I Love U Uncle

I Love U Uncle
Membuntuti Ayudia


__ADS_3

Sudut pandang Vincent


Vin yang sedang santai di kamarnya menikmati hari sabtu tanpa aktifitas , tiba-tiba ia mendapatkan pesan singkat dari tante Dira .


Vin...tante minta tolong sama kamu ya , maaf merepotkan Vincent terus .


Hari ini Ayudia sedang dalam kondisi marah saat meninggalkan rumah , tante takut dia kenapa-napa Vin . Tante minta tolong jagain Ayu sementara waktu ya , soalnya tante harus keluar negri dalam beberapa hari ini .


Begitulah isi pesan yang di kirim Dira .


Vincent segera keluar dari kamar dan memanggil Ricky asistennya yang handal dan dapat ia percaya untuk melacak keberadaan Ayu .


" sudah dapat alamat keberadaannya ?" tanya Vin sambil menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa . wajah Vin nampak panik saat ia dengar Ayudia dalam kesedihannya dan semua senyuman serta tatapan manisnya hilang seketika jika menyangkut Ayudia yang sedang sedih atau tidak baik .


" Sudah , Vin " jawab Ricky yang mengikutinya di belakang Vin . Ricky adalah asisten dan tangan kanan Vincent , ia sangat dapat di handalkan terhadap setiap tugas yang di berikan Vin selama ini .


" Kita kesana " ucap Vin dan segera keluar rumah menuju mobil yang sudah siap untuk berangkat ketempat Ayudia berada .


******


30 menit kemudian .


Vin yang sudah sampai langsung turun dari mobilnya .Ia sengaja mengambil jarak berhenti mobilnya sedikit jauh , karena ia tidak mau mengganggu waktu sendiri Ayudia . Ia juga melarang Ricky untuk ikut turun bersama dirinya . Ia hanya ingin berdua bersama Ayudia , karena Vin tahu Ayu dia akan marah jika banyak orang yang melihatnya bersedih .


Vin lebih memilih meminta Ricky pergi dan meninggalkannya m


" kita pergi " ajak Ricky kepada sang supir .


" baik " jawab si supir dan melajukan mobil meninggalkan Vin di sana .


Dengan langkah pelan tanpa suara Vin mendekati Ayudia , langkahnya begitu sangat pelan sampai Ayu tidak menyadarinya .


Hati Vincent itu terasa sakit saat ia mendengar ucapan Ayudia .


Kenapa luka yang di tinggalkan masih terasa sangat dalam , kapan aku bisa mengobati luka mu itu ? Aku tak sanggup jika harus melihat mu seperti ini . Jika dapat di pindahkan kepada ku , aku ingin luka mu itu untuk ku saja .

__ADS_1


Ucap Vin dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya erat-erat .


Vincent masih setia berdiri di belakang Ayudia yang berjongkok membelakanginya .


" mau sampai kapan di sana manisku ?" tanya Vin di belakang Ayudia , ia sudah berdiri di sana hampir 15 menit lamanya .


" Vin.." Ucap Ayudia dan menghapus air matanya dan segera ia berdiri , Namun sayang keseimbangannya hilang dan ia hampir roboh jika Vincent tidak siaga dan menangkapnya .


Hap...


Vin menangkap tubuh Ayu , ia merangkul pinggang ramping Ayudia .


Sejenak Vin menatap mata indah Ayu yang sembab oleh air mata .


" Ceroboh kamu cantik " Ucap Vin .


" jangan membasahi mata indah mu dengan air mata yang tiada guna " Ucap dari hatinya , perlahan ia menghapus air mata Ayu yang masih tersisa .


" Air mata mu terlalu berharga Ayu , dia tak pantas kau tangisi . bahkan setetes pun aku tak rela "


" Mau makan ?" tanya Vin yang tahu dari Dira jika Ayu belum sempat sarapan tadi .


" Aku ga lapar , Vin " tolak Ayudia .


"Cantik....kamu nanti akan sakit jika tidak mengisi perut mu . Nanti pesona mu hilang lo " Rayu Vin yang ingin membuat Ayu tersenyum .


" Vin, aku jijik tahu jika kamu selalu bicara manis , aku ga pantes nerima ucapan manis mu " Ucap Ayudia dengan sedikit tersenyum .


Senyuman mu begitu manis Ayudia


Ucap Vin dalam hati yang mengagumi akan senyuman Ayu walau hanya sedikit .


" biar kamu terbiasa , kalau kami jijik sudah dari dulu kamu jauhi aku , say " Vin membelai rambut Ayu dengan kasih sayang .


" Kamu tuh ya , rayu aja cewek lain . Aku yakin mereka gak akan nolak dan siap ngantri jadi pacar kamu " Ayu menyingkirkan tangan Vin dari rambutnya .

__ADS_1


Tapi aku maunya kamu yang jadi pacar aku , Ayudia .


Balas Vin dalam hatinya .


"Tapi rayuan ku hanya untuk kamu Cinta , bukan untuk yang lain " Jawab Vin sambil tersenyum kecil .


Aku harap rayuan ku dapat meluluhkan hati mu dan melunturkan kesedihan mu


Ucap Vin lagi dalam hatinya sambil melihat kearah mata Ayudia sesat . Ia tidak mau jika Ayu tahu dulu perasaanya .


" Terserahlah " ucap Ayu menghampiri motornya .


Vin segera menyusul dan menaiki bagian belakang motor Ayu setelah Ayu naik motor .


" Ngapain kamu ?" tanya Ayu saat Vin ada di belakangnya .


"pulanglah ...mau ngapain lagi , say " jawab Vin dan memeluk pinggang Ayu dari belakangnya .


Kesempatan langka bisa memeluk mu Cinta


Ucap Vin dalam hatinya sambil tersenyum .


" kamu pulang ama motor kamu lah , bukan ikut aku " ucap Ayu dan memakai helmnya .


" aku ga bawa motor " jawab Vin .


Maaf sayang aku berbohong , maaf ya


Kata Vin dalam hatinya .


" terus tadi kamu naik apa ?" tanya Ayu lagi .


" ojol " jawab singkat Vin .


Ayu hanya menghela nafas kasar dan melajukan motornya meninggalkan jembatan itu bersama Vin yang terus menempel pada punggungnya .

__ADS_1


__ADS_2