
Dengan hati-hati Dilan membopong Ayudia yang tertidur di dalam mobil , Dilan membawa Ayu menaiki anak tangga menuju kamarnya .
Saat Dilan tengah membopong Ayudia yang tertidur , seorang wanita cantik bertubuh tinggi sempai dan rambut hitam lurus sepinggang tengah memperhatikan Dilan .
" siapa tuh cewek yang di bawa tuan ?" tanyanya wanita 22 tahun itu yang terlihat iri akan perhatian Dilan yang tidak lain adalah majikan barunya .
" beruntungnya...bisa di gendong ama tuan muda " lanjutnya lagi .
" Sri...kamu ngapain ?" tanya Bu Salma menegur Srikandi asisten baru keluarga Gibran . Dia adalah anak dari sahabat Anna di kampung yang baru bekerja selama 1 bulan .
Sebenarnya Salma tidak menyukai Sri , karena Salma tahu jika gadis itu diam-diam menaruh hati kepada Dilan .
" bu...buat kaget saja " ucap Sri yang kaget akan teguran Salma .
" jaga mata kamu Sri , jangan ga sopan mandangin tuan muda " ucap Salma mengingatkan .
" ti..tidak Bu " ucap Sri gugup , ia tidak percaya jika ia ketahuan memperhatikan majikannya .
" kamu tahu ? siapa gadis yang tuan bawa pulang ?" tanya Salma .
Sri hanya menggelengkan kepalanya , tanda tidak tahu .
" Dia nona Ayu , cucu keponakan mendiang Nyonya pertama Ashinta . Jadi kamu harus bisa jaga sikap kepadanya " jelas Salma .
Sri tersenyum senang saat ia tahu jika Ayu hanya keponakan Dilan saja .
__ADS_1
"Masih ada harapan"
Ucap Sri dalam hatinya .
" sudah ...sana kamu siram tanaman di samping saja " perintah Salma yang sebenarnya kurang suka dengan Sri yang suka mencuri pandang Dilan .
"Jangan buat kesalahan yang sama seperti Mita , Sri jika kamu masih ingin bekerja di sini "
Ucap Salma dalam hati saat ia melihat Sri keluar rumah dan menuju halaman samping untuk menyiram rumput dan tanaman .
******
Dilan membaringkan tubuh Ayu dengan perlahan , Dilan tidak mau sampai Ayu terbangun dari tidur manisnya . Dilan memandangi Ayudia yang seperti putri tidur yang manis dan cantik .
" Kamu adalah milik ku dan selamanya menjadi milik ku , jangan tinggalkan aku Ayudia . Aku tak bisa lagi hidup tanpa kamu "
Ucap Dilan dalam hatinya sambil menciumi rambut pendek Ayudia .
"Dulu kamu yang selalu mencari kesempatan untuk dekat dengan ku , dan kini ...biarkan aku yang berjuang untuk bersama kamu dan mencuri kesempatan dari kamu"
Lanjut Dilan .
"Aku mencintai mu , sangat mencintai mu . Selamanya akan mencintai mu dan tidak akan melepaskan kamu Parasit ku ."
Janji yang Dilan buat untuk dirinya sendiri .
__ADS_1
Dilan pun mulai memejamkan kedua bola matanya dan tidur dalam mimpi yang indaha bersama Ayudia .
******
Di lantai bawah , Sri dan pelayan lain nampak sibuk menyiapkan makan malam di atas meja makan untuk Dilan dan Ayudia .
Sri berulang kali melirik arah pintu kamar Dilan yang tepat berada di depan tangga .
"Mereka kok lama ya , ngapain aja ? katanya keponakan , tapi kok tidur sekamar ?"
Sri merasa penasaran sekali , apa yang majikannya lakukan di dalam kamar bersama keponakannya .
" Nani...kamu panggil tuan muda " pinta Salma ke pada Nani , cucu kandung Salma yang baru berusia 20 tahun dan mulai bekerja bersama Salma 1 tahun lalu setelah tamat SMA .
" Baik nek " jawab Nani .
" biar saya saja " sahut Sri saat ia melihat Salma kembali ke dalam dapur .
" baik mbak " ucap Nani tidak keberatan karena ia tidak curiga akan niat Sri .
"Yes...panggil tuan ganteng dulu , ama kepo kan ga papa "
Ucap Sri berjalan menaiki anak tangga sambil merapikan rambutnya yang ia urai sebagian ke depan dan merapikan rok pendeknya .
Nani hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Sri yang centil .
__ADS_1