
Sarapan pagi keluarga Raffa sudah berkumpul di meja makan . Ayu nampak menikmati nasi gorengnya sementara Raffa memilih memakan roti bakar dan Dira makan nasi goreng yang sama dengan Ayudia .
" sayang...papi mau keluar negeri nanti siang " ucap Raffa .
" keluar negri ? ada urusan bisnis ya pi ?" tanya Ayudia .
" Tidak apa , papi hanya rindu kepad Dilan , apa kamu mau ikut dan berlibur di sana ?" tanya Raffa kepada putrinya .
Ayu menjatuhkan sendoknya di atas piring , ia nampak kesal jika mendengar nama pria itu lagi .
" Tidak " jawab Ayu singkat , nampak jelas wajahnya menjadi sangat suram sekali .
" Kamu yakin ga ikut ,Ay . Dah lama loh kamu ga ketemu Dilan dan tidak ngumpul bersama " Tanya Dira .
" aku bilang gak ! ya enggak !!" Sentak Ayu mengebrak meja makan .
Dira dan Raf sampai di buat kaget oleh tindakan kasar Ayudia .
" Kamu itu kenapa sih , Ay ?? setiap mami bahas Dilan kamu selalu emosi dan bertindak kasar ?!" Tanya Dira yang sudah lelah akan keadaan Ayudia . Ia ingin tahu apa yang terjadi antara anaknya dan Dilan di masalalu .
Prang...
Ayu melempar piring makannanya sampai kelantai dan pecah berhamburan .
__ADS_1
" Aku ga suka mami bahas nama itu ! aku benci nama itu , Mi !!" ucap Ayu yang sudah lepas kontrol emosinya .
" Ayu !!" Sentak Rafa yang tidak suka akan sikap putrinya yang sudah di luar batas .
" apa ! papi mau marah ?! apa mau pukul Ayu !!" tanya Ayudia menantang dan menyodorkan pipinya yang siap jika Rafa mau menamparnya .
" Bagaimana papi bisa tampar anak papi sendiri Ayudia " ucap Rafa yang menahan tangan kanannya yang bergetar , hampir saja ia hilang kendali dan menampar Ayu .
Sabar Raffa...
ucap Raffa dalam hatinya .
" Nak ... kebencian macam apa yang kamu simpan selama ini ? jika ada masalah dengan Dilan kenapa kamu tidak menyelesaikannya ? papi dan mami diam bukan kami tidak tahu jika kalian ada masalah . Kami pikir dengan kami diam dan tidak ikut campur , kalian akan menyelesaikannya . Namun apa ini Ayu , kenapa berlarut-larut seperti ini dan kamu malah semakin berubah dan tidak lagi seperti Ayudia yang manis lagi " Ucap Rafa yang tidak tahan lagi , sampai akhirnya bulir air matanya pun terjatuh .
" Masa lalu tidak dapat di ulang Pi , begitu pun dengan diriku yang tidak bisa kembali menjadi Ayudia yang manja lagi . Luka yang aku terima tidak dapat aku obati dan tidak mampu aku tahan pi , aku sakit " Ayu meneteskan air matanya .
Sekian lama Dira dan Rafa tidak melihat air mata Ayudia , kali ini akhirnya ia mengeluarkannya dan mengatakan jika ia sakit .
" apakah dengan kembali kemasa lalu aku bisa tidak terluka ? apa aku bisa bahagia ? tidakkan pi , tetap saja aku terluka dan tersalkiti . Ayu minta pi , jika papi dan mami menyayangi Ayu . jangan bahas dan tanya mengapa Ayu membenci Dilan pi " ucap Ayu meninggalkan tempat makan dan pergi memacu motornya dengan kencang .
Sakit yang ingin ia kubur kenapa selalu saja terbuka dan terluka lagi .
*****
__ADS_1
Dilan sedang duduk terdiam di dalam kamarnya , ia menyandarkan tububnya di Sofa panjang yang ada du kamarnya .
Ia tengah memandangi foto Ayudia yang ia dapatkan dari anak buahnya yang ia minta untuk menjaga dan mengawasi Ayudia dari kajauhan .
Dilan membelai foto wajah Ayudia yang nampak natural tanpa adanya riasan wajahnya . Ia sudah tidak terlihat manis atau pun manja , kini ai terlihat tomboi dan acuh akan penampilannya . Bahkan rambut ikal panjangnya sudah tidak lagi ada , hanya rambut pendek yang di ikat asal-asalan saja .
" Kamu berubah Ayudia , maafkan aku yang sudah membuat mu seperti ini " Ucap Rafa yang mencium foto Ayudia .
Ia sangat merindukan Ayudia , ia sangat merindukan parasit kecilnya . Gadis yang selalu menempel dan tidur bersamanya .
" Dapatkah aku kembali lagi kepada mu Parasit ku ?" tanya Dilan kepada foto .
" Apakah kamu akan memaafkanku ? meski kamu tahu alasan ku menolak dan meninggalkan mu ?" Tanya Dilan lagi .
" Atau kamu akan menertawakan ke bodohan ku yang tidak dapat berbuat apapun dan hanya mengikuti ke inginan Mita " Lanjut Dilan yang merasa begitu bodoh dan bodoh akan pilihannya . Namun ia memang tidak memiliki pilihan lain saar itu .
" Apakah masih ada cinta untuk ku , Ayudia ku ??" Tanya Dilan yang sudah terlihat seperti orang yang tidak waras lagi saat ia sedang tetringat Ayudia dam merindukannya .
Irfan sahabat dan tangan kanam Dilan yang telah bersamanya selama 4 tahun ini sangat tahu dan sangat mengerti apa yang sedang Dilan rasakan . Ia hanya diam di balik pintu kamar Dilan dan mendengarkan semua ucapan Dilan .
Berkat Irfan lah saat ini Dilan bisa lepas dari sangar Mita , dia lah yang diam-diam mengumpulkan bukti kejahatan dan bukti video yang ngancam Dilan selama ini .
Sebagai sahabat Irfa hanya ingin temannya bahagia dan mendapatkan kembali cintanya lagi .
__ADS_1