I Love U Uncle

I Love U Uncle
Dia kembali


__ADS_3

Tanda sengaja Ayudia tertidur di kamar Dilan semalam , setelah sekian lama ia tidak tidur di sana . Meski mentari pagi sudah menyambut , Ayu masih setia di dalam mimpinya tidur . Rasa nyaman dan hangat membuatnya betah dan tidak ingin membuka matanya. Sudah lama sekali ia tidak tidur seyenyak ini .


Tanpa Ayudia ketahui jika ada tangan yang sedang memeluk pingganganya yang ramping sedari semalam . Sosok pria tampan dan bertubuh tinggi dengan memakai setelan jas putih . Pria itu berbaring di belakang Ayudia sambil memejamkan kedua matanya . Pria itu pun merasakan kedamaian setelah sekian lama ia tidak memeluk gadis kecilnya . Pria itu begitu merindukan tubuh yang tengah ia peluk saat ini , berharap waktu dapat berhenti sesaat agar ia dapat memeluknya lebih lama lagi . Sebelum Ayudia terbangun dan akan memarahinya yang telah lancang memeluknya tanpa ijin .


Pria mencium aroma rambut Ayu yang harum , ternyata aroma sampo Ayudia masih sama seperti dulu . Sampo yang beraroma buah-buahan , begitu segar dan mengoda .


"Tidurlah parasit ku , biarkan aku memeluk mi sebentar lagi ."


Ucap Dilan sambil mencium pucuk kepala Ayu dengan penuh kasih sayang dan kerinduan yang mendalam .


Sementara dalam mimpi Ayudia , ia bermimpi di sedang tidur bersama dalam pelukan bersama Dilan .Meski ia membencinya , namun tidak dapat di pungkiri jika ia sangat merindukan pelukan Dilan . Sampai tanpa sadar ia bermimpi tidur dalam pelukan Dilan dan pria itu mencium pucuk kepalanya .


Sampai membuat ayudia tersenyum di dalam mimpinya , ia berharap mimpi ini tidak akan segera berakhir .


" Ayudia...!!" Panggil suara dari luar kamar Dilan yang membuat Ayu terbangun dari mimpi indahnya .


Sebuah pintu terbuka kasar membuat Ayudia langsung duduk dan merapikan rambut serta baju tidurnya .


" kamu di sini nak ?" tanya Dira yang sudah pulang dari luar negeri .


" Mami ....kapan balik ?" tanya Ayu yang duduk dan mengelap matanya yang masih lengket . Sebenarnya saat ini ia sangat gugup.dan malu ketahuan tidur di kamar Dilan .


" semalam jam 2 , tapi...kenapa kamu tidur di kamar Dilan ? , apa kamu tidur di sini ?," tanya Dira yang memperlihatkan wajahnya yang heran .


" e...anu ...." Ayu nampak kebingungan mau membuat alsan apa kepada maminya .


" sudah...mami sama papi tunggu di bawah ya " ucap Dira dan kembali menutup pintu kamar .


Ayu bernafas lega , karena maminta tidak banyak bertanya .

__ADS_1


Namun saat Ayu akan bangun , ia merasa jika di samping tempat ia tidur terasa hangat . Seperti ada yang baru saja tidur di sampingnya .


Ayu pun mengambil bantal di sebelah Ayu dan mencium aromanya , Kedua mata Ayudia terbuka lebar . Ia mengenali aroma parfum yang tertinggal di bantal . Meski sudah 4 tahun lamanya terpisah , namun Ayu masih sangat hafal aroma itu .


"Bau parfum Dilan ??"


Ayu mencium parfum Dilan yang masih sangat segar .


" Apa mungkin dia semalam memeluk ku dan mencium kepala ku ? , jadi ..itu bukanlah mimpi ??"


Banyak pertanyaan di kepala Ayudia saat ini .Ia mencoba melihat di segala sudut kamar Dilan , tidak ada sesuatu yang aneh atau tubuh pria itu . Hanya saja ia melihat bunga mawar berwarna putih di atas meja belajar Dilan .


Ia segera turun dari ranjang dan menghampiri bunga itu dan melihat secarik kertas kecil bertulis.


MAAFKAN AKU PARASID KU


, dan sebuah pertanyaan semakin besar saat ia membuka kamar mandi Dilan dalam kondisi basah dan masih tercium bau sabun .


Tanya Ayu yang masih merasa bingung dan tidak percaya jika Dilan memang kembali . Ayu segera berlari ke arah kamar mandi Dilan , nampak tercium aroma sabun dan dinding kamar mandi yang masih basah . Pertanda jika memang baru saja di gunakan seseorang untuk mandi di sana .


Ayu ingin memastikan kebenarannya meski ia sendiri pun belum siap bertemu Dilan sekarang . segera keluar kamar dan menuruni anak tangga tanpa mencuci wajahnya terlebih dahulu .


" Papi...Mami...!!" panggil Ayu dan menghampiri mereka berdua di meja makan . Nampak Ayudia yang acak-acakan dan nafas yang memburu , seakan ia baru saja di kejar seekor anjing .


Ayu melihat sekeliling dan tidak melihat sosok itu .


" Ada apa nak ?" tanya Dira yang tengah menikmati secangkir teh .


" Kamu kenapa ?" tanya Raffa gantian .

__ADS_1


Ayu nampak bingung mau bertanya apa kepada orang tuanya , pasalnya ia teringat terakhir kali membahas Dilan . Ia marah besar di hadapan orang tuanya , Ayu masih merasa malu sekali jika ingat waktu itu .


Akhirnya Ayu memutuskan kembali ke kamarnya dan mengurungkan niatnya untuk bertanya , toh yang di tanyakan pun tidak ada di sini .


Namun Ayu melihat secangkir kopi yang telah habis di kursi milik Dilan .


Matanya menatap tajam kedua orang tuanya dengan sebuah pertanyaan .


" Apa dia kembali ?" tanya Ayu nampak dingin .


Dira dan Raffa nampak tegang akan pertanyaan Ayu , mereka takut jika Ayudia akan kembali marah seperti waktu itu .


" ya " jawab Dirq singkat dengan berdoa agar anaknya tidak lagi marah .


Hati Ayu merasa tidak siap mendengarnya , meski ia sendiri juga tahu jawabannya . Namun masih saja ia ingin menanyalannya .


" nak.." Ucap Dira memandang anaknya, sejenak ia menatap mata suaminya .


" Ya...Dilan tadi ada di sini sayang " Jawab Raffa .


Mata Ayu menatap mata Raffa seakan ia begitu marah , Raffa baru memberi tahunya .


" Dia sudah pergi 5 menit yang lalu " lanjut Dira .


Ayu segera berlari keluar rumah dan berharap Dilan masih ada di sana .


" Ayu !!" panggil Raffa yang akan menyusul anaknya namun di tahan Dira .


" jangan mas " pinta Dira menahan suaminya .

__ADS_1


Sampai di teras ia melihat sebuah mobil hitam baru keluar dari halaman rumah Raffa , rasa sakit dan sesak menguasai dada Ayudia .


Seketika ia merasa kakinya tidak ada tenaga untuk berdiri , terasa lemas dan ia pun jatuh terduduk di lantai sambil memukul pelan dadanya agar rasa kecewanya berkurang . Kenapa ia datang kembali jika akhirnya ia hanya sebentar singgah dan pergi lagi tanpa menemuinya secara langsung .


__ADS_2