan preman dan di kampusnya .
Gadis itu adalah Ayudia , gadis yang 10 tahun terlihat imut dan manja . Kini telah menjadi gadis yang tangguh dan berpenampilan tomboi , tidak ada lagi senyan manis atau sikapanjannya . Ia suda berubah 180 derajat dari yang 10 tahun lalu .
*****
Sriiiit...
__ADS_1
Ia mengerem mendadak motornya saat tepat ia berhenti di depan rumah orang tuanya .
Ayudia memarkirkan motor kesayangannya di depan rumahnya .
Ia segera melepaskan helmnya dan turun dari motor segera melangkah masuk kedalam rumah .
Ia melihat seorang wanita 40 tahunan yang masih cantik dan anggun sedang menyiapkan makan malam di meja makannya .
" Malam mi ?" sapa gadis itu dan memeluk maminya dari belakang .
" dari mana kamu ? keluyuran aja " ucap Wanita itu sambil menata piring .
" terus...mereka babak belur dan kabur ?" tanya Wanita itu yang nampak santai , karena bukan hanya sekali anaknya berantem . Sudah berkali-kali dan ia juga sering mendapatkan laporan dari kampus jika anak gadisnya pernah menghajar teman kampusnya .
Wanita itu hanya menghela nafas kasar , ia heran kenapa anaknya berubah drastis . Dari gadis lembut nan manja menjadi gadis tomboy dan bar-bar seperti ini . Sikapnya juga sangat kasar dan tidak lembut lagi seperti duku . Membuat wanita itu merindukan putri manja dan manisnya .
" ya pastinya mi , mereka ketakutan ama aku mi " jawab gadis itu yang nampak senang .
" sayang...usia mu itu sudah 19 tahun nak , kamu itu harusnya jadi gadis anggun dan feminim . bukan begini " ucap wanita itu melihat penampilan anaknya yang memakai celana jeanz dan kaos pendek dan rambut di ikat satu kebelakang secara asal-asalan .
" mami...emang aku kenapa ? aku suka ama aku yang sekarang " jawab Ayu sambil memperlihatkan kedua lengannya yang berotot .
" mami suka kamu yang dulu nak " sahut wanita itu .
Wajah senang Ayu berubah menjadi masam dan suram , ia benci akan masa lalunya . Ia benci akan sikap manja dan kekanakkannya .
__ADS_1
" aku benci aku yang dulu, mi !" ucap gadis itu tegas dan segera meninggalkan maminya bersama luka hati yang pernah ia dapatkan .
" Ay...!" panggil Dira saat melihat perubahan anal gadisnya .
" Ayu...kamu kenapa sih nak ? semenjak Dilan pergi kamu menjadi seperti ini " ucap Dira merasa sedih akan sikap anaknya .
DOOOR ....
Ayu menutup dengan setengah membanting pintu kamarnya , amarahnya sudah ada di ubun-ubun dan meminta di keluarkan secepatnya .
" aaggh...!!!" Teriak Ayu yang setengah tertahan .
Ia sangat benci akan masa lalunya , terlebih kepada pria bernama Dilan . Dia benci dan sangat membencinya , meski sudah 4 tahun berlalu namun rasa sakit dan benci masih tersimpan rapat di hatinya .
" Aku benci ! aku benci kamu !!" ucap Ayu mengacak-acak rambutnya dan segera mengambil gunting yang ada di meja belajarnya .
Ayu maraih rambutnya yang di ikat dan melapaskan ikatan rambutnya dengan kasar dan tanpa ragu-ragu ia mengunting rambut iakalnya yang indah sangat pendek .
Ayu membuang potongan rambutnya di tempat sampah dekat dengan meja belajarnya .
Amarah rasanya mendidih du dalam kepalanya , begitu besar rasa kekesalan di hati Ayudia jika ia mnegingat soal masa lalu .
" Aaaaaaagrh ..!!!" Ayu menhempaskan semua barangnya di atas meja , membuat semua terjatuh berserakan di lantai kamar .
Dira mendengar kekacauan di depan kamar Ayu hanya diam dan mengelus dadanya .
Kamu kenapa Ayu ? hanya karena Dilan keluar negeri kamu sampai seperti ini ? bahkan saat Dilan pulang pun kamu selalu menghindarinya .
Ucap Dira di dalam hatinya .
__ADS_1