
Tanda sengaja Ayudia tertidur di kamar Dilan semalam , setelah sekian lama ia tidak tidur di sana . Meski mentari pagi sudah menyambut , Ayu masih setia di dalam mimpinya tidur . Rasa nyaman dan hangat membuatnya betah dan tidak ingin membuka matanya. Sudah lama sekali ia tidak tidur seyenyak ini .
Tanpa Ayudia ketahui jika ada tangan yang sedang memeluk pingganganya yang ramping sedari semalam . Sosok pria tampan dan bertubuh tinggi dengan memakai setelan jas putih . Pria itu berbaring di belakang Ayudia sambil memejamkan kedua matanya . Pria itu pun merasakan kedamaian setelah sekian lama ia tidak memeluk gadis kecilnya . Pria itu begitu merindukan tubuh yang tengah ia peluk saat ini , berharap waktu dapat berhenti sesaat agar ia dapat memeluknya lebih lama lagi . Sebelum Ayudia terbangun dan akan memarahinya yang telah lancang memeluknya tanpa ijin .
Pria mencium aroma rambut Ayu yang harum , ternyata aroma sampo Ayudia masih sama seperti dulu . Sampo yang beraroma buah-buahan , begitu segar dan mengoda .
"Tidurlah parasit ku , biarkan aku memeluk mi sebentar lagi ."
Ucap Dilan sambil mencium pucuk kepala Ayu dengan penuh kasih sayang dan kerinduan yang mendalam .
Sementara dalam mimpi Ayudia , ia bermimpi di sedang tidur bersama dalam pelukan bersama Dilan .Meski ia membencinya , namun tidak dapat di pungkiri jika ia sangat merindukan pelukan Dilan . Sampai tanpa sadar ia bermimpi tidur dalam pelukan Dilan dan pria itu mencium pucuk kepalanya .
Sampai membuat ayudia tersenyum di dalam mimpinya , ia berharap mimpi ini tidak akan segera berakhir .
" Ayudia...!!" Panggil suara dari luar kamar Dilan yang membuat Ayu terbangun dari mimpi indahnya .
Sebuah pintu terbuka kasar membuat Ayudia langsung duduk dan merapikan rambut serta baju tidurnya .
" kamu di sini nak ?" tanya Dira yang sudah pulang dari luar negeri .
" Mami ....kapan balik ?" tanya Ayu yang duduk dan mengelap matanya yang masih lengket . Sebenarnya saat ini ia sangat gugup.dan malu ketahuan tidur di kamar Dilan .
" semalam jam 2 , tapi...kenapa kamu tidur di kamar Dilan ? , apa kamu tidur di sini ?," tanya Dira yang memperlihatkan wajahnya yang heran .
" e...anu ...." Ayu nampak kebingungan mau membuat alsan apa kepada maminya .
" sudah...mami sama papi tunggu di bawah ya " ucap Dira dan kembali menutup pintu kamar .
Ayu bernafas lega , karena maminta tidak banyak bertanya .
__ADS_1
Namun saat Ayu akan bangun , ia merasa jika di samping tempat ia tidur terasa hangat . Seperti ada yang baru saja tidur di sampingnya .
Ayu pun mengambil bantal di sebelah Ayu dan mencium aromanya , Kedua mata Ayudia terbuka lebar . Ia mengenali aroma parfum yang tertinggal di bantal . Meski sudah 4 tahun lamanya terpisah , namun Ayu masih sangat hafal aroma itu .
"Bau parfum Dilan ??"
Ayu mencium parfum Dilan yang masih sangat segar .
" Apa mungkin dia semalam memeluk ku dan mencium kepala ku ? , jadi ..itu bukanlah mimpi ??"
Banyak pertanyaan di kepala Ayudia saat ini .Ia mencoba melihat di segala sudut kamar Dilan , tidak ada sesuatu yang aneh atau tubuh pria itu . Hanya saja ia melihat bunga mawar berwarna putih di atas meja belajar Dilan .
Ia segera turun dari ranjang dan menghampiri bunga itu dan melihat secarik kertas kecil bertulis.
MAAFKAN AKU PARASID KU
, dan sebuah pertanyaan semakin besar saat ia membuka kamar mandi Dilan dalam kondisi basah dan masih tercium bau sabun .
Tanya Ayu yang masih merasa bingung dan tidak percaya jika Dilan memang kembali . Ayu segera berlari ke arah kamar mandi Dilan , nampak tercium aroma sabun dan dinding kamar mandi yang masih basah . Pertanda jika memang baru saja di gunakan seseorang untuk mandi di sana .
Ayu ingin memastikan kebenarannya meski ia sendiri pun belum siap bertemu Dilan sekarang . segera keluar kamar dan menuruni anak tangga tanpa mencuci wajahnya terlebih dahulu .
" Papi...Mami...!!" panggil Ayu dan menghampiri mereka berdua di meja makan . Nampak Ayudia yang acak-acakan dan nafas yang memburu , seakan ia baru saja di kejar seekor anjing .
Ayu melihat sekeliling dan tidak melihat sosok itu .
" Ada apa nak ?" tanya Dira yang tengah menikmati secangkir teh .
" Kamu kenapa ?" tanya Raffa gantian .
__ADS_1
Ayu nampak bingung mau bertanya apa kepada orang tuanya , pasalnya ia teringat terakhir kali membahas Dilan . Ia marah besar di hadapan orang tuanya , Ayu masih merasa malu sekali jika ingat waktu itu .
Akhirnya Ayu memutuskan kembali ke kamarnya dan mengurungkan niatnya untuk bertanya , toh yang di tanyakan pun tidak ada di sini .
Namun Ayu melihat secangkir kopi yang telah habis di kursi milik Dilan .
Matanya menatap tajam kedua orang tuanya dengan sebuah pertanyaan .
" Apa dia kembali ?" tanya Ayu nampak dingin .
Dira dan Raffa nampak tegang akan pertanyaan Ayu , mereka takut jika Ayudia akan kembali marah seperti waktu itu .
" ya " jawab Dirq singkat dengan berdoa agar anaknya tidak lagi marah .
Hati Ayu merasa tidak siap mendengarnya , meski ia sendiri juga tahu jawabannya . Namun masih saja ia ingin menanyalannya .
" nak.." Ucap Dira memandang anaknya, sejenak ia menatap mata suaminya .
" Ya...Dilan tadi ada di sini sayang " Jawab Raffa .
Mata Ayu menatap mata Raffa seakan ia begitu marah , Raffa baru memberi tahunya .
" Dia sudah pergi 5 menit yang lalu " lanjut Dira .
Ayu segera berlari keluar rumah dan berharap Dilan masih ada di sana .
" Ayu !!" panggil Raffa yang akan menyusul anaknya namun di tahan Dira .
" jangan mas " pinta Dira menahan suaminya .
__ADS_1
Sampai di teras ia melihat sebuah mobil hitam baru keluar dari halaman rumah Raffa , rasa sakit dan sesak menguasai dada Ayudia .
Seketika ia merasa kakinya tidak ada tenaga untuk berdiri , terasa lemas dan ia pun jatuh terduduk di lantai sambil memukul pelan dadanya agar rasa kecewanya berkurang . Kenapa ia datang kembali jika akhirnya ia hanya sebentar singgah dan pergi lagi tanpa menemuinya secara langsung .