
Sudut pandang Vincent
Vin yang sedang santai di kamarnya menikmati hari sabtu tanpa aktifitas , tiba-tiba ia mendapatkan pesan singkat dari tante Dira .
Vin...tante minta tolong sama kamu ya , maaf merepotkan Vincent terus .
Hari ini Ayudia sedang dalam kondisi marah saat meninggalkan rumah , tante takut dia kenapa-napa Vin . Tante minta tolong jagain Ayu sementara waktu ya , soalnya tante harus keluar negri dalam beberapa hari ini .
Begitulah isi pesan yang di kirim Dira .
Vincent segera keluar dari kamar dan memanggil Ricky asistennya yang handal dan dapat ia percaya untuk melacak keberadaan Ayu .
" sudah dapat alamat keberadaannya ?" tanya Vin sambil menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa . wajah Vin nampak panik saat ia dengar Ayudia dalam kesedihannya dan semua senyuman serta tatapan manisnya hilang seketika jika menyangkut Ayudia yang sedang sedih atau tidak baik .
" Sudah , Vin " jawab Ricky yang mengikutinya di belakang Vin . Ricky adalah asisten dan tangan kanan Vincent , ia sangat dapat di handalkan terhadap setiap tugas yang di berikan Vin selama ini .
" Kita kesana " ucap Vin dan segera keluar rumah menuju mobil yang sudah siap untuk berangkat ketempat Ayudia berada .
******
30 menit kemudian .
Vin yang sudah sampai langsung turun dari mobilnya .Ia sengaja mengambil jarak berhenti mobilnya sedikit jauh , karena ia tidak mau mengganggu waktu sendiri Ayudia . Ia juga melarang Ricky untuk ikut turun bersama dirinya . Ia hanya ingin berdua bersama Ayudia , karena Vin tahu Ayu dia akan marah jika banyak orang yang melihatnya bersedih .
Vin lebih memilih meminta Ricky pergi dan meninggalkannya m
" kita pergi " ajak Ricky kepada sang supir .
" baik " jawab si supir dan melajukan mobil meninggalkan Vin di sana .
Dengan langkah pelan tanpa suara Vin mendekati Ayudia , langkahnya begitu sangat pelan sampai Ayu tidak menyadarinya .
Hati Vincent itu terasa sakit saat ia mendengar ucapan Ayudia .
Kenapa luka yang di tinggalkan masih terasa sangat dalam , kapan aku bisa mengobati luka mu itu ? Aku tak sanggup jika harus melihat mu seperti ini . Jika dapat di pindahkan kepada ku , aku ingin luka mu itu untuk ku saja .
__ADS_1
Ucap Vin dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya erat-erat .
Vincent masih setia berdiri di belakang Ayudia yang berjongkok membelakanginya .
" mau sampai kapan di sana manisku ?" tanya Vin di belakang Ayudia , ia sudah berdiri di sana hampir 15 menit lamanya .
" Vin.." Ucap Ayudia dan menghapus air matanya dan segera ia berdiri , Namun sayang keseimbangannya hilang dan ia hampir roboh jika Vincent tidak siaga dan menangkapnya .
Hap...
Vin menangkap tubuh Ayu , ia merangkul pinggang ramping Ayudia .
Sejenak Vin menatap mata indah Ayu yang sembab oleh air mata .
" Ceroboh kamu cantik " Ucap Vin .
" jangan membasahi mata indah mu dengan air mata yang tiada guna " Ucap dari hatinya , perlahan ia menghapus air mata Ayu yang masih tersisa .
" Air mata mu terlalu berharga Ayu , dia tak pantas kau tangisi . bahkan setetes pun aku tak rela "
" Mau makan ?" tanya Vin yang tahu dari Dira jika Ayu belum sempat sarapan tadi .
" Aku ga lapar , Vin " tolak Ayudia .
"Cantik....kamu nanti akan sakit jika tidak mengisi perut mu . Nanti pesona mu hilang lo " Rayu Vin yang ingin membuat Ayu tersenyum .
" Vin, aku jijik tahu jika kamu selalu bicara manis , aku ga pantes nerima ucapan manis mu " Ucap Ayudia dengan sedikit tersenyum .
Senyuman mu begitu manis Ayudia
Ucap Vin dalam hati yang mengagumi akan senyuman Ayu walau hanya sedikit .
" biar kamu terbiasa , kalau kami jijik sudah dari dulu kamu jauhi aku , say " Vin membelai rambut Ayu dengan kasih sayang .
" Kamu tuh ya , rayu aja cewek lain . Aku yakin mereka gak akan nolak dan siap ngantri jadi pacar kamu " Ayu menyingkirkan tangan Vin dari rambutnya .
__ADS_1
Tapi aku maunya kamu yang jadi pacar aku , Ayudia .
Balas Vin dalam hatinya .
"Tapi rayuan ku hanya untuk kamu Cinta , bukan untuk yang lain " Jawab Vin sambil tersenyum kecil .
Aku harap rayuan ku dapat meluluhkan hati mu dan melunturkan kesedihan mu
Ucap Vin lagi dalam hatinya sambil melihat kearah mata Ayudia sesat . Ia tidak mau jika Ayu tahu dulu perasaanya .
" Terserahlah " ucap Ayu menghampiri motornya .
Vin segera menyusul dan menaiki bagian belakang motor Ayu setelah Ayu naik motor .
" Ngapain kamu ?" tanya Ayu saat Vin ada di belakangnya .
"pulanglah ...mau ngapain lagi , say " jawab Vin dan memeluk pinggang Ayu dari belakangnya .
Kesempatan langka bisa memeluk mu Cinta
Ucap Vin dalam hatinya sambil tersenyum .
" kamu pulang ama motor kamu lah , bukan ikut aku " ucap Ayu dan memakai helmnya .
" aku ga bawa motor " jawab Vin .
Maaf sayang aku berbohong , maaf ya
Kata Vin dalam hatinya .
" terus tadi kamu naik apa ?" tanya Ayu lagi .
" ojol " jawab singkat Vin .
Ayu hanya menghela nafas kasar dan melajukan motornya meninggalkan jembatan itu bersama Vin yang terus menempel pada punggungnya .
__ADS_1